Si Rajawali Sakti Chapter 89

NIC

Cu Yin melihat betapa Kim L tiba-tiba menoleh dan memandang badanya dengan sinar mata mengandung i' marahan. Sebagal seorang wanita yang I» nyak pengalaman, tahulah ia bahwa m aknya puteri Ketua Bengkauw itu menyukai Kian Ki sehingga ucapan ayahnya i di membuat ia merasa cemburu kepadanya.

"Locianpwe, saya hanya seorang yang t» ndukung dan membela Kerajaan Chou dan karena Chou Kongcu merupakan pewarisnya, maka tentu saja saya selalu Siap untuk membela dan mendukungnya.**

"O, begitukah? Akan tetapi, untuk menerima pelajaran ilmu Coat-beng T k r ang sama sekali tidaklah mudah. Bahkan Kim Lian dan Gu Kian juga belum rukup kuat untuk mempelajarinya. Kare-'ua itu, aku harus mengukur dulu sampai Mi mana tingkat kepandaian Kian Ki, Haru akan kupertimbangkan apakah dia ukup kuat menerima ilmu itu. Kalau tidak cukup kuat, dia boleh mempelajari Mmu-ilmuku yang lain yang tidak seberat 1 oat-beng Tok-ciang."

"Akan tetapi kalau Locianpwe yang mengujinya dengan pukulan seperti tadi, amat berbahaya bagi keselamatan Kongcu!" bantah Cu Vln berani. "Hem mm p tidak perlu aku sen yang mengujinya." kata Coat-beng-lalu dia berkata kepada puterinya. "K Llan, panggil Cu Kian ke sini!*1

"Ayah, biar aku saja yang Chou Suheng (Kakak seperguruan kata Kim Lia , tanpa ragu lagi bu t suheng kepada Kian Ki. Per min gadis ini wajar saja karena dalam ilmu kepandaian silat, tingkatnya lebih rendah dar pada tingkat Cu Kian.

"Tidak, kalau engkau yang mengu] tentu kedua p hak akan merasa sung dan pertandingan ujian Itu hanya p* pura saja " kata Coat beng-kwL "Pa/r Cu Klan ke sini!"

Kim Llan tidak membantah lagi k na ucapan- ayahnya tadi tepat se menebak isi hatinya. Ia tertarik merasa suka sekali kepada pemuda pu ra pangeran itu sehingga kalau la y Tienguji, tentu Ia akan berpura-pura mengalih agar pemuda bangsawan lulus ujian! Maka ia segera keluar

lama kemudian Ia kembali memasuki ft» gan tamu yang amat luas itu ber-bma Cu Kian. Pemuda ini segera ber [t di depan gurunya, menanti per rv-

u

"Cu Kian, Chou Klan Ki ini akan erima menjadi murid dan untuk me-tahul sampai di mana tingkat kepan-annya, engkau harus mengujinya. Tl-k mengapa kalau sampai engkau metalnya, akan tetapi jangan membunuh-al"

Di dalam hatinya, sejak semula Cu » af\ merasa tidak suka kepada Chou Klan K i karena dia melihat betapa agaknya (molnya, yaitu Kim Llan, tertarik ke-j- >da putera pangeran Itu. Apalagi kini mendengar bahwa gurunya akan menerima pemuda itu sebagal murid, hatinya semakin panas, penuh Iri dan cemburu. Maka, mendengar bahwa dia diharuskan nengujl Klan Ki dan boleh melukai asalkan tidak membunuh, dia merasa girang sekail. Dia akan menghajar dan membuat pemuda Itu jerih lalu memilih pergi dari situl

"Baik, Suhu. Kapan dan di mana cu harus mengujinya?*1

"Sekarang dan di sini juga, ini cukup luas untuk melakukan pert d ngan silat.1*

"ApakaH teecu boleh me senjata ataukah hanya dengan tan kosong, Suhu?" tanya Cu Klan.

Tiba-1 iba Klm Lian yang men ja ketus. "Gu Suheng, m engkau ini ba mana sih? Suhu menyuruh engkau me uji seorang saudara seperguruan ki bukan disuruh menyerang seorang m Tentu saja dengan tangan kosong tidak mengg nakan senjata!"

"Ha-ha-ha, Klm Lian berkata bena Mulailah, Cu Kian dan engkau, Kian K bersiaplah engkau menghadapi seranH Cu Kian. Tentu saja engkau juga ha" melawan, ingin kulihat apakah en0* mampu menandingi Cu Kian." kata <^ beng-kwi.

"Baik, Suhu." Cu Kian dan Klan menjawab hampir berbareng. Mereka ia melangkah ke tengah ruangan Itu, di ku pandang mata Coat-beng-kwl dan Ki

|*n. Cu Yin juga memandang dengan * m senang karena ia teiah Ikut men-trong Coat-beng-kwl sehingga Kian KI m hasil menjadi murid ketua Bengkauw ing lihai Itu. Ia tidak khawatir melihat a K i akan diuji Gu Klan karena ia Ikin akan kehebatan Ilmu .kepandaian tera pangeran Itu. Gu Klan pasti tidak an mampu melukai Kian Ku Yang «mpu mengalahkan Kian KI mungkin nya Coat-beng-kwi saja* Tadi pun, t ka Coat-beng-kwi menyerang dengan i ulan jarak jauh, ia tahu benar bahwa an Ki menuruti nasehat ya dan tidak ngerahkan sin-kang untuk melindungi Iuri sehingga dapat terluka. Kalau dia ►enggunakan sln-kangnya pasti pukulan at-beng-kwl itu dapat di tangkisnya. Ketika dua orang pemuda Itu saling t* hadapan, Kian Ki melihat betapa sinar mata Gu Kian mencorong penuh kebencian. Tahulah dia bahwa murid utama Coat-b ng-kwl ini tidak suka, bahkan benci kepadanya. Tentu saja dia tidak me uxli takut. Dia bahkan harus waspada, maklum bahwa Cu Kian dapat menjadi se orang musuh yang berbahaya. Seba k ket ka Cu Klan melihat betapa Kiai memandangnya dengan mulut tersen menge ek, dia menjadi semakin ma Biarpun aku tidak boleh membu uhn aku akan membuat dia terluka pa demikian pikirnya. "Chou Kian Ki» sambutlah serang* Ini!" Dia membentak dan begitu mc rang* dia menggunakan jurus pilihan] engerahkan semua tenaganya sehi serangan Itu dahsyat bukan main. angin pukulan menyambar kuat ke I Kian Ki. Akan tetapi Klan Kl de~ tenang sekali namun cepat mengelak 1 dari samping dia menggunakan te a tangan mendorong ke arah kepala awan

"Dukkkr Gu Klan menangkis den kuat dan pertemuan kedua lengan H membuat keduanya tergetar. Diam-dia Gu Kian terkejut karena dia mera betapa lengan lawannya itu kuat sekali Dia maklum bahwa lawannya ternya memiliki tenaga yang kuat. dapat mer Imbangi tenaganya sendiri. Dia menja penasaran sekali dan segera menghu"

ooOOoo

Dukkk " Gu Kian menangkis dengan kuat dan pertemuan kedua lengan itu membuat keduanya tergetarkan serangan-serangan kilat yang bei kepada Kian Kl. Pemuda ini ginya, mengelak, menangkis berbahk menyerang dengan tampai atau tendangan sehingga terjadi perit dirigen yang seru sekail.

r

iga orang itu memandang kagun -Terutama 1 sekali Kim LIan. Gadis benar-benar kagum kepada Klan Ki. ma sekali tidak pernah disangkanya wa Kian Kl benar-benar telah mei llhatkan kegagahann a, mampu dlngl Gu Klan. Padahal, gadis itu bahwa kepandaian Gu Kian amat setingkat dengan kepandaiannya : dan pada masa Itu, sukar mencari yang mampu menandinginya. Akan tei ternyata Klan Kl dapat menandingi Kian, baik dalam hal kecepatan j tenaga. Semua serangan yang i Gu Klan dapat dielakkan atau dit£ nya dengan baik dan sebaliknya dia dapat membalas dengan serangan-seran( an yang membuat Gu Kian tampak kerepotan untuk menghindari

pri atau menangkis. Bahkan sudah tiga Lfl tamparan dan tendangan Kian Ki prnyerempet tubuhnya. TidaM meroboh^ pnnya akan tetapi cukup membuat dia IrrhuyungI Saking kagumnya, Kim Lian decak dan memuji. Mendengar suara prkaguman Kim Lian ini, Gu Kiah rnen-l di semakin marah dan dia mengeluar-* km seluruh jurus simpanannya dan me-i erahkan seluruh tenaganya. Namun te-titp saja dia tidak mampu mendesak Kian Kl.

Sebetulnya, hal ini tldakft! aneh. Kian Ki telah menerima pelajaran ilmu «ilat dari Hongsan Siansu Kwee Cin Lok almarhum dari Kanglam Sinkiam Kwan Trr Nu dan Im Yang Tosu, dan semua ilmu ini masih diperhebat oleh gemblengan Thian Beng Siansu almarhum, pada waktu mana Kian Ki menyedot dan menerima pengoperan tenaga sakti dari empat orang ktl itu. Kalau Kian Kl mau menggunakan tenaga saktinya, agaknya dia dapat merobohkan Gu Klan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Akan tetapi dia mem- * batasi tenaganya sehingga pertandingan Itu berlangsung «eimbang sampai dari lima puluh jurus!

Coat-beng-kwi yang sejak tadi perhatikan, diam-diam merasa aer Agaknya Hongsan 5iansu audah mewa kan seluruh kepandaiannya kepada C| Kian Ki, pikirnya. Pemuda itu bent benar hebat, bukan hanya dapat meni dingi Gu Kian. bahkan kini mulai dajj mendesajcnya. Akan tetapi kalau Kian belum dapat mengalahkan Gu Kian, te saja dia belum mau mengajarkan il simpanannya Coat-beng Tok-ciang k kalau hal itu dia lakukan, tentu menimbulkan iri dalam hati Gu Duga akan berbahaya bagi Kian K i dtyi kalau dia belum memiliki si yang cukup kuat, lebih kuat dari kang yang dikuasai Gu Kian.

Gu Kian sudah kehabisan akal. jurus simpanan telah dia keluarkan, mua tenaga sinkang telah dia kerahk namun tetap saja dia tidak dapat me alahkan Kian Ki. Bahkan kini dia mu terdesak karena serangan balasan Kian Ki amat cepat dan kuatnya. Dai daan terdesak, Gu Kian khawatir kau dia sampai roboh di tangan pemuda igsawan itu. Dia akan malu sekaji» utama di depan Kim Lian yang ditanya dan yang diharapkannya menjodohnya kelak. Berpikir demikian, Klan menjadi nekat. Tiba-tiba dia angkah mundur, lalu menerjang maju gan tubuh direndahkan dan kedua apak tangannya mendorong ke depan, r *ua lengan kanannya mengeluarkan j nyi "krek-krek!" dan itulah tandanya ihwa dia mengerahkan ilmu pukulan Vk-in Tok- clang. Dari kedua telapak igannya mengepul uap hitam. Hek-Tok-ciang (Tangan Beracun Awan Hl-m) ini hebat bukan main. Biarpun tidak hebat Coat-beng Tok-ciang yang me-a tikan, pukulan ini juga mengandung »cun berbahaya yang dapar me bu

«n luka dalam bagi lawani

"lhhhhh !!" Klm Lian menjerit kare-d ia sendiri juga menguasai ilmu Itu ng Ia tahu

amat berbahaya bagi Kian .. Akan tetapi. Kian Kl juga menekuk dua lututnya sehingga tubuhnya merendan, lalu dia mendorongkan kedua pak tangannya menyambut. Dia . gunakan- ilmu Thaj-lek-jiu (Tangan tenaga Besar) yang dia pelajari dari diang Hongsan Siarau, akan tetapi saH tenaga saktinya' jauh lebih dibandingkan tenaga mendiang Ho Siahsu. Kalau dia mengerahkan selu sirifcangnya, akan berbahayalah bagi sete'mata nyawa Gu Kian. Kian yang ingin mendapatkan ilmu yang tinggi dari Coat ben kwi, tentu

6*ak mau mengg nak seluruh te yang akan dapat membunuh Gu Kian. membatasi tenaganya, akan tetapi ^ lebih kuat daripada tenaga sakti Gu, yang sudah dia ukur dan kdtahui t' nya ketika tadi berulang kali me tenaga.

"Wuuuttttt desssssir Dua terapak tangan itu bertemu dan aki nya, tubuh Gu Kian

terdorong ke be kartg sampai tujuh langkah! Akan te Kian Kl juga terdorong mundur tiga la kah. Tentu saja Kian Kl sengaja biarkan dirinya mundur tiga langkah

u maksudnya hanya agar tampak bah-' dia lebih unggul sedikit dibandingkan Kian sehingga akan pantas menerima ajaran Coat-beng Tok-oang yang dia

ka dari Coat-beng4cwi. Wajah Gu Kian menjadi pucat* £ha rasa terkejut, .penasa an da* *nsr«h — L Apalagi ketika dia mendengar i m Lian bertepuk tangan dan berseru. 'L ha t, ayah Chou Suheng dapat me-alahkan Gu Suheng Dia pantas mener i pelajaran ilmu tertinggi dan ayah!" Akan tetapi watak Coat-beng kw mang aneh. Tadinya dia yang ingin «u apakah Kian Kl cukup tangguh dan t untuk menerima pelajaran Unu'yang rat darinya. Kini, melihat betapa Kian K i dapat menandingi, bahkan mengalah > n Gu Kian, muridnya yang dia bang lokan, dalam hatinya timbul penasaran! Gu Kian yang merasa malu karena kalahkan Kian Ki, kekalahan adu telaga yang jelas tampak karena dia mundur tujuh langkah sedang Kian Ki hanya undur tiga langkah, sudah mencabut uang-to (sepasang golok) dari punggungnya. "Suhu, perkenankan teecu menguji dengan senjata!"

Sebelum Coat-beng-kwi menja Kim Lian mendahului bangkit dan nudingkan telunjuknya ke arah muka Kian. "Gu Suheng, apaKah engkau malu? Engkau disuruh ayah untuk uji Ilmu silat Chou Suheng dan da pertandingan tadi sudah jela»'bahwa e kau kalah dalam segaia-ga a a K cepat, kalah tangguh, dan kalah ! tenaga dalammu. Setelah menguji ka sepatutnya engkau melaporkan k ayah bahwa Chou Suheng pantas nerima pelajaran tertinggi dari ayah. engkau malah menuruti kemarahan iri hati, kini hendak menggunakan jata Begitukah sikap seorang tokoh Be kauw yang disegani orang?"

Posting Komentar