Pendekar Wanita Baju Putih

Pendekar Wanita Baju Putih Chapter 33 (Tamat)

“Orang rendah! Kau akan kubunuh lebih dulu!” Dan pendeta Lama itu menyerang lebih hebat. Terpaksa Heng-san Lojin melayaninya dan pada suatu kesempata…

Pendekar Wanita Baju Putih Chapter 32

Mendengar lagu itu, Ang Tin Cu menjura: “Bok-en-cu Koayhiap! Selama ini pinto dengar bahwa kau dan suhumu telah cuci tangan dan bebaskan diri dari ik…

Pendekar Wanita Baju Putih Chapter 31

Pada saat itu terdengar suara orang bernyanyi. Yang dinyanyikan adalah lagu-lagu yang diambil dari sajak To-tik-khing. Ketika Thian In dan Giok Cu me…

Pendekar Wanita Baju Putih Chapter 30

Giok Cu geleng kepala. “Belum tentu, peh-bo. Siapa tahu, iklim dalam taman yang terkurung dan tidak bebas bahkan membuat ia mudah layu dan mati.” Thi…

Pendekar Wanita Baju Putih Chapter 29

Karena bujukan-bujukan Thian In dan Giok Cu, akhirnya orang tua itu menurut. Demikianlah, malam- malam mereka berangkat, diantar oleh Giok Cu dan Thi…

Pendekar Wanita Baju Putih Chapter 28

“Silahkan! Kami tidak takut!” berkata demikian ini Thian In mencabut pedangnya dan Giok Cu juga turut contoh pemuda itu. “Ha, ha! Agaknya kalian dua …

Pendekar Wanita Baju Putih Chapter 27

“Kau sungguh mulia, nona. Terima kasih atas berita yang kau sampaikan ini. Tapi...tapi agaknya nona mempunyai kepentingan dengan siautee hingga sampa…

Pendekar Wanita Baju Putih Chapter 26

“Aya...! ia berseru sambil berkelit cepat, tapi tak disangkanya gerakan pedang Giok Cu yang cepat sudah datang menyerang lagi! “Bagus!” teriaknya dan…

Pendekar Wanita Baju Putih Chapter 25

Thio-hujin menahan tubuhnya dengan tangan lalu mendorongnya perlahan untuk rebah kembali. “Tidurlah saja Giok Cu badanmu masih lemah. Kebetulan sekal…

Pendekar Wanita Baju Putih Chapter 24

“Pletak!!” dan dia lempar potongan pedang itu ke atas lantai. “Tapi susiok, pedang itu adalah pemberian suhu. Mengapa dipatahkan?” “Tak perduli pembe…