Setelah Hongsan Siansu dan Thong Thian Lama tewas, Hui Lan lalu membantu Kui Lin yang masih terdesak oleh Ang Hwa Niocu, sedangkan Liu Cin membantu Bu Eng Hoat yang kewalahan melawan Tung-hai Tok. Kini keadaannya berbal ik sama sekali. Bukan hanya , anak buah'gerombolan pemberontak ya kocar-kacir melawan pasukan pemerin* yang lebih banyak jumlahnya, juga tokoh kangouw yang mendukung berontak kini terdesak hebat.
Kailon akhirnya roboh juga di ba\ serangan pedang aan tombak para p wira yang dibantu Han Lin. 3uga Ban Kok murid Tung-hai Tok roboh dan te\
Melihat keadaan semakin berbal apalagi melihat Chou Kian Ki telah larikan dirt, Ang Hwa Niocta berser nyaring, lalu membanting sebuah alu peledak.
"BJarrr..*..!" Asap hitam menget tinggi. Kul Lin dan Hui Lan yang m, ngeroyoknya cepat berlompatan ke bela kang. Ketika asap tebal itu> membuye Ang Hwa Ntocu, Tung Hai Tok, Kwan Su, dan Im Yang Tosu sudah tidak tar pak lagi. Mereka menggunakan tirai as. hitam tadi untuk meloncat dan menyt linap di antara para anggauta geromboli yang masih bertempur dan menghilang.
Setelah ditinggalkan para pemimpir
i'ka, dan banyak di antara mereka tewas atau tcrluka, sisa para ang ta gerombolan pemberontak itu me-ikan diri cerai berai dan banyak pula ng menaluk.
Maka terbasmilah pemberontakan itu. a perajurit bersorak gembira atas n enangan mereka. Akan tetapi di an-a suara sorak sorai itu terdengar ke-i kesah dan rintihan mereka yang ter-jka dan di antara mereka yang menengik arak yang dibagikan oleh para -perwira untuk merayakan kemenangan itu, ^rnpak banyak yang sibuk mengangkuti tayat-mayat yang banyak itu. Mayat a perajurit di angkat dan diurus se-itutnya, sedangkan mayat para ang-luta gerombolan diseret dan dikubur kreara bersama, sebuah lubang besar diisi |iuluhan mayat. Di dalam perang, mereka yang kalah memang mengalami nasib buruk. Yang terluka mendapat perawatan wkadarnya dan yang menaluk menjadi tawanan untuk diadili dan menjalani hukuman. Sudah lajim terjadi di seluruh dunia, setiap kali terjadi perang, baik
perang antar bangsa, antar suku antar golongan, maka terjadilah keke an-kekejaman di luar batas prikemc an. Manusia dalam perang menjadi dan kejam yang sesungguhnya bukan jadi watak aselinya. Akan tetapi da perang, rasa ttifcut bahwa dirinya tertawan, disiksa atau terbunuh musuh mendatangkan dendam dan k cian.
Ditambah lagi rasa dendam tewasnya rekan, sahabat atau keluar Dendam ini ditujukan kepada pihak suh tanpa pandang bulu karena merupakan permusuhan atau dendam badi terhadap seseorang, melainkan t hadap pihak musuh.
Akan tetapi Pangeran Chou K uang T ternyata memiliki kebijaksanaan seperti kaknya, Kaisar Sung Thai Cu atau _ bernama Chou K uang Yin. Mungkin dia niru atau melanjutkan kebijakan kakakn Mayat para perwira pemberontak dan [ tokoh kangouw yang membantu pihak pe berontak dimakamkan dengan cukup pant Juga mereka yang tertawan, kecuali mer yang benar-benar merupakan tokoh pent"
m pimpinan, tidak dihukum mati. [ Setelah pemberontakan berhasil tik-Hapas, Pangeran Chou K uang Tian me-ftiindang lima orang pendekar muda, Bit u Si Han Lin, Liu Cin, Bu Eng Hoat, Bir Hui Lan, dan Song Kui Lin untuk Biang berkunjung ke istana. Pangeran Wuju Kuang Tian menghadapkan mereka M>ada Kaisar Sung Thai Cu yang me-P' ima mereka dengan ramah. ' "Kalian adalah pendekar-pendekar &Wda yang pantas dibanggakan, selain ah perkasa, juga merupakan pembela-m bela negara yang patriotik. Kami asa kagum dan heran. Begini muda lan telah dapat memiliki ilmu yang ggi, juga memiliki budi pekerti yang ik. Si Han Lin, siapakah gurumu?" "Guru hamba adalah Thai Kek Siansu, lbaginda."
Kaisar Sung Thai Cu mengangguk-gguk. "Ah, pantas kalau engkau muridnya. Kami mengenai siapa manusia sakti ihai Kek Siansu, per tapa Cin-lin-san ang mempunyai peliharaan burung raja-ali itul Dan engkau, Liu Cin, siapa gurumu?"
Liu Cin menjawab dengan hor "Hamba mendapat kehormatan diambil murid oleh Suhu Ceng InHo Sribaginda."
"Hemmm,* engkau murid Siauwh Kami pernah mendengar nama Ceng Hosiang sebagai seorang tokoh Si lim-pai. Dan engkau» Bu Eng Hoat? apakah gurumu?" "Hamba murid Suhu Thong Leng L Sribaginda."
"Thong Leng Losu?" Kaisar Sung Cu mengingat-ingat. "Hernmm, M belum pernah mendengar nama ini. A, kah dia juga seorang pendeta Buddha?" "Suhu adalah seorang pendeta L dari Tibet, Sribaginda."
Kaisar mengangguk-angguk. "Begi kah? Kami sudah mendengar bahwa antara para pendeta Lama di Tibet, nyak yang memiliki ilmu kepanda tinggi. Sekarang para pendekar wani yang cantik-cantik ini. Ong Hul L siapa yang membimbingmu sehingga eng kau menjadi seorang pendekar wani
ir lihai?"
"Hamba murid Suhu Tiong Gi Cin-Sribaginda."
Tiong Gi Cin-jin? Maksudmu Tung nn-ong (Si Raja Pedang Timur) yang i?nal sebagai ahli sastra dan peng-. pelajaran Guru Besar Khong-hu-cu *' Pantas engkau tampak begini lembut nun kuat dan lihai. Sekarang engkau, g Kui Lin. Engkau tampak lincah h, murid siapakah engkau?" Kui Lin tersenyum dan menjawab an suara lantang. "Guru hamba ada-i Suhu Louw Keng Tojin dan di antara reka semua ini, hamba yang paling vdoh, Sribaginda!"
"Ha-ha-ha!" Kaisar Sung Thai Cu ter-awa. "Agaknya selain diberi pelajaran jknu silat tinggi engkau juga mewarisi llsafat merendahkan diri dari tosu (pen-ta To) itu! Kami mengenal Louw Keng ojin, pendeta To-kauw (Agama To) itu.
ankah dia yang terkenal dengan ju-nkan Lam-Iiong (Naga Selatan)?"
"Benar sekali, Sribaginda Yang Mulia!" ta Kui Lin, girang bahwa kaisar itu mengenal pula gurunya.
Kaisar Sung Thai Cu merasa ge sekali. "Ahhh, sungguh senang hati kami. Semua golongan agama kauw (Tiga Agama) ternyata mendu pemerintahan kami. Ini berarti ba Thian memberkahi Kerajaan Sung! K tiga agama terbesar, Buddha, To(Tao dan Khong-kauw (Confucianism) dukung dan di antara mereka ter hubungan persaudaraan yang baik, re' tidak akan terpecah belah dan ne akan menjadi kuat.
Terima kasih k Thian Yang Agung."
Kaisar Sung Thai Cu ingin meng diahkan pangkat kepada lima orang dekar yang telah berjasa besar itu. tetapi mereka berlima tidak mau mene manya dan menolak dengan hormat halus.
"Yang Mulia, ternyata hamba beril tidak bersedia untuk terikat dengan dudukan. Hamba berlima lebih se menjadi rakyat biasa saja akan tet hamba berjanji bahwa hamba beril akan selalu siap untuk membela neg