Si Rajawali Sakti Chapter 88

NIC

Di dunia ini agaknya hanya Co Ki Lian yang berani menyalahkan Ket~ Berigkauw, Coat-beng-kwi sendiri terkej dan seperti tercengang melihat ada oran berani mengatakan dia tidak adil da keliru* Akan tetapi yang menyaiahkanny adalah puten tunggal yang amat disayang nya, maka rasa marah itu hanya membuat mukanya menjadi merah sekal perti udang direbus.

"Anak bodoh! Mengapa engkau mengi| takan aku keliru dan tidak adil?"

Kim Lian mengeluarkan sebuah boi kecil dari ikat pinggangnya, memb» tutup botol kecil dan mengeluarkan butir pU merah, menghampiri Kian yang dipapah oleh Cu Yln dan dibai duduk lagi di atas kursi.

"Nih, telan pil ini dan engkau tldi akan mati." Diberikan* ya pil itu Kian Ki yang menerimanya dan segei menelannya. Sebentar saja rasa nyeri dadanya mengh lang. Setelah mniberi obat penawar raci akibat pukulan itu, Kim Lian kini beri di depan ayahnya dengan mulut cei beru t dan sikapnya menantang dan manj

"Ayah kehrju Ayah mengatakan mau berpihak dengan adanya permusuhan antara Kerajaan Chou dan Kerajaan Sung, akan tetapi sekarang ayah memukul pu-tera dari mendiang Pangeran Chou Ban Heng! Berarti ayah membela Kerajaan Suru*.

Bukankah hal itu bertentangan i*an perkataan ayah sendiri dan kare-iva keliru dan salah?" Coat-beng-kwi Co Sal cemberut juga, i tetapi dia lau menghela napas

pan-"Baiklah» dalam hal ini aku telah lxjru nafsu. Akan tetapi kenapa eng-i mengatakan aku tidak adil?" "Tentu saja ayah tidak adi 1. Yang

I ng tanpa diundang ada dua orang, Itu Chou Klan KI dan UI Cu Y jan tetapi mengapa ayah hanya me-*u| Chou Kian Ki saja? Apakah ayah J*k berani memukul Lai Cu Yin karena

murid Hwa Hwa Moll? Atau barangII ayah tidak mau memukulnya karena seorang wanita cantik?"

Diserang dengan kata-kata seperti Itu, tka ketua Bengkauw itu menjadi merah. * marah sekali akan tetapi menghadapi terinya yang hanya satu ini, dia seperti t kutu. Dia hanya melontarkan ke-ahannya melalui makian, "Kim Lian! Engkau anak gila !"

'Tentu aku mewarisinya dari ayahku" ab gadis itu berani dan tiba-tiba Ke-i Bengkauw itu tertawa bergelak seolah mendengar ucapan yang amat

HHoarha.-ha-»ha! 'Bagus, engkau mewarisi sesuatu dari ayahmu! I lah, anak tolol, aku memukul pemi karena aku tidak mau mener manyi bagal muridku."

"Kembali engkau keliru, ayah, kekeliruanmu yang mi besar sekail.1*

"Eh-eh, berani engkau lagMag) ngatakan aku salah, anak setan?" ' nya saking marahnya, Ketua Bei yang wataknya aneh itu lupa bahwa lau Kim Llan anak setan, maka yang menjadi setannya.

"Tentu saja aku berani karena mang ayah keliru. Ayah menga j silat kepada mur d- cnurld yang bei dari orang biasa Sekarang ada pangeran yang bercita-cita mi kembali Kerajaan Chou minta mur d, ayah malah rneaetak? kalau Chou Klan Kl menjadi murid a] kalau kelak dia bernatal membei kembali Kerajea* Chou dan menjadi sar, berarti ayah menjadi guru kal Bahkan kalau dia gagal menjadi Ml

nya dikenal sebagai seorang panen pejuang* Apakah ayah tidak akan gga kalau dikenal sebagal guru ae* g pahlawan pejuang yang gagah per

oat~beng-Jtwl termenung mendengar «pan puterinya. Seorang seperti dia itu, Um segala hai memperhitungkan un* 'B ruginya. Setelah dia renungkan» dia pat membayangkan bahwa kalau dia < «rima Chou Kian Ki sebagai murid, inya. tidak ada sama sekali. Akan p untungnya sudah jelas» seperti mbarkan puterinya tadi. Dia kini mandang kepada Chou Kian Ki yang ih duduk kembali rriendengarkan per-atan antara- ayah dan anak Itu dengan uh harapan. Diam-diam dia girang wa gadis remaja cantik itu rnembela-al Bukan hanya memberi obat penawar g manjur sehingga kini dia tidak me* takan lagi bekas serangan hawa pukul beracun tadi, akan tetapi juga dengan : h menganjurkan ayahnya untuk me-ma dia sebagal muurjl Chou Kian Ki, sudah bulat benarkah

tekadmu untuk menjadi muridku?" beng w bertanya sambil menatap wajah pemuda Itu.

"Saya sudah bertekad untuk kepada Loc anpweJ" kata Klan Ki suara mantap.

Hei, Chou Klan Ki, kenapa e menyebut ayahku masih locianpwe? harusnya engkau menyebut suhu k gurumu!" tiba-tiba Kim Lian menegu

Mendengar, ini Kian Ki menjadi rang sekali dan dia segera menjatu diri berlutut di depan kakek Itu, beri hormat dan berseru, "Suhu, (murid) menghaturkan hormat!" Coat-beng-kwl mengerutkan alis andang kepada puterinya, akan t Kim LUn balas memandang dan t nyum manis. Kakek Itu menghela panjang lalu rnernandang. kepada Kian Ki yang masih berlutut.

"Hemmm, anak setani" kembali memaki puterinya. "Chou Kian Ki, kit dan duduklah kembali, mulai seka engkau harus menaati semua per n dan petunjukku." "Terima kasih, Suhu." kata Klan KI arngani girang, lalu dia bangkit dan iduk kembali di atas kursi.

"Sebelum aku dapat mengajarkan ilmu kepadamu, Kian Ki, aku perlu mengetahui lebih dulu dari siapa engkau belajar ulat dan sampai di mana tingkat fcepan- anrmj."

Kian Ki teringat akan nasehat Cu Yin agar dia" tidak mengaku telah memiliki Ilmu silat tinggi dan tenaga sakti yang amat kuat, maka dia "berkata. "Teecu pernah dilatih oleh mendiang Suhu Hong san Slansup Suhu."

"Hemmm, Hongsan Siansu Kwee Cin Lok ketua Hong san pai Ltu? Kalau begitu, tentu'Ilmu silatmu tidak rendah dan engkau tentu sudah menguasai Thai-lek- darinya."

"Apa yang teecu pelajarl masih amat dangkal. Suhu." kata Kian KI.

Tiba-tiba Lal Cu Yln berkata. "Maaf, Locianpwe. Saya kira Chou Kong u ini merendahkan diri saja. Saya tahu benar bahwa dia memiliki ilmu silat yang cukup tinggi sehingga saya sendiri tldak mampu menandinginya? Hanya t saktinya yang agaknya masih poi mendapat tambahan. Saya mende dari Subo bahwa Locianpwe mem Ilmu simpanan yang mengangkat nu besar Locianpwe. yaitu Coat-beng T elang (Tangan feeracun Pencabut Nya Ka au Locianpwe mengajarkan ilmu i kepada Chou Kongcu, maka tentu d[ akan menjadi murid yang akan mer banggakan hati Locianpwe.'

Kalau orang lain yang berani usulkan dia mengajarkan ilmusim— itu, mungkifv saja Coat-beng-kwi menjadi marah. Akan tetapi ucapan Yin itu agaknya membuat dia gembi dan' bangga karena Hwa Hwa Moli ju mengagumi ilmunya yang dahsyat itu. "Ha-ha-ha, engkau pintar bicara mengapa agaknya engkau amat mem dan membantu Chou Kian K, Cu Yi Ha ha, aku tahu, dia ini putera pandan tampan, tentu engkau sangat rrv cintanya, bukan?"

Posting Komentar