Suling Emas Naga Siluman Chapter 36

NIC

"Kalian membunuh Pamanku! Kalian Iblis-iblis terkutuk, kalian manusia-manusia jahanam! Hayo, bunuh aku sekalian!"

Teriaknya sambil kakinya menendangnendang.

"Su-ko, jangan bunuh bocah itu. Mulutnya kotor, dia cocok untuk menjadi bujang kita."

Ngo-ok berkata dan dia sudah bangkit berdiri. Kemudian, di depan mata Hong Bu yang terbelalak penuh kengerian, Ngo-ok mencabuti kuku ibu jari tiga orang gadis yang rebah diperkosanya itu. Gadis-gadis itu menjerit satu kali dan roboh pingsan. Kemudian, setiap habis mencabut kedua kuku ibu jari tangan, Ngo-ok melemparkan tubuh itu dan dia sengaja membanting secara keras sehingga kepala gadis yang dibantingnya itu menimpa batu dan pecah, tewas seketika! Tiga orang gadis itu tewas dalam keadaan yang amat mengerikan dan menyedihkan.

"Iblis kau! Bukan maanusia kau! Terkutuk kau, menjadi intip neraka kelak, jahanam busuk!"

Sim Hong Bu memaki-maki dan hampir dia pingsan saking ngeri menyaksikan kekejaman yang belum pernah disaksikan sebelumnya, bahkan belum pernah dia mendengar atau mimpi tentang kekejaman sehebat itu!

"Uhh, mulutmu benar busuk! Kau sungguh pandai memaki, bagus sekali!"

Su-ok tidak marah bahkan memuji-muji! Tentu saja Hong Bu tidak sudi dipuji dan dia memaki-maki makin hebat.

"Anjing kau, babi kau! Kalian buas dan keji, melebihi binatang, melebihi iblis!"

"Hemm, suruh dia diam, Su-ko. Biarpun dia pandai bernyanyi, akan tetapi lama-lama bosan juga."

Kata Ngo-ok.

"Atau biar kurobek saja perutnya dan kita lihat isi perut anak yang begini berani?"

"Ha-ha-ha, nanti dulu, Ngo-te. Di tempat seperti ini kita butuh pembantu, dan anak ini mempunyai bakat yang baik sekali untuk menjadi seorang tokoh kita kelak. Lihat, keberaniannya menonjol, dan mulutnya pun cukup busuk. Kalau kelak tindakannya sebusuk mulutnya, wah, dia bisa menandingi kita."

"Jahanam keparat, siapa sudi ikut kalian? Hayo bunuhlah aku, keparat. Kaukira aku pengecut takut mati? Mau merobek perutku, robeklah, siksalah, kalian memang anjing-anjing serigala yang buas. Lihat saja, kalau ada Pendekar Siluman Kecil di sini, kepala kalian tentu akan dihancurkan!"

Saking marahnya dan karena merasa tidak berdaya melihat orang-orang ini berbuat kejam, dia teringat kepada pen-dekar yang dikaguminya itu dan menyebut namanya. Akan tetapi, dua orang tokoh sesat itu terkejut bukan main, wajah mereka berobah dan mereka memandang ke kanan kiri, seperti orang ketakutan!

"Di mana Pendekar Siluman Kecil?"

Bentak Ngo-ok yang biasanya pendiam dan tenang itu, kini kelihatan beringas dan gentar. Hong Bu adalah seorang anak yang cerdik sekali. Melihat perubahan pada wajah kedua orang manusia iblis ini, tahulah dia bahwa nama pendekar yang dijunjungnya itu kiranya juga sudah dike-nal oleh mereka ini dan mereka kelihatan gentar terhadap pendekar itu, maka dia lalu tertawa.

"Kalian masih bertanya lagi? Kalian tentu tahu sendiri kalau sudah mengenal beliau bahwa beliau adalah malaekat yang bisa menghancurkan iblis-iblis macam kalian dan dapat muncul sewaktu-waktu!"

"Kau ingin mampus!"

Ngo-ok menghantam ke arah kepala Hong Bu dan anak ini tanpa berkedip menanti datangnya maut.

"Plakk!"

Tangan Ngo-ok itu ditangkis oleh Su-ok.

"Eh, kau mengapa, Su-ko?"

Ngo-ok mendengus marah.

"Bodoh, anak ini agaknya mengenal dia dan kalau benar dia muncul, kita dapat mempergunakan dia sebagai sandera, tolol!"

Hong Bu juga segera mengerti persoalan ini dan dia tertawa bergelak.

"Ha-ha-ha, kiranya kalian ini hanya garang kalau menghadapi orang lemah saja. Sekali mendengar nama Pendekar Siluman Kecil, kalian terkencing-kencing dan terkentut-kentut ketakutan dan menggunakan akal licik dan curang untuk meng-gunakan aku sebagai sandera. Ha-ha-ha lihat siapa di sana itu?"

Tiba-tiba dia menuding ke kanan. Dua orang itu terkejut bukan main, cepat menoleh ke kanan akan tetapi di situ tidak ada siapa-siapa.

"Oho, siapa itu di sana?"

Kembali Hong Bu menuding ke kiri, dan secepat itu, pula kedua orang itu menengok ke kiri, sikap mereka jelas membayangkan ketakutan sehingga Hong Bu mentertawakan mereka.

"Bocah ini mempermainkan kita!"

Ngo-ok mengomel.

"Sudah kukatakan dia berbakat untuk menjadi tokoh golongan kita."

Kata Su-ok.

"Mari kita pergi!"

Dia lalu melompat sambil tetap mencengkeram tengkuk Hong Bu, diikuti oleh Ngo-ok.

"Eh, kalian tidak tahu? Didepan situ, lihat siapa yang menanti kalian!"

Kata pula Hong Bu yang sengaja hendak mempermainkan mereka. Dia tidak berdaya, tidak mampu melawan, tidak mampu membalas, maka dia hanya dapat membalas mereka dengan menakut-nakuti mereka saja.

"Bocah tolol, kamu kira dapat menakut-nakuti...."

Posting Komentar