“Tidak! Didalam urusan menuntut balas dendam adalah menjadi urusan pribadi mereka disatu pihak, dan susiok di lain pihak. Dalam hal ini aku tidak akan campur tangan, asal susiok tidak berlaku curang ...”
“Kurang ajar ! Apakah kau anggap mereka akan sanggup menghadapi golokku ..?”
Perkataan yang terakhir itu jelas ditujukan kepada orang orang yang selalu membawakan goloknya, di mana saja dan kapan saja dia berada.
Setelah menerima goloknya yang besar dan panjang, maka dengan sebelah tangan dia mengoncang goncang, memperdengarkan bunyi suara genta genta kecil yang saling bentur. "Kalian bersiaplah menerima kematian..!” seru Ong Sin Ho sambil dia memasang kuda-kuda; dan mengawasi ke lima persaudaraan Yo dengan sepasang mata bersinar menyala.
Orang pertama yang membuka serangan adalah Yo Sun. Dengan didahulukan oleh pekik suaranya yang nyaring, dia lompat menerkam dengan gerak tipu "harimau galak keluar dari sarang”; sementara tudung capingnya yang tajam membabat bagian dada Ong Sin Ho dengan gerak tipu 'bu siong membabat rumput’.
Ong Sin Ho perdengarkan suara mengejek. Tetap dengan sebelah tangan dia lintangkan goloknya buat menangkis tudung Yo Sun sedangkan tangan kirinya berhasil mendorong dada Yo Sun, membikin pemuda itu terlempar mundur, terjatuh duduk dengan mulut mengeluarkan sedikit darah!
Yo Toa berteriak bagaikan suara guntur, tubuhnya menyeruduk dengan palu diangkat tinggi tinggi. Itulah gerak "harimau buas mengejar mangsa", dan palu yang berat itu memukul dengan gerak gunung tay san menindih!
Sekali lagi Ong Sin Ho perdengarkan suara mengejek meskipun dia yakin kalau si tukang besi ini memiliki tenaga yang besar. Sengaja dia memakai kedua tangannya, mengangkat goloknya buat menangkis palu baja yang besar itu.
Suatu bunyi benturan yang keras segera terdengar, untuk kagetnya kuda kuda Ong Sin Ho tergempur. Meskipun benar dia berhasil membikin tubuh Yo Toa mundur tujuh langkah kebelakang, dengan tangan yang memegang palu terasa sangat sakit.
Yo Sam tak membuang waktu untuk lompat menerkam. Senjata ditangan kirinya mengarah bagian mata Ong Sin Ho, akan tetapi dia batal menyerang waktu senjatanya mau ditangkis; sebaliknya senjata yang ditangan kanan menikam pundak Ong Sin Ho.
Gerak Yo Sam tadi ternyata telah dibarengi oleh Yo Jim, sigagak putih ini lompat menerkam dengan pedang mengarah sepasang mata Ong Sin Ho; sehingga pedang si gagak putih ini justru yang kena ditangkis sebagai ganti senjata Yo Sam, lalu Ong Sin Ho menyikut Yo Sam memakai gagang goloknya yang panjang berbareng dia melompat kaget waktu secara tiba tiba senjatanya Yo Sam bertambah memanjang dengan sebatang mata tombak yang mengarah pundaknya.
Akan tetapi, lompatan Ong Sin Ho agak terlambat, sebab dia sedang menyikut Yo Sam sehingga baju bagian pundaknya robek kena senjata Yo Sam sementara punggungnya Yo Sam terkena pukulan gagang golok yang panjang, akan tetapi untung bahwa pukulan itu tidak terlalu keras sebab Ong Sin Ho harus lompat mundur.
Namun demikian Yo Sam terjerumus hampir terjatuh sedang mulutnya mengeluarkan sedikit darah, sedangkan Yo Jim yang pedangnya kena ditangkis tadi tubuhnya sampai melayang balik dan terguling jatuh, akan tetapi dia cepat cepat berdiri lagi.
Sementara itu Ong Sin Ho masih memeriksa bagian bajunya yang robek, waktu dia dikejutkan dengan bunyi suara cambuk yang menggema didalam ruangan itu, lalu dilihatnya Yo Gie si bungsu yang sedang membunyikan cambuknya memukul udara kosong sampai muka pemuda itu kelihatan berseri seri bagaikan sedang menghina.
Ong Sin Ho menjadi sangat mendongkol melihat lagak si bungsu Yo Gie. Waktu cambuk pemuda itu datang menyambar maka Ong Sin Ho angkat goloknya melintang memakai sepasang tangannya, sehingga berhasil dia membiarkan gagak goloknya terlibat ujung cambuk untuk kemudian dia menarik membikin tubuh Yo Gie terguling menyamping akan tetapi pemuda itu sempat meraih sebatang pisau belati yang lalu meluncur mengarah tenggorokan Ong Sin Ho akan tetapi dengan mudah kena digigit oleh Ong Sin Ho.
Agaknya memang sudah menjadi siasat ilmu “ngo houw tay sin kang" untuk bertempur ganti berganti secara bergelombang melawan Ong Sin Ho untuk mengurangi tenaga lawan jadi tidak sekaligus mengepung berlima yang dapat mengakibatkan terjadinya serangan jadi kacau balau.
Dimana Ong Sin Ho yang menghadapi ke lima persaudaraan Yo itu, akhirnya dia menjadi tertawa sebab cara itu mirip benar dengan ilmu "pat kwa lian hoan" atau ilmu serangan bergelombang dari pat kwa bun golongan utara yang sudah usang dan menjadi pecundangnya !
Sehabis perdengarkan suara tawa, maka Ong Sin Ho yang merasa yakin akan dapat mengalahkan kelima pemuda lawannya, segera dia mengatur persiapan untuk melakukan serangan, yakni goloknya yang besar dan panjang segera berputar kencang seperti baling baling, lalu tubuhnya ikut bergerak berlompatan ke delapan penjuru, menyapu atau membabat dimana saja ke lima bersaudara itu berada !
Itulah ilmu golok yang paling istimewa menjadi kebanggaan Ong Sin Ho, ilmu golok 'pat kwa yu sin to’ atau golok sakti pat kwa bun golongan barat, yang pernah digunakan buat mengalahkan dan membinasakan ayahnya kelima persaudaraan Yo. “Satu ... !" seru Ong Sin Ho waktu dia berhasil 'menyapu' pinggang Yo Sam yang terkena gagang golok, dan pemuda itu terpental dengan mulut mengeluarkan darah.
“Dua,” seru lagi Ong Sin Ho karena Yo Toa kena
tendang sampai dia jatuh, dan ..
“Ti.,."
Batal Ong Sin Ho menyebut "tiga” sebab mendadak dia harus lompat keluar dari arena pertempuran, berhubung jidatnya terkena guratan pedangnya si gagak putih Yo Jim, meskipun Yo Jim juga harus menderita pundaknya terkena mata golok Ong Sin Ho yang tajam !
Darah mulai mengalir dari jidatnya Ong Sin Ho yang terkena guratan pedangnya Yo Jim, jago tua ini merobek ujung bajunya buat dia mengikat kepalanya di bagian matanya.
Kelihatan jelas bahwa pada saat itu napas Ong Sin Ho sudah bertambah cepat. Mungkin karena sudah lama dia tidak memainkan jurus jurus ilmu "pat kwa yu sin to" yang banyak memerlukan tenaga dan kelincahan tubuh, sehingga kelihatan dia menjadi letih.
Justeru disaat Ong Sin Ho sedang mengikat bagian kepalanya itu, maka mendadak terdengar Yo Toa berteriak ;
“Siap gunakan 'ngo houw tay sin kang’..!"
Serentak setelah mendengar teriak suara itu maka keempat adik-adiknya segera lompat. Yo Gie dan Yo Sam hinggap di bagian pinggang kiri dan kanan Yo Toa, dengan sebelah tangan mereka saling berpegang. Kemudian Yo Jim dan Yo Sun hinggap dibagian pundak kiri dan kanan Yo Toa, juga dengan sebelah tangan mereka saling memegang. Maka terjadilah lima bersaudara itu berdiri saling susun dengan sebelah tangan masing-masing memegang senjata !
Ong Sin Ho tidak tahan untuk tidak tertawa. Dia bahkan tertawa tak hentinya karena dia benar benar merasa sangat lucu melihat keadaan lima bersaudara Yo itu.
“Kalian orang orang sinting, permainan apakah yang
sedang kalian perlihatkan , , ?"
Sekali lagi Ong Sin Ho tertawa, juga semua orang orang yang ikut melihat jadi pada tertawa dan terpesona, kecuali Lian Cay Hong yang kelihatan bersenyum puas.
Dipihak lima bersaudara Yo, mereka tidak menghiraukan terhadap kesan dan penilaian terhadap orang orang yang menyaksikan lagak mereka, sebaliknya Yo Toa mulai memutar mutar tubuh, yang sekaligus keempat saudaranya jadi ikut terputar.