Jodoh Rajawali Chapter 60 "Kalau terpaksa, kita harus mendaki tebing dan turun ke sana." Kian Lee mengangguk. "Tebing ini biarpun curam, namun terdiri dari batu…
Jodoh Rajawali Chapter 59 Mereka melanjutkan perjalanan dengan cepat namun belum juga dapat menyusul perahu-perahu itu. Hati Kian Lee makin tertarik kepada tokoh yang berjuluk…
Jodoh Rajawali Chapter 58 "Biarkan aku bicara sendiri dengan Tek Hoat dan dengan ketua kalian," Akhirnya dia berkata. "Terjadi salah duga atau fitnah keji dalam…
Jodoh Rajawali Chapter 57 "Singgg.... trakkkkk!" Pedang itu tertahan oleh ranting dan keduanya lalu bertempur seru. Sementara itu, para pengawal yang melihat pengant…
Jodoh Rajawali Chapter 56 Sambil berkata demikian, dia menjura ke arah tuan rumah. Hwa-i-kongcu yang duduk dan sejak tadi memperhatikan permainan Siang In dengan penuh keheran…
Jodoh Rajawali Chapter 55 Bisik Syanti Dewi. Siang In tersenyum dan melangkah mundur. "Hi-hik, apa kau kira aku ini Giam-lo-ong (Raja Akherat)? Sampai nanti, Enci....&quo…
Jodoh Rajawali Chapter 54 "Ahhhhh....!" Muka Syanti Dewi menjadi pucat mendengar nama julukan ini. "Dia....?" Siang In mengangguk. "Akan tetapi aku ma…
Jodoh Rajawali Chapter 52 Kian Lee menantang, sedikit pun tidak merasa takut. Empat lima tahun yang lalu, memang Tek Hoat merupakan seorang tandingan yang lihai bukan main. Ak…
Jodoh Rajawali Chapter 53 Di dalam suara Tek Hoat terkandung perintah yang mengancam. Nenek itu menelan kembali kemarahannya dan memberi isyarat kepada Kim-hi Nio-cu. "Ka…
Jodoh Rajawali Chapter 51 Tiba-tiba nenek itu berseru kepada semua anak buahnya yang kocar-kocir tadi. Biarpun takut-takut, enam puluh orang itu sudah berkumpul dan membentuk …