Semua yang mendengar perkataan itu menjadi tertawa sebab menganggap Iucu, sementara Kang Hok lalu berkata:
"Sejak kemarin dia berada disitu, dia sudah terluka kena panah kami, sebentar lagi dia tentu akan menyerah atau mati kelaparan." "Mengapa tay ong tidak memerintahkan seseorang buat menangkap dia sekarang ?” tanya Yo Gie, mukanya tetap kelihatan berseri-seri.
"Hai? apakah kau sanggup lompat naik ke-tempat yang setinggi itu ?” sengaja Kang Hok balik menanya dengan suara mengejek.
“Eh, ah ,, ,” Yo Gie menggaruk garuk kepalanya.
"KAU MENGATAKAN hendak minta pekerjaan. Nah, sekarang aku perintahkan kau yang menangkap si gagak putih itu, kalau kau tidak mampu, akan aku bunuh kau .. !" Kang Hok memutus perkataan Yo Gie, dan perlihatkan lagak yang bertambah galak.
"Eh, ah, tetapi aku perlu tangga buat naik..” sahut Yo Gie yang kelihatan ketakutan, sehingga tubuhnya jadi gemetar lagi.
"Dimana ada tangga yang setinggi itu...?" Kang Hok berkata dergan nada mengejek, sedangkan orang orang lain pada tertawa.
"Kalau begitu aku perlu naik keatas punggung kuda, supaya aku dapat naik keatas ..” akhirnya Yo Gie berkata, dan Kang Hok membiarkan Yo Gie menuntun kuda miliknya menuju kebagian bawah pintu gerbang sementara gaya Yo Gie berjalan yang jenaka, telah mengakibatkan semua orang orang jadi pada tertawa lagi.
Sengaja Yo Gie menempatkan kudanya dengan bagian kepala menghadap arah keluar dusun Ong kee po, lalu dia naik dan berdiri diatas punggung kuda; untuk kemudian dia merambat naik dengan sepasang tangan silih berganti memukul dinding tembok; oleh karena ternyata pada sepasang tangannya dia memegang pisau belati; dan pisau pisau itu membenam ditembok setiap kali dia memukul; untuk membantu dia merambat naik ke bagian atas.
Cukup lama Yo Gie memerlukan waktu buat dia mencapai keatas, sampai akhirnya dia berhasil mendekati tempat Yo Jim berlindung, lalu dengan suara perlahan dia berkata :
“Yo piauwsu; aku adalah Yo Gie. Dengarkan baik baik akan tetapi jangan jawab perkataanku .." sengaja Yo Gie menunda perkataannya sambil dia tetap bergerak tambah mendekati tempat Yo Jim berlindung, lalu dia menambahkan perkataannya lagi :
" , , . dibawah tersedia seekor kuda yang sudah siap buat kita melarikan diri. Aku akan naik keatas dan kita berlagak bertempur, setelah itu aku lompat keatas kuda dan kita kabur.”
Sehabis berkata demikian, maka Yo Gie merambat naik sampai dilain saat dari bagian bawah kelihatan kedua laki laki muda itu bertempur, dengan Yo Jim memakai pedang buntung dan Yo Gie menggunakan pisau belati.
“Lompat !” ajak Yo Gie waktu dia merasa sudah tepat
berada dibagian atas punggung kuda.
Kedua pemuda itu melompat melayang turun dan hinggap tepat diatas punggung kuda dengan Yo Jim berada disebelah depan dan Yo Gie disebelah belakang.
“Lekas tangkap !” teriak sihantu Kang Hok yang buru- buru berdiri dari tempat duduknya.
Sementara itu Yo Gie sudah siapkan cambuknya yang panjang dan cambuk itu segera bekerja menghantam setiap orang orang yang merintang atau mendekati. Bunyi suara cambuk Yo Gie terdengar sangat nyaring bahkan memperdengarkan suara gema diangkasa; lalu tepat pada saat itu dara Lian Cay Hong muncul untuk bantu melindungi kedua lelaki muda yang sedang melarikan diri itu.
“Lekas lari .. !" teriak dara Lian Cay Hong dan dia langsung bertempur melawan Kang Hok, disusul kemudian oleh Kang Liang dan yang lain.
( oXo£o )U(0X0^0 )
LEMBAH diatas bukit Kim nia memang merupakan tempat yang cukup indah, penuh dengan pemandangan daerah pegunungan serta terdapat juga sebuah danau yang jernih airnya.
Dua orang laki laki muda sedang membersihkan muka mereka yang penuh keringat bercampur debu memakai air danau itu, yang seorang bahkan kelihatan terluka pada bagian dada sebelah kanan, yang kelihatan penuh dengan noda darah pada pakaiannya yang serba putih.
Kedua pemuda itu adalah Yo Jim dan Yo Gie. Disaat yang seperti itu, menemukan air danau yang jernih adalah bagaikan menemukan sesuatu yang tak ternilai bagi Yo Jim. Dia minum sepuas-puasnya, menyendok air memakai sepasang telapak tangannya. Juga Yo Gie ikut minum memakai cara yang sama; sampai disuatu saat Yo Jim melihat tanda cacad pada tangan kanan Yo Gie, yang mirip dengan tanda cacad pada tangannya sendiri.
Oleh karena itu, maka segera Yo Jim menjadi yakin bahwa dia telah menemukan saudaranya.
Keduanya kemudian saling berangkulan, setelah Yo Jim menceritakan segala yang dia ketahui melalui dara Lian Cay Hong. “Siapakah Lian kouwnio itu ?" tanya Yo Gie yang
memang belum kenal.
“Itulah orang yang tadi membantu kita, waktu kita melarikan diri ,," sahut Yo Jim yang kemudian juga mengatakan tentang janji mereka untuk bertemu dengan dara yang perkasa itu.
“Kalau begitu marilah kita berangkat sekarang,” ajak Yo Gie, sementara dia juga teringat dengan muka dara Lian Cay Hong yang pernah dia temui waktu berada didalam rumah makan.
Dengan dibantu oleh adiknya maka Yo Jim naik keatas kuda setelah itu Yo Gie ikut naik untuk mereka mulai mencari letak kuil tua seperti yang dijanjikan oleh dara Lian Cay Hong.
Kedua pemuda itu kemudian turun dari kuda yang membawa mereka setelah mereka menemukan kuil yang mereka cari. Akan tetapi waktu mereka sedang mendekati pintu-kuil sebelah belakang keduanya menunda langkah kaki mereka dengan hati merasa heran; sebab dari arah dalam kuil itu mereka mendengar suara orang orang yang sedang bertempur !
Dengan sikap waspada keduanya lalu mengintai kebagian dalam kuil melalui cela cela daun pintu, dan terlihat oleh mereka bahwa dihalaman kuil itu ada tiga orang laki laki muda yang sedang bertempur, namun akhirnya mereka mengetahui bahwa ketiga orang orang itu sedang berlatih, bukan sedang berkelahi.
"Jie wie Yo heng, silakan kalian masuk..." kata seseorang dari sebelah belakang Yo Jim berdua Yo Gie yang sedang mengintai. Kedua pemuda itu menjadi sangat terkejut. Ilmu silat mereka sudah mahir namun mereka tidak mengetahui adanya seseorang yang mendekati, sampai orang itu bersuara menyapa mereka. Jelas seseorang itu sangat tinggi ilmunya !
Dan seseorang itu adalah Lian Cay Hong, yang lalu mengajak Yo Jim berdua Yo Gie masuk, untuk kemudian ke lima bersaudara itu dipertemukan.
Jelas pertemuan itu merupakan suatu pertemuan yang mengharukan; meskipun sebenarnya merupakan hal yang menggirangkan bahwa mereka dapat bertemu lagi setelah lebih dari sepuluh tahun mereka berpisah. Mereka menjadi lebih merasa terharu oleh karena mereka menyadari bahwa semuanya itu merupakan jasanya dara Lian Cay Hong kesudian bersusah payah mempertemukan mereka lima bersaudara.
“Semuanya ini adalah karena jasanya Lian kouwnio yang memungkinkan kita dapat berkumpul," akhirnya Yo Jim berkata, lalu dia menyoja mengucap terima kasih diikuti oleh keempat saudaranya.
Dara yang cantik dan perkasa itu tertawa girang. Dia puas melihat kelima bersaudara itu telah berkumpul. Dia pun puas karena sebagian tugas yang dipesankan oleh almarhum ayahnya sudah dia laksanakan. Sebagian tugas lagi adalah dia akan melatih kelima bersaudara itu dalam ilmu 'ngo houw tay sin kang’ seperti yang diciptakan oleh ayahnya, setelah itu dia akan pertemukan lima bersaudara itu dengan Pat kwa to Ong Sin Ho; untuk mereka menyelesaikan urusan mereka!
Untuk bahan latihan ilmu 'ngo houw tay sin kang', maka si tukang besi Yo Toa harus menjadi tukang kayu; membikin sebatang golok yang besar dan panjang, mirip dengan golok yang biasa digunakan oleh Pat kwa to Ong Sin Ho serta membikin senjata senjata lain yang biasa dipergunakan oleh kelima persaudaraan Yo.
Golok Pat kwa to yang besar dan panjang itu, kemudian dipakai oleh dara Lian Cay Hong, yang berlaku seolah-olah dia menjadi Ong Sin Ho; bertempur dalam latihan melawan lima bersaudara itu.
Dalam kesempatan pertempuran latihan itu, pernah terjadi Lian Cay Hong harus menangkis pukulan palu Yo Toa yang juga dibuat dari bahan kayu; akan tetapi sebagai akibat dari benturan itu; kelihatan Lian Cay Hong terdorong mundur beberapa langkah ke belakang, sehingga dara yang cantik dan perkasa itu benar-benar harus memberikan pujian untuk tenaga besar dari tukang besi Yo Toa.
Pada kesempatan berikutnya dan kalau lagi lagi Lian Cay Hong harus menangkis pukulan Yo Toa maka dara yang perkasa itu telah mengerahkan tenaga dalam sehingga berbalik Yo Toa yang terdorong bahkan hampir dia terjatuh duduk !