Ia memang berbakat dalam kesenian sehingga selain pandai meniup suling menabuh yang-kim, Juga suaranya merdu kalau bernyanyi, dan tubuhnya le mah gemulai kalau menari
Ia pandai pula bersajak, lancar membaca dan menulis
Pendeknya, Jelas bahwa Kam Cin atau Cin Cin merupakan sekuntum bunga yang masih berkuncup namun sudah menjanjikan setangkai bunga yang akan mekar semerbak harum dan indah, lagi mahal harganya! Pada suatu hari, rumah pelesir Cia menerima kunjungan seorang tamu agung
Rumah pelesir Ang-hwa (Bunga Merah) itu dinyatakan tertutup untuk umum karena pada hari itu, seorang pembear yang menjabat kedudukan penting di kota raja Lok-yang datang berkunjung! Sebelum pembesar itu datang, sudah le bih dulu utusannya datang memberiahu bahwa Coa Tai-Jin(Pembesar Coa) itu hendak berkunjung karena te rtarik oleh nama Ang-hwa sebagai rumah pelesir kota Ji-goan yang kabarnya memiliki bunga-bunga yang cantik menarik
Cia Ma segera mengumpulkan gadis-gadis penghibur dari seluruh kota, rumahnya juga segera dibersihkan dihias seperti hendak menyambut seorang mempelai pria! Bahkan Cin Cin suruh berpakaian yang paling indah dan di antara hiburan yang akan disajikan kepada Coa Tai-jin, diselipkan Cin Cin yang akan melakukan tarian dan nyanyiannya
Sejak pagi, lima orang jagoan yang menjadi pengawal-pengawal Coa Tai-Jin Juga menjadi tukang pukulnya, sudah datang berkunjun g dan melakukan persiapan agar perjalanan majikan mereka ke tempat itu aman
Dan setelah matahari naik tinggi, datanglah kereta yang membawa Coa TaJ-Jin, diiringi sepasukan pengawal terdiri dari selosin peraj rit, dipimpin ole h lima orang Jago itu
Setelah turun dari kereta, te rnyata Coa Tai-jin yang disegani, di takuti dan dihormati itu hanyalah seorang laki laki berusia limapuluh tahun lebih yang kecil kurus seperti cecak kering karena te rlalu banyak menghisap madat dan berpelesir
Menuruni tangga kereta saja dia harus dibantu tukang pukulnya agar tidak te rpeleset jatuh dan sambil te rsenyum
agung
, senyum khas para pembesar yang merasa dirinya tinggi dan berkuasa, dia melangkah tertatih-tatih disambut oleh Cia Ma dan anak buahnya sambil berlutut! ' Ini tidak aneh karena Coa Tai-jin berpangkat jaksa tinggi dan masih kerabat keluarga kaisar! De ngan lagak
murah hati
Coa Tai-jin menggerakkan keduaa tangan menyuruh mereka semua bangkit, kemudian diapun memasuki rumah pelesir Ang-hwa, disambut asap dupa harum dan bunyi musik lirih yang menyemarakkan suasana
Karena Cia Ma maklum benar bahwa, kunjungan seorang pejabat tinggi selalu mendatangkan kehormatan juga mendatangkan banyak uang baginya, maka ia berusaha sekuat te naga untuk menyenangkan tamunya
Arak te rbaik, hidangan termahal, disuguhkan oleh gadis -gadis pilihan yang manis-manis
Coa Tai-jin gembira sekali dikelilingi nona-nona cantik itu, apa lagi dia makan minum sambil menonton pertunjukan tarian dan nyanyian yang dilakukan oleh penar penari cantik
Kesempatan ini dipergunakan untuk bermain mata dan melakukan pilihan-pilihan, siapa kiranya gadis gadis itu yang akan diminta untuk melayaninya sehari semalam di te mpat pelesir itu
Setiap ada gadis yang dianggapnya menggetarkan perasaan hatinnya dia berbisik kepada seorang pengawal pribadinya sambil menunjuk gadis itu dengan pandang matanya
Setelah selesal makan minum, sudah ada tujuh oranh gadis yang dipilihnya! Tujuh orang gadis yang akan menghiburnya se hari semalam itu! Cia Ma menggosok-gosok telapak kedua tangannya, menghitung hitung berapa kiranya akan dite rimanya dari pembesar itu untuk tujuh orang gadis nya! Sedikitnya akan lima kali lipat harga biasa, belum termasuk hadiah pribadi
Pertunjukan terakhir adalah tarian dan nyanyian yang harus dilakukan Cin Cin
Dengan dandanan sebagai seorang dewi, gadis cilik ini benar-benar mempesona semua penontonnya, te rmasuk Coa Tai-jin! Ia benar-benar seperti seorang dewi yang baru melayang turun dari kahyangan, tariannya demikian le mah mulai dan lembut, suara nyanyiannya dengan suara kanak-kanak itu masih bening dan merdu
Jantung Coa Tai-jin bergetar dibuatnya! Kini dia memberi isyarat kepada kepala pengawalnya untuk mendekat, lalu la berbisikbisik sampai lama di telinga pengawalnya Itu
Cia Ma te rsenyum makin le bar, mengira bahwa te ntu pembesar yang rakus akan wanita itu menambah lagi pilihannya, mungkin sampai sembilan atau sepuluh orang gadis yang diharuskan menghiburnya! Akan tetapi, ketika kepala pengawal itu menghampirinya dan membisikkan pesan Taijin, wajah Cia Ma
berubah
Apa ?
Teriaknya dalam bisikan
Akan tetapi Cin Cin baru berusia delapan tahun! I a masih kanak-kanak! Bagaimana mungkin la dapat melayani yang mulia............?
Hushh, kenapa engkau sekarang begini tolol, Cia Ma?
Kepala pengawal yang sudah mengenalnya itu mencela
Taijln ingin memindahkan tanaman, bunga yang manis Itu ke dalam taman bunganya sendiri, bukan untuk dipetik sekarang
Kuncup itu belu mekar
Taijin Juga tidak ingin memetiknya sekarang
Kalau sudah ditanam di taman bunganya kelak kalau sudah mekar, setiap saat taijin dapat memetiknya
Mengerti engkau?
Tentu saja Cia Ma mengerti
Kalau tadi ia berpura-pura, sikap ini hanya merupakan gaya untuk menaikkan harga
Tapi......Cin Cin adalah keponakanku sendiri! Kubesarkan ia sejak kecil dan aku........aku amat sayang padanya
Bagaimana yang mulia begitu te ga untuk memisahkannya darlku.....
Dan dari kedua mata Cia Ma benar-benar keluar air.mata
Air mata buaya! Memang Cia Ma pandai sekali bersandiwara
Kepala pengawal itu adalah seorang kangouw yang berpengalaman
Tentu saja tak mudah mengelabuhl orang seperti dia dan dia tahu bahwa bagi seorang manusia seperti Cia Ma, tidak ada lagi perasaan sayang kepada sesamanya, yang disayangnya hanyalah uang!
Sudahlah, tak ptrlu banyak cakap, katakan saja, berapa harganya?
potongnya singkat
Cia Ma tidak berpura-pura lagi
Ia tahu sudah membawa dagangannya kepada harga puncak, tinggal menentukan saja berapa
Ahhh, kalau memang yang mulia sungguhsungguh menginginkan keponakanku, biarlah akan kuhitung dulu malam Ini, berapa biaya yang sudah kukeluarkan selama bertahun-tahun ini untuk mendidiknya menjadi seorang calon gadis yang paling hebat di seluruh Ji-goan, bahkan mungkin tidak ada banding nya di seluruh negeri
Besok pagi-pagi akan kute ntukan berapa biaya yang sudah kukeluarkan itu.
Permintaan ini pantas dan kepala pengawal Itu menyampaikan dengan bisikan kepada Coa Tai-jin
Pembesar Itu mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tesenyum sabar, dan leher kecil panjang Itu seperti akan patah ketika dia angguk-angguk seperti itu
Yang penting baginya, Cia Ma menyetujui untuk
menjual
gadis cilik yang manis itu
Soal berapa harganya, itu bukan soal baginya
Setiap saat dia dapat mengambil uang yang dibutuhkannya, dari gudang hartanya yang berada di mana-mana
Setiap orang hartawan di kota raja sekali saja melihat dia menggerakkan te lunjuknya, akan bergesa-gesa dan berlumba memenuhi kebutuhannya itu! De mikianlah, sehari semalam itu Tai-jin berenang dalam lautan kesenangan, tenggelam dalam pemuasan nafsu
Nafsu menyeret kita ke dalam kesenangan, membuat kita mabok dan lupa diri! Kita lupa sama sekali karena telah mabok kesenangan, bahwa semua kesenangan bagaikan gelembung-gelembung yang beterbangan di udara
Nampak indah menarik, seperti gelembung- gelembung air sabun
Namun, hanya selewat saja, untuk disusul oleh pecahnya gelembung- gelembung itu yang mendatangkan percikanpercikan air sabun yang pahit dan getir! Bagaikan langit dengan bumi perbedaan antara menikmati keadaan seadanya dan mengejar kenikmatan yang belum ada
Yang pertama, yaitu menikmati kehidupan berarti mensyukuri apa saja yang kita dapatkan dalam kehidupan ini! Selama hal yang kita alami dalam hidup ini merupakan rangkaian romantika kehidupann dan kalau kita menghadapinya dengan perasaan syukur, dengan perasaan seyakinnya bahwa kesemuanya itu adalah kehe ndak dan karenanya berkah dari Tuhan , maka apapun yang ada akan mendatangkan perasaan nikmat dan bahagia dalam hati sanubari kita! Sebaliknya, pengejaran kesenangan timbul karena kita tidak puas dengan keadaan yang nyata, seadanya, dan pikiran kita membayangkan hal-hal yang belum ada
Hal-hal yang belum ada
Inilah yang kita namakan kesenangan! Tidak puas dengan apa adanya dan membayangkan hal-hal yang belum ada ini menciptakan gelembung-gelembung itu
Kalau sudah begini maka terjadilah kebalikan yang menyedihkan
Semestinya, menurut kodrat, manusia menjadi majikan, menunggang kuda nafsu agar dapat melakukan perjalanan hidup, Sesuai kodrat
Namun, kalau Sudah terjadi sebaliknya, kuda menunggangi majikan nafsu menunggangi manusia, akan celakalah! Fungsi atau tugas hati akal pikir adalah untuk membantu manusia menanggulangl segala bentuk kesukaran dalam kehidupan, mendatangkan kecerdikan akal sehingga manusia dapat melindungi dirinya dari bahaya dan dapat bekerja untuk kelangsungan hidupnya
Namun, hati akal pikiran yang sudah di cengkeram nafsu, sudah bergelimang nafsu, menjadi alat daya-daya rendah sehingga menyimpang dari pada tugasnya
Bukan jadi alat yang baik dan bermanfaat, melainkan sebaliknya menjadi penggoda dengan bayanganbayangan yang memikat hingga menyeret kita untuk mengejar Bayangan-bayangan itu
Dan kalau kita sudah te rseret mengejar bayangan kesenangan, kita lupa diri, hati nurani kita tertutup dan segala hal mungkin kita lakukan untuk memperole h apa yang kita kejar-kejar itu
Pengejaran kesenangan harta kekayaan memungkinkan kita lakukan korupsi, penipuan, pencurian, perampokan dan sebegainya untuk memperoleh harta yang kita kejar-kejar
Pengejaran kesenangan sex memungkinkan kita melakukan perjinaan, pelacuran, perkosaan dan sebagainya untuk memperoleh kesenangan yang kita kejar-kejar, kesenangan yang kita bayangkan dapat datangkan oleh kekuasaan, kedudukan, memungkinkan kita untuk berebutan sehingga te rjadi pertentangan, persaingan bahkan perang! Lalu, apakah kita harus menjauhkan dari dari kesenangan
Menjauhkan diri PENGEJARAN KESENANGAN, memang benar
Akan te tapi bukan berarti menjauhkan diri dari kenikmatan kehidupan dengan segala romantikanya Ini
Kita dilahirkan dengan segala perle ngkapan yang memungkinkan kita menikmati kehidupan, bukan menjauhi kenikmatan kehidupan
Buktinya, telinga kita dapat nikmati bunyi-bunyian merdu, mata kita dapat menikmati penglihatan-penglihatan yang Indah, hidung kita dapat menikmati keharumankeharuman yang sedap, mulut kita dapat menikmati rasa asin manis, masam dan sebagalinya dalam makanan
Kita hendak menikmati semua itu, karena itulah berkah Tuhan! Kita berhak menikmati apa yang ada setiap saat, setiap detik
Bahkan setiap tarikan napas akan te rasa nikmat s ekali kalau kita ingat bahwa setiap tarikan napas merupakan berkah Tuhan! Apa saja yang ada merupakan sumber kenikmatan bagi orang mensyukuri kehe ndak Tuhan karena dalam segala hal, kalau Tuhan menghendaki, te rdapat berkah dan kenikmatan! Ketika pada keesokan harinya Cia menyebutkan jumlah uang yang katanya te lah ia keluarkan sebagal biaya mendidik Cin Cin, dengan royal Coa Tai-jin membayarnya dengan tunai, bahkan menambahkan sejumlah hadiah yang melampaui bayangan Cia Ma sendiri
Tentu saja wanita gendut Itu girang bukan main
Kalau dihitung, selama tiga tahun mendidik Cin Cin, la menerima, keuntungan puluhan kali lipat! Akan tetapi, segera kegirangan ini disusul kekecewaan dan kemarahan karena ketika ia membujuk anak perempuan itu, Cin Cin berkeras tidak mau dis erahkan kepada Coa Tai-jin
Anak tolol! Setiap anak perempuan di manapun akan berlumba untuk menjadi gadis pingitan di rumah seorang pembesar tinggi seperti Coa Tai-jin, dan egkau yang dipilih ole h beliau, berani menolak
Bodoh kau, Cin Cin
Engkau akan hidup mewah, mulia dan terhormat di sana