Siauw-san Ngo-enghiong bukanlah anakanak kecil yang boleh kau ajak berkelahi begitu saja.
Itu berarti kalian menghina padanya, sedangkan aku pada saat ini menjadi tamu, maka bagaimana aku bisa membiarkan orang luar menghina tuan rumahku? Biarlah kuukur dulu kepandaianmu apakah sudah cukup pantas untuk digunakan melayani Ngo-enghiong.
Kalau kepandaianmu masih terlampau rendah, maka pulanglah saja dan belajar barang sepuluh tahun lagi sebelum memberanikan diri mencari Siauw-san Ngo-enghiong!" Sambil berkata begini, tosu ini mengeluarkan sebuah hudtim, yakni kebutan pertapa dan sebatang pedang pendek, lalu menghadapi Sin Wan sambil berkata, "Nah, keluarkanlah senjatamu dan kalian berdua boleh maju berbareng." Sin Wan dan Giok Ciu marah sekali melihat lagak orang ini yang terang-terangan memandang rendah kepada mereka.
Tapi Sin Wan memberi isyarat kepada Giok Ciu dan sambil mencabut pedangnya ia berkata kepada Keng Kong Tosu,"Totiang, ketahuilah! Kami berdua bukalah orangorang berjiwa pengecut yang mudah digerak untuk menarik kembali niat kami membalas dendam.
Jangankan baru kau yang menghalangi kami, biarpun menghadapi lautan api akan kami terjang untuk mencari dan membalas dendam ini! Kalau kau orang tua hendak merendahkan diri dan mengotorkan tangan mengikutcampuri urusan yang tiada sangkut pautnya denganmu, maka silahkan maju dan jangan kira kami takut padamu!" Melihat ketabahan anak muda yang bersikap tenang ini, Keng Kong tosu yang sudah banyak pengalaman maklum bahwa anak muda ini tentu memiliki kepandaian tinggi.
Apapula ketika melihat sinar pedang Pekliong Pokiam yang mengeluarkan hawa mujijat dan sinar mengerikan! Diam-diam Keng Kong Tosu terkejut sekali dan menjadi keder menghadapi pokiam yang benar-benar jarang dicari keduanya itu.
Namun sebagai seorang yang mempunyai tingkat dan disebu locianpwe oleh kebanyakan orang kong-ouw, Keng Kong Tosu menenangkan hatinya.
Tiba-tiba ia mengeluarkan suara ketawa menyeramkan yang nyaring dan panjang.
Suara ini memang terdengar aneh dan serem hingga semua orang yang berada di situ merasa bulu engkuk mereka berdiri, karena selain kedengarannya menyeramkan, juga suara ketawa itu mengandung pengaruh yang kuat sekali! Memang tosu itu sedang mengeluarkan kepandaian hoat-sutya, yakni semacam sihir atau ilmu hitam.
Dengan mujijat ia dapat menyebarkan pengaruh yang kuat di dalam suara ketawa itu untuk membuat Sin Wan lemah semangat dan terpengaruh olehnya.
Memang benar Sin Wan yang terkena tenaga yang sebenarnya ditujukan sepenuhnya kepadanya itu merasa seakan-akan ada sesuatu memukul dari dalam tubuhnya, yakni tenaga yang memasuki telinganya dan terbawa oleh suara ketawa yang menyeramkan itu.
Tapi, sebelum ia merasa mabuk dan pening, tiba-tiba jari tangan kanannya yang memegang pedang air hangat yang menjalar ke seluruh tubuh dan mengusir pergi pengaruh Mujizat itu! Sin Wan dapat menduga bahwa tentu pokiamnya yang memang ampuh dan mukjizat itu menolongnya dan dari Pokiamnya itulah datangnya tenaga hawa aneh yang melenyapkan pengaruh ilmu hitam! Maka ia selalu tersenyum dan dengan hati tetap berkata," majulah,totiang!" Keng Kong tosu heran dan terkejut sekali melihat betapa Sin Wan tenang-tenang saja seakan-akan tidak terpengaruh oleh suaranya, bahkan ketika Giok Ciu juga mencabut pedangnya yang hitam mulus bersinar-sinar, ia merasa betapa cahaya pedang itu tajam menusuk matanya hingga ia mundur dua tindak! Segera ia dapat menguasai dirinya dan dengan seruan keras ia maju menyerang dan Mengayunkan pedang dan hud-tim dari dua jurus yang bertentangan menyerang tempat-tempat berbahaya di tubuh anak muda itu! "Bagus!" seru Sin Wan yang segera mengelebatkan pokiamnya dan menangkis.
Keng Kong tosu membiarkan pedang pendek nya ter tangkis, karena pedang pendeknya itu pun pedang pusaka yang ampuh dan tajam, tapi dia tidak berani membiarkan hudtimnya terbabat putus oleh pedang lawan yang hebat itu, maka cepat sekali ia kelebatkan kebutannya dan kini meluncurlah ujung kebutan itu dengan cepatnya ke arah darah di leher Sin Wan! Inilah serangan maut yang sangat berbahaya dan disebut gerak tipu Hio-te-hoan-hwa atau dibawah daun cari bunga.
Namun Sin Wan telah berlaku waspada.
Cepat ia merubah bhesi dengan mengirimkan kepala dan leher ia dapat kelit ujung kebutan lalu balas menyerang dengan pokiamnya yang tak kalah hebat dan berbahayanya.
Serangan Balasan ini demikian hebatnya hingga Keng Kong tosu berseru kaget dan meloncat mundur sambil putar pedang pendeknya sedemikian rupa di depan tubuhnya sebagai pelindung.
Tapi ketika Sin Wan memutar pula pedangnya ke arah yang bertentangan, kedua pedang itu beradu keras dan hampir saja pedang pendek Keng Kong tosu terpental karena kuatnya serangan lweekang muda itu.
Keng Kong tosu merasa telapak tangannya panas dan ia menjadi pucat karena timbul rasa jerih terhadap anak muda yang tenang ini! Untung Gadis itu tidak maju mengeroyoknya, kalau terjadi hal ini, tentu ia tak kan dapat bertahan, karena ia tahu bahwa pokiam di tangan Gadis itu mukjizat sekali dan tidak kalah ampuhnya dengan pokiam putih di tangan pemuda ini! Diam-diam Keng Kong tosu heran sekali Mengapa tiba-tiba di dunia kang-ouw bisa muncul jago jago luar biasa yang semuda ini dan ia mulai memikir siapa gerangan suhu mereka ini yang tadi disebut Bu Beng Sian jin! Tapi serangan dan desakan Sin Wan membuat ia tidak dapat berpikir karena ia harus memusatkan seluruh perhatiannya kepada senjata musuh agar sampai di robohkan.
Setelah bertempur hampir dua ratus jurus dengan hebat sekali, mulailah Keng Kong tosu terdesak hebat tak berdaya.