Akan tetapi, tidak semua orang menjadi perampok, pengganggu wanita dan pembunuh!
Nona, manusia itu lemah lahir batin
Bukan hanya lahirnya saja, tubuhnya saja yang le mah dan suka diserang penyakit
Juga batinnya lemah dan suka sakit
Semua orang mengalami penyakit batin ini, hanya kadarnya saja yang berbeda, ada yang ringan dan ada yang berat
Orang yang menyeleweng dari kebenaran, yang menjadi penjahat, sebenarnya hanyalah orang yang sedang sakit batinnya
Orang yang sakit harus kita tolong, kita obati, yaitu kalau yang sakit badannya
Kalau yang sakit batinnya, kitapun harus menolong dengan obat berupa nasihat, atau kalau perlu ancaman
Akan te tapi, bukan lalu membunuhnya
Ingat, nona, orang sakit dapat sembuh, dan yang sehat dapat jatuh sakit
Orang yang berbuat jahat dapat sembuh, dan yang sekarang kelihatan baikbaik saja, sekali waktu dapat jatuh dan berbuat jahat
Semua orang pernah sakit, nona
Termasuk aku sendiri
Sakitku amat berat, dan mudahmudahan s ekarang telah sembuh.
Ucapan itu berkesan di hati Bi Lan
Bahkan gurunya yang juga suaminya pernah mengakui bahwa gurunya itu dahulu juga pernah
s akit
parah, yaitu menderita sakit batin karena dendam.! Ucapan pemuda berpakaian biru itu sungguh berkesan di hati dan tanpa cakap lagi ia lalu menyimpan kembali sepasang pedangnya, memondong Lan Lan dan membungkuk kepada pemuda itu
Me ngingat bahwa engkau te lah membantuku, biarlah aku menuruti nasihatmu dan tidak membasmi mereka
Terima kasih atas bantuanmu dan selamat tinggal.
Setelah berkata demikian, Bi Lan pergi meninggalkan tempat itu
Pemuda itu masih berdiri seperti patung, te rsenyum-senyum seorang diri, dan dia seperti tidak melihat atau tidak perduli ketika sepuluh orang perampok itu tertatih-tatih meninggalkan te mpat itu dengan hati gentar
Sampai lama pemuda itu berdiri, bahkan lalu menjatuhkan diri duduk di atas batu, te rmenung dan kadang menengok ke arah perginya Bi Lan
Pemuda itu bukan orang sembarangan
Dia memiliki ilmu kepandaian yang amat lihai karena dia bukan lain adalah Hong San! Putera mendiang Cui-beng Sai kong datuk besar dunia hitam itu, seperti kita ketahui, tadinya membantu pemberontakan Pangeran Cian Bu Ong
Akan tetapi karena semua gerakan bekas pangeran itu gagal, Cian Bu Ong membubarkan para pembantunya dan Can Hong San juga pergi meninggalkan bekas pangeran itu, merantau seorang diri membawa bekal banyak emas yang dite rimanya sebagai hadiah dari Pangeran Cian Bu Ong
Berbulan lamanya Can Hong San berdiam di puncak bukit merenungi keadaan hidupnya
Se gala usaha yang dilakukannya gagal belaka! Hanya kepahitan dan kekalahan yang dideritanya
Mulailah dia melihat bahwa jalan yang dite mpuhnya selama ini tidak menguntungkan, menuruti nafsu-nafsunya, hanya menyeretnya ke le mbah kegagalan belaka
Timbul niatnya untuk mengubah jalan hidupnya untuk meninggalkan jalan sesat dan memilih jalan kebenaran
Mungkin sebagai seorang pendekar, dia akan dapat memanfaatkan kepandaiannya dan mendapatkan nama besar yang harum! Kalau kita mau membuka mata melihat kenyataan tanpa menilai, akan tampaklah dengan jelas bagaimana lihai, licin dan liciknya hati akal pikiran bekerja, hati akal pikiran yang sudah diperalat oleh nafsu-nafsu daya rendah
Bagaimanapun pikiran berkiprah, s elalu tujuannya untuk mencari kesenangan dan menjauhi ketidaksenangan
Keputusan apapun yang diambil oleh pikiran, selalu pasti mempunyai pamrih, yaitu demi kepentingan dan kesenangan diri sendiri
Can Hong San sejak muda hidup bergelimang dosa, mengambil jalan sesat dan menjadi seorang yang te rbiasa melakukan segala macam bentuk kejahatan
Semua ini hasil dari ulah hati akal pikiran yang bergelimang nafsu, yang sudah dicengkeram oleh nafsu daya rendah yang selalu mengejar kesenangan sehingga dalam pengejaran itu, Hong San tidak memperdulikan lagi caranya
Cara apapun akan dite mpuhnya demi te rcapainya kesenangan yang dikejarnya
Itulah pekerjaan nafsu daya rendah! Kemudian, pikiran melihat betapa semua perbuatan jahatnya tidak menguntungkan, bahkan merugikan! Maka, pikiran yang sudah bergelimang nafsu lalu mencari jalan lain
Untuk menghindarkan akibat yang tidak menguntungkan, untuk dapat mencapai kesenangan melalui jalan dan cara lain, kini pikiran Hong San membujuknya untuk mengambil jalan yang berlawanan menjadi seorang pendekar! Menjadi orang yang melakukan kebaikan, menentang kejahatan, yang te ntu saja dengan pamrih agar mencapai kesenangan dan keuntungan! Jelaslah bahwa kebaikan yang disengaja, diatur dan direncanakan, bukanlah kebaikan lagi namanya
Itu hanya hasil dari pikiran bergelimang nafsu
Yang dinamakan perbuatan baik hanya dijadikan cara untuk mendapatkan kesenangan belaka
Kebaikan yang direncanakan pikiran adalah kebaikan palsu, pura-pura
Kalau ada orang yang
ingin menjadi orang baik
, pada hakekatnya dia hanya ingin mendapatkan balas jas a atas kebaikannya itu
Kebaikan atau kebajikan adalah suatu sifat dari perbuatan yang tidak 1agi terdorong nafsu daya rendah
Perbuatan yang tidak didorong oleh pemikiran yang matang, melainkan perbuatan yang spontan, seketika karena terdorong kekuasaan yang murni dan suci, karena te rdorong oleh kasih sayang! Kasih sayang bekerja selama pikiran sebagai si aku tidak muncul merajale la
Kasih sayang berubah menjadi nafsu menyenangkan diri sendiri begitu si aku masuk dan campur tangan
Aku ingin senang, aku ingin untung, aku tidak mau susah, aku tidak mau rugi, aku ingin...
aku ingin......aku ingin......demikianlah sifat nafsu dari daya-daya rendah yang mencengkeram dan mempengaruhi hati akal pikiran
Oleh karena itu, keinginan hati akal pikiran untuk mengubah diri menjadi
orang baik
hanya tipuan belaka, bukan menjadi
orang baik
melainkan menjadi
orang senang melalui perbuatan baik
yang pada hakekatnya hanya membuat kita menjadi munafik! Hati akal pikiran yang bergelimang nafsu tidak mungkin membersihkan diri sendiri! Satu-satunya harapan hanyalah menyerah kepada Tuhan Maha Kasih! Hanya kekuasaan Tuhan sajalah yang akan mampu mengubah seseorang, membersihkan batin seseorang, mengembalikannya ke jalan benar
Kita hanya dapat mohon ampun, .
mohon bimbingan, dan menyerah dengan sabar, ikhlas, dan tawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa
Can Hong San tersenyum gembira
Wajahnya cerah karena dia merasa memperoleh jalan yang baik
Setelah mengambil keputusan untuk mengubah cara hidupnya, dia turun gunung dan kebetulan berte mu dengan Kwa Bi Lan yang menggendong seorang anak perempuan yang mungil
Begitu bertemu, hati Hong San berdebar dan te rtarik sekali
Bukan te rtarik yang menimbulkan nafsu berahi seperti yang sudahsudah
Wanita yang dijumpainya ini lain! Memang cantik jelita dan menggairahkan, akan te tapi dia te rtarik bukan hanya karena itu
Bukan gejolak berahi yang timbul di hatinya, melainkan kekaguman yang penuh pesona
Menurut pandangannya, belum pernah selama hidupnya dia berjumpa dengan wanita yang dapat menarik dan mengguncang perasaan hatinya seperti wanita yang mukanya bulat, berkulit putih mulus, berhidung mancung dan bermata tajam itu
Diam-diam Hong San mengikuti, bahkan lalu mendahuluinya dan sengaja meniup suling untuk menarik perhatian gadis itu
Juga untuk menguji bagaimana sikap gadis itu
Akan te tapi, gadis itu hanya melihat sebentar lalu melanjutkan perjalanan, acuh saja
Hal ini membuat dia semakin kagum
Gadis yang alim, pikirnya, bertata susila dan menjaga martabat dan kehormatan
Dia membayangi lagi dari jauh
Ketika dia melihat gadis yang menimbulkan rasa kagum luar biasa di hatinya itu dikeroyok sepuluh orang perampok, dia menjadi semakin kagum
Kiranya gadis itu bukan saja cantik jelita dan memiliki harga diri yang tinggi, akan te tapi juga gagah perkasa dan memiliki ilmu silat yang cukup hebat! Dia segera turun tangan membantu ketika melihat anak dalam gendongan itu te rancam bahaya, dan ketika dia melihat gadis itu hendak membunuh semua perampok, iapun cepat turun tangan mencegahnya dengan merobohkan para perampok dan membujuk gadis itu agar tidak membunuh mereka
Semua ini dia lakukan dengan perhitungan, bukan karena dia merasa kasihan kepada sepuluh orang perampok rendah itu, melainkan karena dia ingin menjadi seorang
pendekar
dan ingin kelihatan baik budi di mata gadis yang dikaguminya itu
Mulailah hati akal pikiran dengan cerdik dan liciknya membujuk Hong San menjadi seorang munafik! Setelah Bi Lan pergi bersama Lan Lan, Hong San te rmenung
Gadis hebat! Dia betul-betul baru sekali ini merasa jatuh cinta, bukan jatuh berahi, melainkan jatuh cinta sungguh-sungguh
Kalau saja dia dapat berdampingan selamanya dengan gadis itu, dapat menjadi suami isteri, membentuk rumah tangga berkeluarga! Alangkah akan bahagianya.!
I hh, khayal!
Hong San mencela diri sendiri dan dia teringat bahwa sudah terlalu lama dia membiarkan gadis pujaan hatinya itu pergi
Dia harus cepat mengejar kalau tidak mau kehilangan
Sambil berlari Hong San merasa heran sendiri te rhadap perasaan hatinya
Dia merasa seperti pernah berte mu dengan gadis itu, atau setidaknya pernah melihatnya! Akan tetapi dia lupa lagi entah di mana
Sudah te rlalu banyak dia berte mu gadis atau wanita muda yang cantik, maka dia tidak ingat lagi di mana dia berte mu dengan gadis itu
Akan tetapi, yang membuat dia merasa pernah bertemu terutama sekali adanya permainan sepasang pedang itu! Bi Lan melanjutkan perjalanan dengan cepat sambil menggendong Lan Lan yang tertidur