Pendekar Bunga Cinta Chapter 97

NIC

Demikian mereka melakukan latihan bersama-sama dalam suasana persahabatan dan persaudaraan, diseling dengan gelak tawa yang meriah, sampai berhasil lima bersaudara itu memiliki ilmu "ngo houw tay sin kang' atau tenaga sakti lima harimau yang bersatu padu, setelah itu mereka berangkat ke dusun Ong kee po, tetap dengan ditemani oleh dara Lian Cay Hong.

Pihak penjaga keamanan dusun Ong kee-po menjadi sangat terkejut, waktu mereka melihat sekaligus lima pemuda itu datang bersama-sama, bahkan dikawal dengan dara Lian Cay Hong yang mereka kenal dengan nama 'si jelek’. Dua orang penjaga keamanan itu segera lari terbirit-birit membawa berita buat Ong Sin Ho sedangkan yang lain melakukan penghadangan.

Bagaikan harimau-harimau yang baru lepas dari sangkarnya, sehingga didalam waktu yang sangat singkat dia berhasil menghancurkan dua kepala manusia, sementara Yo Gie dengan cambuknya dapat melumpuhkan pihak perintang dari jarak yang terpisah cukup jauh.

Dipintu gerbang yang pertama itu, dara Lian Cay Hong tidak ikut bertempur, karena dalam waktu yang tidak lama kelima persaudaraan Yo dapat menghabiskan orang-orang yang bertugas menjaga dan melakukan perlawanan; namun membiarkan orang-orang yang kabur ketakutan, sehingga disaat berikutnya Yo Toa telah memimpin adik-adiknya menuju kepintu gerbang yang kedua, dimana mereka mengamuk lagi mengakibatkan banyaknya mayat-mayat yang bergelimpangan, diantara suara rintihan orang orang terluka parah.

Tiga sisa hantu dari gunung Biauw san, ditambah dengan Coa Wie Tong dan Coa Wie San; segera datang dengan membawa serombongan orang orang Pat kwa bun.

Si gagak putih Yo Jim menjadi sangat marah waktu dia melihat datangnya si hantu Kang Hok. Dengan suatu seruan yang melengking Yo Jim melesat dari para pengepungnya dan langsung menyerang Kang Hok untuk melepas dendam Lauw Eng Thian yang gugur dalam menunaikan tugas.

Si hantu Kang Hok tertawa menyeramkan akan tetapi dia agak gentar karena kedua adiknya tidak mungkin membantu sebab kedua adiknya telah dihadang, dan telah ditempur oleh Yo Gie berdua Yo Sam. Dara Lian Cay Hong ikut bertempur dan mendapat lawan si ular belang Coa Wie Tong.

Menghadapi rantai baja yang berat, maka dara yang perkasa itu menggunakan ilmu ringan tubuh yang dalam waktu sekejap berhasil dia membikin Coa Wie Tong menjadi kelabakan.

Segera Coa Wie Tong berteriak memerintahkan orang orang mengepung dara yang cantik dan perkasa itu, sehingga selanjutnya dara yang perkasa itu lebih banyak harus menghadapi kepungan pasukan orang orang Ong kee po; sedangkan Coa Wie Tong cuma berani berteriak teriak dan hanya sekali kali berani melakukan penyerangan dari jarak jauh.

Dilain pihak, Yo Sun berhadapan dengan bekas pecundangnya, Coa Wie Su; sehingga Yo Sun lalu melakukan serangan secara bertubi-tubi, sebab Yo Sun tidak mau menghambur waktu untuk membinasakan si ular belang yang ke empat.

Berulangkali Yo Sun berhasil membentur golok Coa Wie Su memakai tudung capingnya yang istimewa, sehingga berulangkali juga Coa Wie Su tergempur tenaga dalamnya, mengakibatkan langkah kakinya jadi tidak menentu akan tetapi Yo Sun masih tidak dapat lekas lekas mencapai maksudnya, sebab selalu dia dirintangi rombongan orang orang Ong kee po yang turut mengepung, sehingga Coa Wie Su berhasil berlindung di antara kawan kawannya.

Sementara itu tak kurang dari empat belas orang musuh yang berhasil dihajar remuk oleh palu baja Yo Toa yang beratnya ratusan kati, setelah itu Yo Toa menerobos dari kepungan musuh karena dia melihat Yo Jim menghadapi kesukaran didalam kepungan Kang Hok serta rombongannya. Dengan dahsyat dan dengan menggunakan juruar 'tay san ap teng" atau gunung tay san menindih, Yo Toa menghantam sihantu Kang Hok memakai palunya; akan tetapi dengan tabah Kang Hok menangkis memakai perisai baja ditangan kiri. sementara maksudnya adalah dia hendak membarengi menyerang bagian bawah Yo Toa yang kelihatan dan tidak terlindung.

Akan tetapi bukan main kagetnya sihantu Kang Hok, karena dia menerima hantaman tenaga dahsyat dari Yo Toa sehingga tanpa ampun dia terpental mundur sampai dia terjatuh duduk !

Sementara itu si tangan panjang Yo Gie yang sejak tadi mempunyai maksud yang sama hendak membantu Yo Jim, namun didahulukan oleh Yo Toa karena banyaknya musuh yang tertinggi.

Waktu kemudian Yo Gie berhasil membobolkan pertahanan musuh dan mendekati Yo Jim, waktu itu justeru tepat disaat si hantu Kang Hok sedang terjatuh duduk.

Cambuk panjang Yo Gie segera bekerja dengan perdengarkan gema suara diangkasa. Beberapa kali dia hajar Kang Hok yang belum sempat bangun: namun sihantu dari gunung Biauw san itu selalu berhasil menjaga dirinya memakai perisai baja yang masih tetap dia pegang pada tangan kirinya, kemudian dia bahkan berhasil melibat cambuk Yo Gie memakai rantai baja ditangan kanannya lalu dengan meminjam tenaga lawan yang sedang menarik, maka Kang Hok berhasil melompat bangun berdiri sebaliknya karena tenaga tarikan yang mendadak itu, telah mengakibatkan Yo Gie terjerumus dan jatuh terguling mendekati kaki Kang Hok.

Si hantu Kang Hok mengangkat perisainya dan lalu hendak menghajar kepala Yo Gie, akan tetapi mendadak dia menunda gerakannya dan berdiri terpesona, karena dilihatnya Yo Gie cepat cepat berlutut sambil menyoja dia :

"Ampun, tay-ong ... ," kata Yo Gie; tetapi secepat itu juga sepasang tangan Yo Gie bergerak serta kedua batang pisau belati, yang lalu dia lontarkan dan berhasil menancap ditenggorokan si hantu Kang Hok !

Kemudian dengan gerak yang sama cepatnya, Yo Gie lompat bangun berdiri dan meraih cambuknya lalu dengan muka kembali berseri seri dia hajar Kang Hok yang belum rubuh sampai akhirnya si hantu Kang Hok tewas terguling guling bagaikan disambar petir!

Pekik orang orang Ong kee po terdengar sangat cemas, waktu mereka melihat tewasnya si hantu Kang Hok, apalagi waktu kemudian mereka melihat Kang Liang juga tewas terkena tudung caping Yo Sun yang ternyata sudah berganti lawan.

Rombongan orang orang Ong kee po itu terpaksa harus bertempur sambil mundur; akan tetapi tidak ada kesempatan buat mereka melarikan diri, sampai kemudian pertempuran itu berlangsung diruangan tempat latihan ilmu silat didalam halaman rumahnya Ong Sin Ho.

Bantuan untuk orang orang Ong kee po itu kemudian datang yang dipimpin oleh Coa Wie Go.

Dalam pertempuran yang serba kacau itu mendadak Yo Toa melihat kehadirannya Kong sun Wie yang sedang berteriak teriak, memerintahkan orang orang terus melakukan pengepungan.

Si tukang besi Yo Toa memang sangat membenci Kong sun Wie yang sudah berulang kali menghina dari itu kemarahannya meluap waktu dia melihat juru duit dari Ong Sin Ho itu. Tanpa menghiraukan beberapa orang musuh yang berusaha merintang, Yo Toa menerobos dan berhasil mendekati Kong sun Wie namun dua kali Kong sun Wie berhasil berlindung dibalik tubuh orang orang sampai pada yang ketiga kalinya, tanpa ada ampun lagi muka Kong sun Wie remuk kena pukulan palu baja itu !

Dilain pihak; si gagak putih Yo Jim kemudian berhasil melukai pundak kiri Coa Wie Tong, membikin Coa Wie Tong berteriak kesakitan, akan tetapi masih terus dia melakukan perlawanan sampai tiba tiba dia terkena cambuk Yo Gie, dan waktu Yo Gie menarik cambuknya itu maka tubuh Coa Wie Tong ikut terjerumus disambut dengan suatu tikaman pedang oleh Yo Jim pada bagian punggungnya. Lalu pada saat itu pula Yo Sun lompat mendekati, menabas memakai tudung caping tepat dibagian kepala Coa Wie Tong yang langsung menjadi tewas.

“Semua mundur .. !" tiba tiba teriak Ong Sin Ho yang keras seperti guntur, sehingga semua yang sedang bertempur menjadi memisah diri menghentikan pertempuran mereka.

Lian Cay Hong yang juga melihat kehadirannya datuk dari orang orang Pat kwa bun itu, tiba tiba menjadi tertawa dan mendekati dengan langkah kaki yang tenang, setelah itu dia berkata :

"Susiok, aku mengantarkan lima orang tamu yang

hendak bertemu dengan kau…”

"Ah, kau si jelek. Ternyata lagi lagi kau yang datang mengacau. Sebenarnya apa kehendak kau.." tanya Ong Sin Ho; sementara dengan sepasang matanya yang bersinar menyala, dia menyapu ke lima persaudaraan Yo yang waktu itu sudah berkumpul berdiri saling berdekatan. "Mereka berlima adalah persaudaraan Yo.." terdengar Lian Cay Hong berkata lagi, dan menyambung perkataan itu:

“ ..susiok tentu masih ingat waktu ayah mereka kau bunuh dan mereka berlima terpencar hidup dalam pengejaran orang orang Ong-kee po.."

"Kurang ajar!” Ong Sin Ho memaki; padahal didalam hati dia terkejut karena tidak pernah menduga kalau ke lima persaudaraan Yo dapat hidup dan tumbuh, sehingga hari itu mereka mengacau kampung halamannya, bahkan mencari dia!

“Mereka sekarang datang untuk menuntut balas dendam ayah mereka ..” kata lagi Lian Cay Hong, akan tetapi lagi lagi dia diputus oleh Ong Sin Ho ;

"Apakah kau bermaksud membantu mereka…?”

Dara yang cantik dan perkasa itu tertawa sambil dia menggelengkan kepala ;

Posting Komentar