"Hemmm, Beng-kauw? Aku pernah Mendengar bahwa Beng-kauw merupakan rkumpulan rahasia yang aneh dan juga i ang ada orang luar dapat mendekati, tapakah ketuanya yang kau maksudkan lu, Yin-moi?"
"Ketuanya bernama Co Sai, berjuluk Coat-beng-kwi (Setan Penyabut Nyai dan kabarnya belum pernah ada or yang mampu menandingi ilmu-ilmu Kukira hanya dialah yang dapat memb bingmu untuk menguasai ilmu yang t1 terkalahkan, Kongcu."
"Bagus! Aku ingin berjumpa dan lajar ilmu dari Coat-beng-kwi Co Apakah engkau mengenalnya, Yin-moi.
"Aku sendiri belum pernah bertc dengannya, Kongcu».. Akan tetapi guru Hwa Hwa Moh, adalah sahabat baikn Kabarnya Coat-beng-kwi itu seorang d dan mempunyai seorang anak peremp akan tetapi selirnya banyak sekali, merupakan raja tanpa mahkota di d hitam dan semua orang takut kepadan Bahkan para pendekar sekalipun t1 berani sembarangan mencampuri urusa nya dan merasa lebih aman untuk m jauh dan tidak mempunyai perkara ngan Beng-kauw."
"Wah, kedengarannya hebat sekal Apa engkau tahu di mana adanya Coa beng-kwi? Aku ingin menghadap dia d' minta diberi pelajaran ilmu yang leb
SK'-
"Menurut keterangan su-bo (Ibu guru), Pegunungan Beng-san terdapat sebuah l
Karena itu, tidak ada orang berani mendekati tempat itu dan menurut cerita guruku, siapa yang berani mendaki Bukit Setan Hitam
bahkan bertemu maut!" "Hemmm, aku tidak takut. Aku akan pergi ke sana menghadap Coat-beng-kwi Co Sai! Untuk mendapatkan ilmu yang (aling tinggi, aku tidak takut mempertaruhkan nyawaku."
"Sudah bulat benarkah tekadmu itu, C.hou Kongcu?"
"Sudah, memang lebih baik mati kalau aku tidak mampu mencapai cita-citaku menjadi Raja Kangouw!"
Cu Yin tertawa dan merangkul muda yang menjadi kekasihnya itu. " kau tidak perlu berkorban nyawa, Kon Ada aku di sini yang akan menemani mengantarmu sampai dapat bertemu ngan Ketua Beng-kauw."
Kian Ki menjadi girang sekali dan < sudah melupakan kesedihan hati ym dideritanya tadi. Mereka* lalu melanjut' perjalanan dengan cepat menuju i gunungan Beng-san.
Pegunungann Beng-san amat luas, miliki banyak bukit besar kecil tak te hitung banyaknya. Di antara bukit-buk itu terdapat Bukit Hek-kwi-san (Buk Setan Hitam) yang merupakan bukit n nyeramkan yang ditakuti orang. Apal orang biasa, bahkan pemburu binata buas yang paling gagah sekalipun mer~ ngeri dan tidak berani mencoba unt berburu binatang di sekitar bukit i
lagi mendaki lerengnya. Sudah banyak »ng yang terkenal gagah berani dan >gguh mencoba untuk mendaki, Hek-H-san dan akibatnya mereka tewas )am keadaan mengerikan. Tentu saja tidak ada setan hitam yang berada di bukit itu seperti yang
^ngengkan penduduk sekitar Pegunung-Beng-san. Akhirnya semua orang
me-,i*tahui bahwa yang menguasai bukit menyeramkan itu adalah Beng-kauw, se- iah perkumpulan yang masih belum banyak dikenal. Beng-kauw (Agama Teng) merupakan sebuah aliran atau ke-Irrcayaan yang sebetulnya sudah kuno » kali yang di dunia barat dikenal sebagai planichaeism atau Agama dari Mani. rrndirinya adalah putera seorang bangsawan bernama Mani (tahun + 200), penduduk Ekbatana (Persia atau" Iran). Pada f.ulanya Manichaeism merupakan pencampuran dari berbagai agama dan belut tu diperkenalkan oleh Mani, banyak |>ihak yang menentang.
Bahkan Mani wndiri akhirnya ditangkap oleh Kasta (Magians dan dibinasakan. Pemerintah
Persia pada waktu itu berusaha u( membasmi Agama Mani, namun t berhasil sepenuhnya. Para pengikut melarikan diri dan menyebarkan aM baru ini ke pelbagai negara, di antara menyebarkannya ke India dan Cina. Aj tetapi, setelah disebarkan di Cina, aga itu disebut Beng-kauw (Agama Tera Mula-mula memang mengandung pelajar yang baik, karea inti pelajarannya ada.! bahwa Terang adalah Kebajikan dan C lap adalah kejahatan. Setiap anggai Beng-kauw dianggap sebagai duta Tera untuk memerangi Gelap atau menggifi kan kebajikan untuk memerangi kejah an. Namun karena agama ini selalu curigai dan dimusuhi para penganut a ma lain, maka timbul dendam kebenc' dan akhirnya para pemimpinnya me pelajar! pelbagai ilmu, dari yang te golong putih sampai yang hitam. Aga ini mengalami kejayaannya tersebar I sampai abad ke tiga belas, kemudi hancur karena seiam mendapat tentang banyak pihak, juga berubah menjadi ali an sesat yang penuh dendam.
Ileng-kauw yang berada di Hek-kwi-m hanya merupakan sisa pengikut Beng ►w yang kecil saja. Anggautanya tidak ih dari seratus orang dan perkumpulan i bukan lagi merupakan duta terang ng memerangi kegelapan atau orang-,,n& yang mengutamakan kebajikan entang kejahatan. Mereka merupakan i i.ng-orang aneh yang terkadang ber-uanan dengan pendapat umum, bahkan nyak melakukan perbuatan sesat yang ma sekali bertentangan dengan pelajar-
ii Beng-kauw sendiri!
Pada waktu itu, Beng-kauw telah < - ndirikan perkampungan yang cukup ah dan kuat di puncak Hek-kwi-san. ikit itu memiliki tanah yang subur dan unaman-tanamannya diatur sedemikian i pa sehingga tampak indah. Namun di 1.1 lik keindahan ini mengandung bahaya n.aut yang amat mengerikan kalau ada rang luar berani memasuki daerah itu. banyak jebakan dan perangkap yang berbahaya. Akan tetapi di dekat puncak rdapat kebun-kebun yang subur, ditanami sayur-sayuran untuk dimakan, pohon-pohon buah, bahkan tanaman obatan. Di puncaknya didirikan per pungan dan sebuah rumah besar be di tengah-tengah rumah-rumah yang kecil tempat tinggal ketuanya.
Ketua Beng-kauw pada waktu bernama Co Sai berjuluk Coat-befj kwi. Dia seorang duda, berusia seki enam puluh tahun. Perawakannya sed saja namun masih tegak dan tegap. A lagi melihat wajahnya masih belum a keriput tanda ketuaan, bersih dari kun» dan jenggot, ditambah sepasang matan yang tajam mencorong, dia tampak ma: tampan dan lebih muda daripada usian yang enam puluh tahun. Coat-beng-k Co Sai ini memiliki ilmu silat alir Beng-kauw yang amat hebat. Ilmu sil itupun merupakan perpaduan dari ber bagai aliran ilmu silat, diperpadukan d dikembangkan menjadi ilmu yang ama dahsyat. Apalagi dicampur dengan ilrrf sihir dan kekuatan dari daya- daya rend yang berasal dari roh-roh sesat.
Co Sai yang sudah menduda selam beberapa tahun karena ditinggal mat (trinya yang menderita sakit P3'3^ ^
iiurut kepercayaan mereka jadi sebagai "tebusan" ilmu-ilmu miam
„g dipelajari Co Sai, ™™?»Zrn*™*
»ng anak perempuan. AnaK uu p Kim Lian, kini telah ™en\a
i .mg gadis berusia delapan beiai H Ing berwajah cantik, wataknya nar °* ' Sak namun memiliki kecerdikan luar lasa, juga aneh karena terkadang ™n-
.1 watak yang amat baik akan tetapi rkadang pula amat jahat. .
Ketua Beng-kauw ini dalam kfdu°u*a" Iya dibantu oleh seorang mor«dn.y^u , dat kepada semua anggauta Ken*S rlurid m, berusia sekitar dua pu»"h V™ jhup, bernama Cu Kian. Tubuhnya^ «ng I kurus, wajahnya tampan, berm^Invum l.im dan mulutnya selalu terhias se^^b »mis seperti orang memandang «tau mengejek. Pemuda inii arna ._ i-inta Co Kim Lian yang menja<» . nya (adik seperguruannya) nan Coat-beng-kwi merestui karena ketua mengharapkan Cu Kian kelak selain | jadi mantunya, juga akan menggarit nya memimpin Beng-kauw. Akan tetapi agaknya cinta di hati Kian tidak mendapat sambutan Kim L Gadis ini suka kepada Gu Kian a tetapi rasa sukanya hanya rasa suka] orang adik kepada seorang kakak. Hal yang terkadang membuat pemuda merasa kecewa sekali. Juga Co Sai \ rasa prihatin melihat betapa puteri jelas tidak memperlihatkan tanda cinta Gu Kian. Akan tetapi guru murid ini keduanya maklum benar bah mereka tidak mungkin dapat memaksa keinginan mereka kepada Kim Lian. dis ini memiliki kekerasan hati y tidak dapat ditundukkan oleh siapa p Sekali ia menolak, sampai mati pun tidak akan mau menerimanya. Juga r reka tidak mungkin dapat mengguna ilmu sihir atau obat yang membuat dis itu jatuh cinta kepada Gu Kian. G dis itu sudah menguasai semua ilmu si" dan obat serta racun sehingga kal! ka menggunakan cara itu, Kim Lian i mengetahuinya dan akibatnya sukar yangkan. Gadis itu tentu akan marah .ili, mungkin akan memusuhi ayah i suhengnya (kakak seperguruannya), k., j bisa juga ia akan minggat atau m an bunuh diri! Karena itulah maka Sai dan Gu Kian bersabar sambil rngharapkan agar kelak gadis itu akan ,, «t jatuh cinta kepada Gu Kian. Satu uinya upaya pemuda itu, seperti diaurkan gurunya, adalah bersikap sebaik n ngkin kepada sumoinya. Pada suatu pagi Coat-beng-kwi Co-i duduk di ruangan depan rumahnya g besar dan cukup mewah, ditemani r h Kim Lian dan Gu Kian. Mereka r t iga membicarakan tentang pemberon-Bkan Pangeran Chou Ban Heng yang "Ayah, sampai sekarang aku masih .«rasa heran, mengapa ayah tidak mem-tntu salah satu pihak, pihak pejuang «ng setia kepada Kerajaan Chou atau iliak Kerajaan Sung?" tanya Kim Lian pada ayahnya. "Hemmm, apa untungnya kita bantu satu pihak? Dahulu, Kerajaan tidak pernah mengakui Beng-kauw, kini, para pendukung Kerajaan Sung lah orang-orang yang menamakan mereka pendekar dan mereka itu juga meremehkan kita. Heheh, b saja mereka saling gempur sampai duanya binasa!" "Suhu, teecu (murid) mendengar ' wa Kaisar Sung Thai Cu merupakan nguasa yang bijaksana, yang dapat rima semua pihak untuk bekerja Apakah tidak baik kalau kita me~ pemerintah Sung?" tanya pula Gu kepada gurunya. "Huh, apa artinya kebijak Kalau kita membantu Kerajaan Sung mereka baik kepada kita, itu yang namakan kebijaksanaan? Hemmm, lebih beruntung kalau tidak menca pertentangan dan perebutan keku itu. Bagi kita, makin kacau kea masyarakat, makin baik dan mengunt kan. Biar rakyat kehilangan keperca kepada Kerajaan Sung dan sisa peng .jaan Chou, maka mudah bagi kita ]/h mempengaruhi rakyat yang akan «dukung Beng-kauw!" Vmentara itu, di kaki Bukit Setan im itu, Ang-hwa Niocu Lai Cu Yin Chou Kian Ki berdiri dengan sikap i. Kian Ki hendak mendaki bukit itu, tetapi Cu Yin melarangnya, ''angan bertindak sembarangan, Chou »tgcu (Tuan Muda Chou)," kata wanita . Tempat ini sungguh berbahaya, aku ndengar cerita guruku bahwa banyak ungkap dipasang dan kalau sampai luka maka luka itu mengandung racun > dapat menewaskan." Habis, lalu apa yang harus kita la >an? Bukit ini tampak begitu sepi, an-jangan Beng- kauw telah berpindah iipat." 'Tidak mungkin. Lihat di atas itu. kankah semua tanaman demikian rapi n jelas merupakan tempat yang diatur i gan baik? Kalau ditinggalkan (tomtu bengkalai dan penuh tanaman liar. .tr kucoba mengirim berita ke sana eialui suara." Setelah berkata demikian, Lai u Yin mengumpulkan seluruh naganya, dan hawa sakti yang ber dari bawah pusarnya mendorong sua sehingga terdengan melengking dan ngandung getaran kuat sehingga terdengar dari jauh. "Yang mulia Locianpwe Co Sai, hon diperkenankan saya, Ang-hwa i Lai Cu Yin, murid Subo Hwa Hwa di Ang-hwa-san, menghadap Loctanpv, Terdengar gema suara lengkingan lalu sunyi, tidak ada jawaban. Cu tidak putus asa, setelah menanti sej ia mengulangi teriakannya tadi, lalu nungga jawaban. Kemudian ia mengu lagi. Setelah permohonan itu diulang 1 kali, tiba-tiba dari arah atas melur enam batang anak panah, dua orang masing-masing diserang tiga batang a panah yang meluncur dengan cepat J nuju tubuh mereka. Pelepas anak pa itu tentu mahir sekali karena tiga bat anak panah yang datang meluncur bertubi itu tepat mengarah tengg ulu hati, dan pusar! Akan tetapi dua orang muda itu