Si Rajawali Sakti Chapter 91

NIC

Kalau ada tumbuh-tumbuhan yang pada saat sekarang ini belum diketahui manfaatnya» hal itu hanyalah karena manusia belum menemukan manfaatnya, akan tetapi akan datang saatnya manfaatnya ditemukan. Kemudian mahluk hidup bergerak seperti binatang. Adakah binatang yang tidak ada manfaatnya? Sedikitnya bermanfaat seka 1 bagi manusiai Bahkan ada yang djmanfaatkan air susunya, kulitnya* dagingi tulangnya! Semua ada manfaatnya, na itu, alangkah menyedihkan kalau manusia hidup yang sama sekali t h ada manfaatnya bagi manusia atau m luk lain! Setiap orang manusia berke* jiban untuk membantu terputarnya kesejahteraan bagi dunia seisinya. Mal perang merupakan perbuatan yang ai terkutuk dari segolongan manusia dan su pasti sekali Tuhan tidak menghendaki^

"Suhu, mengapa banyak manusia jadi jahat? Mengapa manusia saling rebut kekuasaan, harta, dan sebagainya'

"Karena pada umumnya kita manu! selalu mengejar kesenangan dunia, Lin. Apapun yang diperebutkan, baik kekuasaan, harta benda, wanita dan kan memperebutkan kebenaran sekail1 semua yang diperebutkan itu kita anggai sebagal sumber kesenangan. Kita selall Ingin memiliki semua itu, kalau semua itu untuk kita, menjadi milik klti Maka terjadilah perebutan yang menli bu I kan kekejaman dan bunuh meml karena kebencian. Kita lupa bahwa segt

suatu yang terdapat di dunia m adalah iilldc Tuhan! Bahkan diri kita masing- ng ini pun jnilik Tuhan! Kalau Sang llik hendak mengambil kembali mllik-

tya, termasuk diri kita, siapa yang data* mencegahnya? Keluarga kita, isteri m anak- anak kita, semua Itu milik i han. K i ta hanya mempun y a i, hanya pengakuan saja sebagai punya kita, akan Jetapi pada hakekatnya adalah milik hah semata! Demikian pula harta ben-kedudukan, dan sebagainya. Semua u merupakan anugerah atau pemberian ri Tuhan yag harus kita syukuri dan ta pergunakan sesuai dengan kehendak ya, yaitu dengan jalan mempergunakan mua anugerah itu demi kesejahteraan

e sama manusia. Kita t idak boleh t er-

at dengan semua itu, karena sesungguh ya semua itu hanya dipinjamkan saja epada kita oleh Tuhan sebagai r pemilik tunggali*1

Biarpun dulu Han Lin pernah mendengar pengertian itu, namun ucapan guru-ya itu merupakan pupuk dalam sanubari ya, menambah kekuatan iman dan kepasrahan hatinya kepada Tuhan Yi Maha Esa.

"Suhu, apa yang Suhu maksudkan ngan mempergunakan semua anugerah demi kesejahteraan sesama manusia?"

"Han Lin, anugerah Tuhan kepada kl1 dapat berupa kepandaian, kedudukan tini gi. tenaga kuat, kekayaan, dan sebagal nya. Sepatutnya kita mensyukuri sen itu dengan cara menjadi penyalur beri anugerahNya itu Yang berlebihan ke| dalan, menyalurkannya kepada yang Dibutuhkan kepandaian, yang berkeduduk. tinggi juga menyalurkannya demi kepe tingan mereka yang perlu dilindungi demikian pula yang kuat menyalur' kekuatannya dengan membela yang lei... dan perlu dibela, yang berkelebihan kt kayaan dapat menyalurkannya untuk menu bantu mereka yang miskin dan mer butuhkannya, dan selanjutnya* Dengi demikian, maka para penyalur berk, karunia Tuhan Itu menjadi pembanti pembantu Tuhan yang baik dan pati menerima karunia Itu."

"Akan tetapi, Suhu. Banyak orj

« mengeluh, mengatakan bahwa apa ing dapat mereka salurkan kepada orang |in kalau mereka sendiri tidak memiliki 11 ndalan, kedudukan, atau kekayaan, |W mereka itu lemah, seperti misalnya rang kakek atau nenek yang miskin bodoh?" Thal Kek Slansu tersenyum lebar ngga tampak giginya yang masih kap dan putih bersih. Sepasang mata-i yang bersinar lembut berseri. "Pertanyaan itu memang masuk akal. tftakah hanya orang berpangkat, orang kuat, orang pandai, dan orang kaya saja yang menjadi penyalur berkat Tuhan, arti menjadi pembantu Tuhan?

Tentu «a tidak, Han Lin. Seorang nenek tua >*ng tidak terpelajar, lemah, dan miskin .'»-kalipun dapat menyalurkan berkat Tu-kan, yaitu melalui sikap terhadap sesama unusia. Sikap yang tulus, jujur dan bjfk, ramah dan manis budi, merupakan

pemberian yang jauh lebih berharga daripada emas. Apa artinya dapat memberi mas kepada* orang lain akan tetapi pemberian itu disertai sikap yang mengejek,

marah, dan menghina? Akan tetapi taf pemberian apa pun Juga, setiap o< akan merasa senang menerima sikap ramah dan manis budi. Sikap yang inipun merupakan berkat Tuhan menandakan adanya sentuhan Kasihi lam hati nenek tua itu."

"Suhu, teecu mohon dijelaskan «fl tang Kasih yang Suhu maksudkan, y% menyentuh hat i sanubari nenek misi itu. Mengapa teecu melihat bahwa Kj seperti yang Suhu maksudkan itu j< sekali tampak berada di hati manu* Teecu melihat lebih banyak kebei menghuni hati manusia daripada Kasih.

'Sesungguhnya demikian, Han Li Kasih hanya dapat menjadi pengl batin kita kalau kita selalu dekat den] Tuhan. Kasih itu merupakan Sinar Tuhan dan Sinar itu dapat menyinai batin kita apabila batm kita tidak U tertutup dan digelapkan oleh nafeu-nal daya rendah yang mementingkan di «endlrU Manusia tidak mungkin dai belajar mengasihi atau belajar baik. gala kebaikan itu adalah buah dari Kasl

au Kasih menghuni batin kita* maka Isu daya rendah tidak akan tferfcya, ari lumpuh dan Kasih itu merupakan *uk yang melahirkah pikiran, ucapan, hn perbuatan yang sudah pasJti baik dan nar, yaitu baik dan benar. ba£i orang

nn, bukan bagi dirinya sendiri karena k dan benar bagi diri sendiri adalah licik dan palsu."

"Suhu, bagaimana kalau ada orang m melakukan perbuatan jahat kepada i ta yang amat menyakitkan badan dan tin kita?"

MHan Lin, satu di antara buah Kasih lah mengampuni kesalahan orang lain pada kita. Dengan dasar Kasih, meng-rnpunl merupakan hal yang amat mudah. )an mengampuni merupakan kewajiban nutlak dari setiap orang, karena haknya ah kita terima* yaitu pengampunan gl kesalahan kita dari Tuhan Maha engasih. Bukankah kita selalu mohon *ngampunan dariNya? Bagaimana Tuhan lapat mengampuni bagi kesalahan kita kalau kita sendiri tidak mau mengampuni esa lahan orang terhadap kita? Ini namanya mau menang sendiri dan mau sendiri dan itu merupakan kejahatan!1*

"Suhu, di dunia ini begitu terdapat orang yang menderita duka tapa dalam hidupnya. Selama teecu lakukan perjalanan, lebih banyak menjumpai orang yang berduka dar yang bersuka. Mengapa dalam kehi ini demikian banyak kedukaan?"

Han Lin, adanya duka karena suka, seperti adanya susah karena senang. Keduanya yang berlawanan tidak dapat dipisahkan, seperti si tidak dapat dipisahkan dari malam k na keduanya merupakan kembar! Senang atau susah hanya merupakan pikiran yang dipengaruhi nafsu yang bentuk si-aku dirugikan, dia susah, na segala sesuatu itu tidak langg selalu berubah, maka timbullah senang mempermainkan manusia. Se perasaan Itu, susah senang, kecewa deng segala macam marah, benci, i dengki, semua disebabkan oleh penga nafsu yang menguasai hati akal piki sehingga membuahkan perbuatan jahat**

"Kalau begitu, jika Kasih datang dari i han, maka nafsu itu datang dari Se lan dan kita pe,riut . membuang semua Mfsu, Suhu?"

Thai Kek Sian»u tertawa Jftrpbut. "He-i» , sama sekali tidak demikian, Han Lin. Nafsu ada pada setiap orang rnanusia ak dia dilahirkan, maka nafsu juga n erupakan pemberian dari Tuhan agar nafsu melayani kebutuhan manusia hidup ti dunia ini.

Tanpa adanya nafsu, manual a tidak dapat hidup di dunia. Nafsulah ng mendorong manusia sehingga dapat c m buat segala sesuatu yang dibutuhkan talam kehidupan ini. Nafsu yang membuat manusia dapat menikmati kehidupan. ' anpa adanya kenikmatan dalam makan ang dipengaruhi nafsu dalam selera akan, manusia tidak akan suka makan, (demikian dengan nafsu yang mempenga ruhi hal-hal lain. Akan tetapi, juga nafsu ang mencelakakan manusia, yaitu apabila tafsu daya rendah berbal ik menjadi ma ikan dan kita manusia menjadi pelayan ya. Kalau sudah begitu, maka manus a berpikir, berbicara, dan bertindak sesuaidengan dorongan nafsu yang memben si-aku dan kegelapan nafsu daya menutupi jiwa sehingga Sinar Kasih nan tidak dapat meneranginya."

"Kalau begitu, kita perlu mengend kan nafsu, Suhu?"

Thai Kek Siansu menghela napas jang. "Sulit sekali bagi kita ma untuk mengendalikan nafsu hanya me andalkan hati akal pikiran saja, Han Li Karena hati akal pikiran sendiri f' bergelimang nafsu. Satu-satunya kekua an yang akan mampu mengendal i nafsu daya rendah hanyalah Kekua Tuhan semata. Dan agar Kekuasa Tuhan dapat bekerja, satu-satunya k mungkinan adalah apabila kita mendeka kan diri kepadaNya."

"Bagaimana agar Tuhan dekat deng kita, Suhu?"

"Hanya apabila kita dekat denganNy Dekat dengan Tuhan berarti memili iman sepenuhnya kepada Tuhan, t barulah lengkap apabila kita percaya berserah diri, pasrah kepadaNya denga sepenuh dan selengkapnya, dengan ha

(uing sabar dan rela menerima apa pun t ng terjadi dan datang kepada kita de n keyakinan bahwa segala yang ter-I i di luar kekuasaan kita untuk meng ' ahnya itu adalah sesuai dengan ke t»ndak Tuhan! Kepasrahan yang mutlak dah yang mendekatkan kita dengan uhan karena Dia mengasihi orang yang - riman penuh kepasrahan. Kalau sudah gitu, kekuasaanNya akan menyinari wa kita sehingga nafsu daya rendah kembali bekerja sesuai dengan tugas m ereka, yaitu menjadi pelayan kita."

'Bagaimana teecu harus menjawab alau ada yang bertanya apakah sikap pasrah itu tidak membuat kita malas berusaha sehingga tidak akan mendapatkan kemajuan dalam kehidupan kita?"

"Sikap demikian itu salah sama sekali! Tuhan menciptakan kita manusia lengkap dengan segala anggauta badan termasuk hati akal pikiran uan naisu-nafsunya. Karena itu, sudah semestinya kalau kita pergunakan semua alat pelengkap ang auta badan itu, kita pergunakan sesuai dengan fungsi masing-masing. Kekuasaan Tuhan sendiri bekerja tiada hent» 3*1 gg seluruh alam semesta da berlungsi dengan baik. Itulah yang sebut sejalan dengan Tao (Jalan), adalah Kekuasaan Tuhan, Kodrat T Siapa menyalahi kodrat, dia mem dosa yang akan dipikul akibatnya. K butuh makan, haruslah mencari mak itu, bahkan kalau sudah dapat dan ' makan, tetap saja kita harus be^cer yaitu mengunyah dan menelan makan Sesudah makan memasuki lambung, te saja anggauta badan kita berupa lam itu bekerja menghancurkan makanan setiap tetes darah kita juga beker Karenanya, kita manusia harus beru:: sekuat tenaga, itu merupakan kewajiL niutlak, akan tetapi sebagai dasarnya, ki harus pasrah kepada Tuhan karena bag manapun kita berusaha, hasil akhirn berada di Tangan Tuhan. Karena it nastl yang ditentukan Tuhan haruslah k" syukuri, besar atau kecil, manis atau p pahit. Karena segala hal yang terja telah ditentukan Tuhan dan apa pun y terjadi dengan kita, karena itu keputu

|tya, sudah pasti yang terbaik bagi kita."

Sunyi- sekali di sekitar puncak. Hening -kali. Tidak ada sedikit pun angin se-NiJir. Daun-daun pohon tidak ada yang g yang, bahkan semua suara terhenti, iidak tampak lagi burung terbang di i Hara. Seolah segala sesuatu ikut mendengarkan apa yang diucapkan Thai Kek Siansu kepada muridnya itu.

Semenjak pagi itu, Han Lin tinggal rsama gurunya, memperdalam ilmumu yang sudah dikuasainya dan memperkuat iman dan penyerahannya kepada Tuhan dengan latihan penyerahan, ditemani oleh Thai Kek Siansu.

Setelah menjadi murid Ketua Beng-uw, Chou Kian Kl berhubungan dekat dengan Co Kim Lian. Gadis remaja ini memang sejak pertama telah tertarik oleh ketampanan Kian Ki, lebih-lebih etika- melihat betapa Kian Ki dapat mengalahkan Gu Kian! la tahu M diam-diam ayahnya dahulu mengharu agar ia menjadi jodoh Gu Kian mungkin akan diangkat menjadi penj ketua. Akan tetapi setelah bertemu Kt, baru Kim Lian menyadari bahwa tidak mencinta Gu Kian dan tidak in menjadi isterinya.' Rasa sukanya k; Kian Ki makin bertambah melihat si Kian Ki yang baik dan sopan kepadan dengan sikapnya yang lembut dan angg seperti yang biasa menjadi sikap bangsawan. Membandingkan Gu K' dengan Kian Ki, ia melihat seperti ekor burung gagak dengan seekor bu merak! Mulailah Kim Lian bergaul dengan Kia Ki, bahkan setiap kali latih silat, ia selalu memilih Kian sebagai mitra tandingnya, padahal dah selalu Gu Kian yang menemaninya.

Melihat keadaan Kian Ki yang a akrab dan mesra dengan Kim Lian, Cu Yin merasa tidak senang. Cu memang tidak pernah mencinta Kian hanya untuk teman bersenang-sen saja menuruti hawa nafsunya, la y

L ah mulai bosan dengan Kian Ki, di-L mbah lagi melihat keakraban pemuda Inngsawan itu dengan Kim Lian, kini merasa I k betah tinggal di perkampungan Y' g- kauw. Rasa tidak betah dan tidak ng ini semakin bertambah ketika i iat-beng-kwi memperlihatkan sikap F ayunya, bahkan sempat pernah menatakan bahwa Coat- beng-kwi akan » nang kalau Cu Yin suka menjadi selir-i a yang jumlahnya sudah belasan orang mi! la ingin pergi dari perkampungan I ng-kauw, akan tetapi Coat- beng-kwi tidak memberi ijin, juga Kian Ki tidak mbolehkannya. Biarpun kini dia mulai enjauhi Cu Yin, bagi Kian Ki, Cu Yin »asih amat penting dan berguna. Wanita ng banyak pengalaman dan cerdik itu atut dijadikan pembantunya yang boleh percaya. Pula, kalau Cu Yin pergi ke udian menyebar berita bahwa dia kini berada di Hek-hwi- san, di pusat Beng-auw, mungkin Kerajaan Sung akan me girim pasukan dan orang- orang sakti ntuk menangkap atau membunuhnya. Pada suatu malam, ketika Cu Yin duduk termenung dalam kamarnya dei hati kesal, daun pintu kamarnya dikt, orang. Ketika daun pintu dibukanya, melihat Coat-beng-kwi dengan mi merah dan agaknya setengah mabuk masuki kamarnya, ta cepat mundur menjauh.

"Lai Cu Yin, malam ini aku ingin di sini." kata Coat-beng-kwi sambil nyeringai.

Posting Komentar