Dalam marahnya Ong Sin Ho sampai lupa memerintahkan orang orangnya buat mengejar Yo Toa bertiga, sebaliknya dengan sengit dia hajar si jelek memakai goloknya yang dahsyat.
Segala kunci rahasia ilmu silat Pat kwa bun golongan barat sudah diketahui oleh ayahnya Lian Cay Hong yang sudah tentu telah pula diketahui oleh dara yang cerdas itu. Oleh karena itulah tidak sukar buat Lian Cay Hong selalu menghindar dari setiap serangan Ong Sin Ho sehingga mengakibatkan meluap kemarahan Ong Sin Ho yang selalu melancarkan berbagai serangan dahsyat, sampai akhirnya Lian Cay Hong melesat menghilang tanpa dia menghiraukan Ong Sin Ho memaki-maki.
Di lain pihak Yo Toa telah perlihatkan tenaganya yang besar. Tanpa menghiraukan dia sendiri sedang terluka mengeluarkan banyak darah namun tetap panggul tubuh Yo Sam sampai kemudian mereka tiba disebuah kuil rusak yang letaknya tidak terlalu jauh dari bukit Kim nia.
Yo Toa menurunkan tubuh Yo Sam yang kemudian dia balut lukanya, sementara Yo Sun yang menyaksikan sempat melihat tanda cacad bekas guratan golok, baik di tangan Yo Toa maupun ditangan Yo Sam.
Segera Yo Sun menceritakan tentang hubungan mereka sebagai kakak beradik, sesuai seperti yang dia ketahui dari Lian Cay Hong.
Yo Toa sangat girang setelah mengetahui bahwa dia sedang kumpul dengan kedua adiknya, suatu kejadian yarg tak pernah dia duga atau impikan.
"Hayaa ! aku menjadi saudara tertua dari kalian !" dia berkata sambil tertawa dan menari-nari; lalu dengan tiba- tiba dia mendorong bahu Yo Sam, membikin pemuda itu terjerumus beberapa langkah kebelakang, hampir terjatuh duduk.
"Kita harus berterima kasih kepada Lian kouwnio yang kesudian bersusah payah buat kepentingan kita , , . ,” terdengar kata Yo Sam yang belum sanggup berdiri.
Justru pada saat itu datang dara Lian Cay Hong dengan wajah muka berseri-seri, karena dia ikut gembira melihat ketiga bersaudara itu sudah berkumpul.
"Lian kouwnio, kami sangat berterima kasih kepadamu
..." serentak kata Yo Toa bertiga; sambil mereka menyoja memberi hormat.
Dara Lian Cay Hong tertawa kemudian dia menceritakan tentang almarhum ayahnya yang telah menciptakan suatu ilmu "ngo houw tay sin kang” atau tenaga lima harimau bersatu padu yang dapat mengalahkan Pat kwa to Ong Sin Ho.
"Untuk belajar ilmu ngo houw tay sin kang ini, kalian harus bersabar sampai kalian lima bersaudara berkumpul, disamping itu harus ada seorang yang kuat diantara kalian, yang memiliki tenaga ratusan kati,..!"
“Akulah orangnya .. !” kata Yo Toa dengan suara bangga, sambil dia tertawa dan perlihatkan otot yang sebesar gajah.
(‘ototnya memang gede. , . !' ) pikir Lian Cay Hong didalam hati; akan tetapi dia ikut tertawa juga ketiga persaudaraan Yo jadi tertawa sampai kemudian Lian Cay Hong mengeluarkan kitab pelajaran ilmu-silat 'Ong houw tay-sin kang yang lalu dia serahkan kepada Yo Toa.
Yo Toa menyambuti kitab itu, melihat dan memutar balik sampai kemudian dia serahkan kepada Yo Sun; dan Yo Sun kemudian memberikan kepada Yo Sam yang lalu membacakan beberapa bagian yang penting, oleh karena diketahuinya bahwa kedua saudaranya itu buta hurup.
"Mulai hari ini kalian bertiga jangan meninggalkan tempat ini, sampai lagi beberapa hari si gagak putih Yo Jim akan datang seperti yang kita janjikan . , ." kata lagi Lian Cay Hong.
“Si gagak putih yang menjadi piauwsu kenamaan dari Hui eng piauwkok apakah dia saudara kami..?" tanya Yo Toa berdua Yo Sam.
“Benar.,," sahut Lian Cay Hong sambil dia perlihatkan senyumnya yang memikat, dan kemudian dia menambahkan perkataannya ;
" .. , sementara ini; aku masih harus mencari si bungsu , ,
, " ( oXo[£o ) ( 0X0^0 )
HUI-ENG piauwkiok yang berkedudukan diHang-ciu, adalah salah satu perusahaan pengangkutan yang terbesar dan banyak mendapat kepercayaan dari kalangan masyarakat, serta disegani pihak berandal, oleh karena terkenal perusahaan pengangkutan itu punya pasukan pengawal yang kuat dan mahir ilmu silatnya, diantaranya terdapat si gagak putih Yo Jim.
Adalah suatu hal yang tidak disengaja, bahwa sampai sedemikian lamanya Hui eng piauwkiok belum pernah menerima pekerjaan mengantar piauw yang harus melewati daerah perbatasan dengan dusun Ong kee po yang terkenal angker karena adanya orang orang Pat kwa bun golongan barat, yang dipimpin oleh Pat kwa to Ong Sin Ho.
Kemudian adalah suatu hal yang tidak disengaja pula, bahwa pada hari itu pihak Hui eng piauwkiok menerima tawaran untuk mengawal sejumlah kiriman untuk disampaikan di suatu tempat yang harus melewati perbatasan dusun Ong kee po !
Pihak pimpinan segera mengadakan suatu rapat kerja dengan beberapa orang piauwsu terkemuka, antara lain hadir si gagak putih Yo Jim.
Pihak pimpinan perusahaan mengatakan bahwa dengan menerima pekerjaan itu, berarti Hui eng piauwkiok harus mempertaruhkan namanya oleh karena kemungkinan besar akan dijegal oleh pihak Pat-kwa bun, sebaliknya kalau mereka tidak menerima pekerjaan itu, orang-orang akan mengambil kesimpulan bahwa perusahaan pengangkutan itu tak berani menempuh bahaya.
Maka tampil si gagak putih Yo Jim yang menyatakan kesediaannya untuk mengawal kiriman itu. Memang sudah menjadi niat Yo Jim untuk berangkat kedusun Ong kee po, buat dia memenuhi janjinya dengan dara Lian Cay Hong, dari itu dia memperhitungkan waktu bahwa dia masih sempat memenuhi janjinya terhadap Lian Cay Hong sehabis dia menunaikan tugasnya mengawal kereta piauw itu.
Pihak pimpinan perusahaan menjadi girang sebab mengetahui kegagahan piauwsu utama itu. Namun demikian pihak pimpinan itu masih menyiapkan sepasukan anggota pilihan, ditambah dengan piauwsu kedua yang bernama Lauw Eng Thian, yang juga sudah kenamaan dan kawakan, yang usianya lebih tua daripada Yo Jim.
Demikian iringan kereta piauw itu berangkat dengan kemegahan dan semangat yang menyala merasa yakin merupakan kelompok terkuat yang dimiliki oleh Hui eng piauwkiok.
Iringan kereta piauw ini telah melakukan perjalanan yang cepat tanpa menghadapi suatu rintangan, sehingga pada suatu hari yang terik, mereka terpaksa beristirahat di hutan pohon Pek tempat dahulu Yo Sun pernah bertempur melawan rombongannya Coa Wie San.
Mereka yang sedang beristirahat telah mengeluarkan persediaan air minum bekal mereka, sementara sebagian lagi telah mengipas diri memakai tudung lebar atau apa saja yang dapat mereka gunakan sebagai kipas.
Si gagak putih Yo Jim ikut meneduh dibawah pohon Pek yang lebat, akan tetapi hatinya mendadak merasa cemas, oleh karena setelah dia meneliti dari tempat dia meneduh; maka dilihatnya alangkah tepatnya tempat itu digunakan oleh pihak orang-orang jahat untuk bersembunyi dan melakukan penjegalan ! Teringat dengan hal ini, maka cepat-cepat Yo Jim mendekati tempat Lauw Eng Thian yang sedang duduk beristirahat sambil minum.
"Lauw ko, sebaiknya kita perintahkan orang-orang kita segera siap untuk berangkat, tak jauh lagi kita akan tiba disuatu dusun dimana kita dapat menyambung istirahat dan bermalam .. " demikian kata Yo Jim; namun tak dikatakannya tentang hatinya yang mendadak merasa cemas.
Piauwsu Lauw Eng Thian menurut. Dia mengemasi tempat minumnya lalu dia berdiri dan berjalan mendekati rombongannya yang masih beristirahat, untuk dia memerintahkan lekas-lekas berangkat lagi.
Adalah pada saat itu selagi rombongan Hui eng piauwkiok bersiap-siap hendak meneruskan perjalanan mereka, maka secara tiba-tiba datang serangan anak panah yang berhasil merubuhkan beberapa orang yang tidak siaga.
Piauwsu Lauw Eng Thian sempat berkelit dari beberapa batang anak panah itu yang mengarah dia, dan menyampok beberapa batang lagi memakai goloknya, sementara dia tidak lupa berteriak-teriak memerintahkan pasukannya untuk melindungi kereta piauw.
Sehabis serangan anak panah itu, maka berhamburan muncul gerombolan orang-orang yang memakai tutup muka dengan secarik kain hitam, yang lalu mengurung dan menyerang pada pihak Hui eng piauwkiok.
Si gagak putih Yo Jim mengamuk ditengah para pengurungnya yang belum dia ketahui merupakan berandal dari mana asalnya, oleh karena mereka semuanya memakai tutup muka dari bagian bawah mata sampai menutup mulut mereka. Dengan geraknya yang gesit dan lincah, Yo Jim yang memakai pakaian serba putih kelihatan benar-benar seperti seekor burung gagak yang terbang kian kemari, sementara pedangnya yang seperti pelangi berwarna putih menyambar tak hentinya mencari mangsa di kalangan para pengepungnya, sampai dilain saat dengan berkali-kali lompatan dia berhasil mendekati tempat piauw Lauw Eng Thian dikurung, untuk kemudian secara punggung menempel dengan punggung mereka hadapi para pengepungnya.
Sementara itu dipihak berandal terdapat empat orang yang sangat mahir ilmu silatnya terutama yang seorang bersenjata perisai baja ditangan kiri dan gada berantai pendek di tangan kanan. Dengan buas dia mengamuk di kalangan para pengawal kereta piauw, membinasakan setiap orang yang berani menghadapi dia.
“Biauw san su kui .. " tiba-tiba Yo Jim berseru cukup keras, sambil dia lompat tinggi dan jauh untuk menghadang orang yang bersenjata perisai baja dan gada berantai itu.
"Ha ha ha! ternyata Yo piauwsu dapat mengenali aku meskipun aku memakai tutup muka .." kata orang yang bersenjata istimewa itu.
"Siapa lagi yang memakai senjata perisai-baja dan gada berantai, kalau bukan Kang Hok hantu tertua dari Biauw san su kui .. " sahut Yo Jim mendongkol dan marah.
Nama Biauw san su kui memang cukup menggetarkan kalangan rimba persilatan. Mereka adalah empat hantu dari gunung Biauw san, keturunan suku bangsa Biauw yang masih liar.
Biaw san su kui sangat mahir ilmu silatnya yang kejam serta buas orangnya. Jauh dari daerah pegunungan Biauw san, mereka menjelajah sampai kemudian mereka menetap sebagai berandal didaerah propinsi Ouw pak. Dari itu sangat mengherankan bagi Yo Jim bahwa hari itu Biauw san su kui Kang Hok berani melakukan perampasan didaerah dekat dusun Ong kee po yang menjadi wilayah kekuasaan orang-orang Pat kwa bun golongan barat. Sekilas terpikir oleh Yo Jim bahwa Biauw san su kui sudah berpihak atau berkomplot dengan orang-orang Ong kee po.