Naga Beracun Chapter 45

NIC

Akan tetapi, tidak semua orang menjadi perampok, pengganggu wanita dan pembunuh!

Nona, manusia itu lemah lahir batin

Bukan hanya lahirnya saja, tubuhnya saja yang le mah dan suka diserang penyakit

Juga batinnya lemah dan suka sakit

Semua orang mengalami penyakit batin ini, hanya kadarnya saja yang berbeda, ada yang ringan dan ada yang berat

Orang yang menyeleweng dari kebenaran, yang menjadi penjahat, sebenarnya hanyalah orang yang sedang sakit batinnya

Orang yang sakit harus kita tolong, kita obati, yaitu kalau yang sakit badannya

Kalau yang sakit batinnya, kitapun harus menolong dengan obat berupa nasihat, atau kalau perlu ancaman

Akan te tapi, bukan lalu membunuhnya

Ingat, nona, orang sakit dapat sembuh, dan yang sehat dapat jatuh sakit

Orang yang berbuat jahat dapat sembuh, dan yang sekarang kelihatan baikbaik saja, sekali waktu dapat jatuh dan berbuat jahat

Semua orang pernah sakit, nona

Termasuk aku sendiri

Sakitku amat berat, dan mudahmudahan s ekarang telah sembuh.

Ucapan itu berkesan di hati Bi Lan

Bahkan gurunya yang juga suaminya pernah mengakui bahwa gurunya itu dahulu juga pernah

s akit

parah, yaitu menderita sakit batin karena dendam.! Ucapan pemuda berpakaian biru itu sungguh berkesan di hati dan tanpa cakap lagi ia lalu menyimpan kembali sepasang pedangnya, memondong Lan Lan dan membungkuk kepada pemuda itu

Me ngingat bahwa engkau te lah membantuku, biarlah aku menuruti nasihatmu dan tidak membasmi mereka

Terima kasih atas bantuanmu dan selamat tinggal.

Setelah berkata demikian, Bi Lan pergi meninggalkan tempat itu

Pemuda itu masih berdiri seperti patung, te rsenyum-senyum seorang diri, dan dia seperti tidak melihat atau tidak perduli ketika sepuluh orang perampok itu tertatih-tatih meninggalkan te mpat itu dengan hati gentar

Sampai lama pemuda itu berdiri, bahkan lalu menjatuhkan diri duduk di atas batu, te rmenung dan kadang menengok ke arah perginya Bi Lan

Pemuda itu bukan orang sembarangan

Dia memiliki ilmu kepandaian yang amat lihai karena dia bukan lain adalah Hong San! Putera mendiang Cui-beng Sai kong datuk besar dunia hitam itu, seperti kita ketahui, tadinya membantu pemberontakan Pangeran Cian Bu Ong

Akan tetapi karena semua gerakan bekas pangeran itu gagal, Cian Bu Ong membubarkan para pembantunya dan Can Hong San juga pergi meninggalkan bekas pangeran itu, merantau seorang diri membawa bekal banyak emas yang dite rimanya sebagai hadiah dari Pangeran Cian Bu Ong

Berbulan lamanya Can Hong San berdiam di puncak bukit merenungi keadaan hidupnya

Se gala usaha yang dilakukannya gagal belaka! Hanya kepahitan dan kekalahan yang dideritanya

Mulailah dia melihat bahwa jalan yang dite mpuhnya selama ini tidak menguntungkan, menuruti nafsu-nafsunya, hanya menyeretnya ke le mbah kegagalan belaka

Timbul niatnya untuk mengubah jalan hidupnya untuk meninggalkan jalan sesat dan memilih jalan kebenaran

Mungkin sebagai seorang pendekar, dia akan dapat memanfaatkan kepandaiannya dan mendapatkan nama besar yang harum! Kalau kita mau membuka mata melihat kenyataan tanpa menilai, akan tampaklah dengan jelas bagaimana lihai, licin dan liciknya hati akal pikiran bekerja, hati akal pikiran yang sudah diperalat oleh nafsu-nafsu daya rendah

Bagaimanapun pikiran berkiprah, s elalu tujuannya untuk mencari kesenangan dan menjauhi ketidaksenangan

Keputusan apapun yang diambil oleh pikiran, selalu pasti mempunyai pamrih, yaitu demi kepentingan dan kesenangan diri sendiri

Can Hong San sejak muda hidup bergelimang dosa, mengambil jalan sesat dan menjadi seorang yang te rbiasa melakukan segala macam bentuk kejahatan

Semua ini hasil dari ulah hati akal pikiran yang bergelimang nafsu, yang sudah dicengkeram oleh nafsu daya rendah yang selalu mengejar kesenangan sehingga dalam pengejaran itu, Hong San tidak memperdulikan lagi caranya

Cara apapun akan dite mpuhnya demi te rcapainya kesenangan yang dikejarnya

Itulah pekerjaan nafsu daya rendah! Kemudian, pikiran melihat betapa semua perbuatan jahatnya tidak menguntungkan, bahkan merugikan! Maka, pikiran yang sudah bergelimang nafsu lalu mencari jalan lain

Untuk menghindarkan akibat yang tidak menguntungkan, untuk dapat mencapai kesenangan melalui jalan dan cara lain, kini pikiran Hong San membujuknya untuk mengambil jalan yang berlawanan menjadi seorang pendekar! Menjadi orang yang melakukan kebaikan, menentang kejahatan, yang te ntu saja dengan pamrih agar mencapai kesenangan dan keuntungan! Jelaslah bahwa kebaikan yang disengaja, diatur dan direncanakan, bukanlah kebaikan lagi namanya

Itu hanya hasil dari pikiran bergelimang nafsu

Yang dinamakan perbuatan baik hanya dijadikan cara untuk mendapatkan kesenangan belaka

Kebaikan yang direncanakan pikiran adalah kebaikan palsu, pura-pura

Kalau ada orang yang

ingin menjadi orang baik

, pada hakekatnya dia hanya ingin mendapatkan balas jas a atas kebaikannya itu

Kebaikan atau kebajikan adalah suatu sifat dari perbuatan yang tidak 1agi terdorong nafsu daya rendah

Perbuatan yang tidak didorong oleh pemikiran yang matang, melainkan perbuatan yang spontan, seketika karena terdorong kekuasaan yang murni dan suci, karena te rdorong oleh kasih sayang! Kasih sayang bekerja selama pikiran sebagai si aku tidak muncul merajale la

Kasih sayang berubah menjadi nafsu menyenangkan diri sendiri begitu si aku masuk dan campur tangan

Aku ingin senang, aku ingin untung, aku tidak mau susah, aku tidak mau rugi, aku ingin...

aku ingin......aku ingin......demikianlah sifat nafsu dari daya-daya rendah yang mencengkeram dan mempengaruhi hati akal pikiran

Oleh karena itu, keinginan hati akal pikiran untuk mengubah diri menjadi

orang baik

hanya tipuan belaka, bukan menjadi

orang baik

melainkan menjadi

orang senang melalui perbuatan baik

yang pada hakekatnya hanya membuat kita menjadi munafik! Hati akal pikiran yang bergelimang nafsu tidak mungkin membersihkan diri sendiri! Satu-satunya harapan hanyalah menyerah kepada Tuhan Maha Kasih! Hanya kekuasaan Tuhan sajalah yang akan mampu mengubah seseorang, membersihkan batin seseorang, mengembalikannya ke jalan benar

Kita hanya dapat mohon ampun, .

mohon bimbingan, dan menyerah dengan sabar, ikhlas, dan tawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa

Can Hong San tersenyum gembira

Wajahnya cerah karena dia merasa memperoleh jalan yang baik

Setelah mengambil keputusan untuk mengubah cara hidupnya, dia turun gunung dan kebetulan berte mu dengan Kwa Bi Lan yang menggendong seorang anak perempuan yang mungil

Begitu bertemu, hati Hong San berdebar dan te rtarik sekali

Bukan te rtarik yang menimbulkan nafsu berahi seperti yang sudahsudah

Wanita yang dijumpainya ini lain! Memang cantik jelita dan menggairahkan, akan te tapi dia te rtarik bukan hanya karena itu

Bukan gejolak berahi yang timbul di hatinya, melainkan kekaguman yang penuh pesona

Menurut pandangannya, belum pernah selama hidupnya dia berjumpa dengan wanita yang dapat menarik dan mengguncang perasaan hatinya seperti wanita yang mukanya bulat, berkulit putih mulus, berhidung mancung dan bermata tajam itu

Diam-diam Hong San mengikuti, bahkan lalu mendahuluinya dan sengaja meniup suling untuk menarik perhatian gadis itu

Juga untuk menguji bagaimana sikap gadis itu

Akan te tapi, gadis itu hanya melihat sebentar lalu melanjutkan perjalanan, acuh saja

Hal ini membuat dia semakin kagum

Gadis yang alim, pikirnya, bertata susila dan menjaga martabat dan kehormatan

Dia membayangi lagi dari jauh

Ketika dia melihat gadis yang menimbulkan rasa kagum luar biasa di hatinya itu dikeroyok sepuluh orang perampok, dia menjadi semakin kagum

Kiranya gadis itu bukan saja cantik jelita dan memiliki harga diri yang tinggi, akan te tapi juga gagah perkasa dan memiliki ilmu silat yang cukup hebat! Dia segera turun tangan membantu ketika melihat anak dalam gendongan itu te rancam bahaya, dan ketika dia melihat gadis itu hendak membunuh semua perampok, iapun cepat turun tangan mencegahnya dengan merobohkan para perampok dan membujuk gadis itu agar tidak membunuh mereka

Semua ini dia lakukan dengan perhitungan, bukan karena dia merasa kasihan kepada sepuluh orang perampok rendah itu, melainkan karena dia ingin menjadi seorang

pendekar

dan ingin kelihatan baik budi di mata gadis yang dikaguminya itu

Mulailah hati akal pikiran dengan cerdik dan liciknya membujuk Hong San menjadi seorang munafik! Setelah Bi Lan pergi bersama Lan Lan, Hong San te rmenung

Gadis hebat! Dia betul-betul baru sekali ini merasa jatuh cinta, bukan jatuh berahi, melainkan jatuh cinta sungguh-sungguh

Kalau saja dia dapat berdampingan selamanya dengan gadis itu, dapat menjadi suami isteri, membentuk rumah tangga berkeluarga! Alangkah akan bahagianya.!

I hh, khayal!

Hong San mencela diri sendiri dan dia teringat bahwa sudah terlalu lama dia membiarkan gadis pujaan hatinya itu pergi

Dia harus cepat mengejar kalau tidak mau kehilangan

Sambil berlari Hong San merasa heran sendiri te rhadap perasaan hatinya

Dia merasa seperti pernah berte mu dengan gadis itu, atau setidaknya pernah melihatnya! Akan tetapi dia lupa lagi entah di mana

Sudah te rlalu banyak dia berte mu gadis atau wanita muda yang cantik, maka dia tidak ingat lagi di mana dia berte mu dengan gadis itu

Akan tetapi, yang membuat dia merasa pernah bertemu terutama sekali adanya permainan sepasang pedang itu! Bi Lan melanjutkan perjalanan dengan cepat sambil menggendong Lan Lan yang tertidur

Posting Komentar