Si Angin Puyuh Si Tangan Kilat Chapter 102

NIC

Seiring dengan pikirannya ini tiba tiba ia mengembangkan kedua tangannya meraup kedepan. Tepat sekali ia menangkap dua tumbak yang menyambar dari depan, terus diputar dan disambitkan kembali. Kontan terdengar jeritan yang mengerikan, dua tentara yang berada paling depan seketika roboh terpantek ditanah dadanya tertembus tombak, senjata makan tuan.

Pasukan yang lain menjadi ketakutan, dan lari serabutan berpencar keempat penjuru.

Terdengar Nyo Su gi balas membentak, "Benar, inilah kami Suthay kim kong dari Ceng liong pang yang meluruk kemari hendak memberantas gerombolan setan dan menundukkan kaum iblis."

Perwira itu menjadi terkejut, kiranya ia pun sudah menerima perintah rahasia Wanyen Tiang cin yaitu perintah untuk menggasak dan menggerebek kaum pemberontak dari Ceng liong pang memang sudah lama ia dengar. Dalam hati ia jadi berpikir: "Mereka adalah pentolan bandit yang jauh lebih penting untuk diringkus dibanding keturunan bangsat dari gerombolan Liangsan ini!"

Waktu Nyo Sugi berhasil membobol jalan berdarah sementara Lau Hou wi sudah menerjang tiba dihadapan perwira itu teriaknya: "Jika mengejar musuh panah dulu kudanya, menangkap gerombolan ringkus dulu pentolannya!"

Loji Pek Kian bu saat mana sedang dikepung empat orang opsir rendah pedang panjangnya sementara sudah berhasil menusuk roboh dua lawannya jelas dalam sekejap tentu dia bisa menerjang keluar kepungan.

Terdengar perwira tinggi itu membentak, "Pemberontak kurang ajar, jangan kalian bertingkah!" golok besarnya lantas membacok turun dari atas kepala dengan jurus Tok pi hoa san.

Lou Hou wi mandah tertawa lebar serunya; "Sikapmu memang kelihatan gagah dan kereng entah bagaimana kepandaian silatmu sejati!"

Senjata yang digunakan Lo Hou wi adalah golok baja biasa dibanding golok yang digunakan perwira tinggi itu jauh lebih pendek dan ringan begitu golok besar dan kecil saling bentur, "Trang!" Lelatu api berpercikan. Semula perwira tinggi itu menyangka sekali bacok saja cukup kuat untuk melepaskan golok kecil lawan, tak nyana begitu kedua senjata saling bentrok bukan saja golok kecil lawan tidak terlepas sebaliknya pergelangan tangannya sendiri yang kesakitan.

Namun tercekat juga hati Lo Hou wi batinnya: "Tenaga anjing perwira ini cukup hebat. Jumlah musuh terlalu banyak. Pertempuran harus gerak cepat untuk mencapai kemenangan total." maka goloknya lantas dimainkan secepat angin seperti kitiran. Menyambar nyambar laksana kilat sekaligus dalam satu kali sedotan napas ia melancarkan tujuh sampai delapan belas jurus serangan kilat berantai, golok besar perwira tinggi itu seolah olah tidak mampu lagi melindungi pemiliknya.

Setelah menusuk roboh dua opsir rendah yang mengeroyoknya dua orang opsir yang lain tidak berani lagi menyerang Pek kian bu dengan cepat mereka mundur, Pek kian bu jadi punya peluang menerjang langsung kedepan seraya berseru: "Benar meringkus bandit harus membekuk pentolannya lebih dulu!" sreet! pedangnya kontan ditusukkan ke jalan darah Hong hu hiat dipunggung perwira tinggi itu benar benar dia melaksanakan kata katanya.

Si perwira tinggi jadi terkepung dan diancam dua senjata dari depan dan belakang disaat siperwira tinggi hampir tertutuk pedang Pek kian bu mendadak Lou Jin cin membentak maju: "Biar aku belajar kenal dengan Su tay kim kong." kejap suaranya badannya pun sudah menubruk tiba tepat sekali kedatangannya.

Berlainan dengan watak Pek kian bu, setiap kali Lo Hau wi bertempur melawan musuh selain mesti berlaku gagah berani dan pantang mundur tapi dalam hal pengalaman memang Pek kian bu jauh lebih luas maka ia lebih tenang dan mantap begitu mendengar adanya sergapan dari belakang lantas dia tahu kedatangan lawan tangguh tusukan pedangnya sebenarnya bisa melukai perwira tinggi itu terpaksa ia harus cepat cepat memutar balik untuk membela diri lebih dulu, yang penting diri sendiri selamat tanpa mengejar kemenangan lebih dulu.

Justru permainan membalik pedang Pek kian bu ini merupakan ilmu pedang yang cukup ampuh dan hebat sekali dalam mempertahankan diri terkandung pula tipu balas menyerang yang teramat cepat cuma sayang kali ini kebentur dengan Lou Jin cin. Kepintaran Lou Jin cin justru melancarkan Kim na jiu hoat, gerak geriknya jauh lebih cekatan dari padanya. Justru membalik pedang yang bertujuan melukai musuh justru dia sendirilah yang dipercundangi oleh lawan.

Terdengar Lou Jin cin tertawa ujarnya, "Kiranya Sip hun kiam dari keluarga Pek. Jadi saudara adalah Loji Pek Kianbu dari Suthay kim kong bukan?"

Sembari bicara tahu tahu tangannya sudah mencengkeram jari jari tangan lawan. Sebenarnya Pek Kianbu juga pandai mendengarkan suara membedakan senjata rahasia, soalnya punggungnya tidak punya mata sekali bentrok dengan lawan besar, betapapun ia jauh lebih lemah dari pada bertempur secara berhadapan.

Sesaat setelah ia merasakan rangsakan musuh telah tiba, seketika pergelangan tangannya terasa panas dan pedas kesakitan.

Untung gerak perubahan permainannya cukup gesit jadi pergelangan tangannya tidak sampai tercengkeram oleh musuh.

Menggunakan gaya Ouw wi seng menekuk badan memutar tubuh dengan sebuah kakinya dijadikan poros pemutaran badannya, "Sreet sreet" beruntun tiga kali pedangnya membabat dan membacok kearah musuh demi menjaga jiwa maka permainan pedangnya ini kelihatan cukup hebat.

Sebagai seorang tokoh persilatan mata dan kuping pendengaran Lou Jin cin sudah tentu amat tajam, sewaktu waktu ia bersiaga menjaga bila Nyo Sugi itu pentolan dari Su tay kim kong yang berkepandaian paling tinggi juga menyerbu kearah dirinya. Melihat tabasan berantai lawan dilancarkan cukup tangkas dan ganas pula betapapun ia tidak berani terlalu mendesak dan nekad. Namun demikian tak urung ujung pedang Pek Kian Bu sedikit mampu menyentuh ujung bajunya, karuan hatinya menjadi amat gugup dan was was.

"Toako lekas kemari!!" demikian teriak Pek Kian Bu.

Tapi Nyo Sugi sendiri sementara itu sedang repot sehingga tidak sempat melayani teriakannya, adalah Lo Hou wi yang segera meninggalkan perwira tinggi itu, tanpa melukai lawan segera ia bergegas menubruk datang untuk menolong saudara tuanya, beruntun secepat kilat goloknya membacok bergantian kearah atas dan tengah badan Lou Jin cin.

"Hebat! Cukup cepat!'' demikian puji Lou Jin cin. "inilah Ngohou-toan-bun-to dari keluarga To di Jiang-chiu bukan? Konon kabarnya ilmu golok dari keluarga To ini sudah lenyap dan putus turunan sungguh tidak kuduga hari ini aku dapat menyaksikan malah berkenalan secara langsung, sungguh beruntung lohu hari ini!''

Sementara mulutnya mengoceh sepasang tangannya masih melancarkan Kim na-jiu-hoat dengan jurus Jiu hwi-ngo-hian (jari memetik lima senar) sekaligus dengan cara yang gampang ia punahkan sejurus tujuh kembangan dari serangan golok Lo Hou wi yang teramat rumit itu.

Lo Hou wi terkejut batinnya: "Siapakah orang ini? Begitu gampang dan enak saja ia berhasil memunahkan serangan ilmu golokku? Naga-naganya kepandaian silat orang ini tak disebelah bawah si Elang Hitam Lian Tin-san." bahwasanya ia tidak tahu sebenarnya Lou Jin-cin sendiri mengeluarkan sekemampuan dan kepandaiannya untuk menyelamatkan dirinya dari gempuran musuh.

Posting Komentar