"Kalian sangat menghina aku...!" seru Yo Toa dengan suaranya yang keras seperti guntur dan dia menambahkan perkataannya:
"...kalian sangat memaksa aku...!” "Ha ha ha ! kalian lihat, si tukang besi laknat berteriak ketakutan seperti babi yang mau dipotong !” tawa Kong sun Wie kepada orang orang diluar, dan suara tawanya itu sudah tentu diikuti dengan suara tawa orang-orang bawaannya. Akan tetapi secepat itu pula Kong Sun Wie menjadi sangat terkejut ketika tiba-tiba tangan kiri Yo Toa bergerak mendorong tubuhnya.
Tak kuasa lagi Kong sun Wie memegang bagian kulit perut Yo Toa yang banyak lemaknya, dan tak kuasa juga dia hendak menyembelih perut itu; sebab dorongan tangan kiri Yo Toa telah mengakibatkan tubuhnya terpental keluar, menerjang beberapa orang bawaannya, lalu semuanya meluruk jatuh menjadi bahan tertawa orang-orang lain yang ikut melihat kejadian itu.
Kong sun Wie buru-buru bangun berdiri. Dia marah dan malu, sebab banyak orang-orang yang menertawakan dia; akan tetapi tawa orang-orang itu cepat berhenti setelah Kong sun Wie mengawasi mereka sambil melotot.
Dengan marahnya Kong-sun Wie kemudian memerintahkan semua orang-orang yang dia bawa buat mengepung Yo Toa, sehingga Yo Toa juga ikut lompat keluar ke jalan raya dengan tetap membawa palu-baja miliknya.
Dalam waktu sekejap Yo Toa segera dikurung didalam suatu lingkaran:
"Kalian telah memaksa aku ! kalian telah memaksa aku...!" demikian berulangkali Yo Toa berteriak, dan waktu ada seorang musuh yang datang mendekati dia dengan niat membacok memakai golok, maka Yo Toa berhasil mendahului memukul dengan palu baja miliknya yang besar dan berat, tepat pada kepala orang itu yang langsung menjadi pecah sampai keluar berantakan otaknya ! “Kurang ajar ! Si tukang besi laknat sudah membunuh orang, tangkap dia , , . !" teriak Kong sun Wie yang tetap memegang golok, akan tetapi tidak berani dia mendekati Yo Toa.
Orang orang lain yang semula ikut menyaksikan kejadian itu kebanyakan sudah buru-buru lari ketakutan; mereka bahkan ada yang berteriak mengatakan si tukang besi Yo Toa sedang mengamuk !
Sementara itu, orang orang yang menjadi bawaannya Kong sun Wie bergerak-gerak seperti hendak melakukan penyerangan, akan tetapi mereka jeri untuk mendekati Yo Toa yang masih memutarkan palunya yang besar dan berat.
Ketika kemudian terdapat kesempatan, maka bergeraklah semua orang-orang yang sedang mengepung, melakukan penyerangan secara serentak, memaksa Yo Toa melakukan perlawanan sehingga terjadi ada beberapa orang yang berhasil dia lontarkan senjatanya; sedangkan kepelan tangan kirinya berhasil memukul orang-orang yang berada didekat dia.
Disuatu saat seorang musuh hampir berhasil membokong Yo Toa; akan tetapi tanpa sebab orang itu berteriak bagaikan merasa kesakitan membikin Yo Toa mengetahui perbuatan orang itu lalu dia menghantam memakai palunya kena dibagian punggung yang membikin orang itu tewas dengan mulut muntahkan darah segar!
Orang yang bermaksud membokong Yo Toa itu sebenarnya terkena serangan gelap berupa mata uang cie yang dilontarkan oleh seorang pemuda yang sejak tadi memainkan mata uang itu pada tangan kanannya.
Adegan pemuda itu memberikan bantuan secara diam- diam, sempat pula dilihat oleh dara Lian Cay Hong yang baru ikut hadir; dan pandangan mata dara yang perkasa itu, sedang tertuju pada kepalan tangan pemuda itu, yang terdapat tanda cacad bekas guratan ujung golok.
Bergegas Lian Cay Hong hendak mendekati tempat pemuda itu berdiri akan tetapi dia menunda niatnya; sebab dia mendengar seseorang penduduk setempat yang sedang berteriak:
"Tukang besi, lekas kau lari ! bantuan dari orang-orang Ong kee po sudah datang... !"
Yo Toa juga mendengar teriak suara itu. Dia mengawasi ke suatu arah dan dilihatnya ada belasan orang yang sedang lari mendatangi; oleh karenanya dia lalu memutarkan lagi palunya untuk mengancam, dan waktu musuh-musuhnya menghindar, maka dia lari meninggalkan tempat pertempuran.
"Lekas kejar ...!" teriak Kong sun Wie; akan tetapi dia sendiri tidak ikut mengejar sedangkan Yo Toa ternyata sangat cepat larinya, sudah jauh meninggalkan tempat itu.
Pemuda yang membantu Yo Toa secara diam-diam tadi segera bergerak hendak meninggalkan tempat itu; dan Lian Cay Hong yang ingin menyusul buat menyapa, lagi-lagi dia harus menunda niatnya, sebab dia terpesona mendengar suatu percakapan antara para penduduk setempat:
"Kasihan si tukang besi Yo Toa. Dia sudah bersabar akan tetapi orang orang Ong kee-po sangat mendesak dia. Pernah dia berkata padaku; sebenarnya ada permusuhan antara dia dengan kepala desa Ong kee po, disuatu saat dia pasti akan datang untuk membalas dendam..."
"Siapa nama si tukang besi tadi..?” tanya Lian Cay Hong bagaikan gugup, dan bahkan sambil memegang lengan baju orang yang dia ajak bicara. “Yo Toa,” sahut orang itu singkat, dan kelihatan heran sambil dia mengawasi sebab dara yang menyapa itu masih memegang lengan bajunya.
"Maaf...” akhirnya kata Lian Cay Hong bagaikan baru saja menyadari perbuatannya, lalu secepat daun kering yang tertiup angin topan, dara yang perkasa itu lari cepat-cepat menyusul kearah Yo Toa yang menghilang tadi !
<•) (X) ()
MENURUT KATA Pek bie thian sin Lauw Ek Bu, si kakek muka putih yang mendidik dia dalam pelajaran ilmu silat dan ilmu pengobatan: katanya ayahnya mati dibunuh oleh Pat kwa to Ong Sin Ho, dia lima bersaudara telah pencar.
Dengan membawa bekal pemberian dari gurunya, maka Yo Sam yang memakai pakaian semacam seorang tabib muda melakukan perjalanan hendak mencari ke lima saudaranya untuk kemudian bersama-sama hendak menuntut balas dendam terhadap musuh mereka.
Hari itu secara diluar dugaan dia melihat Yo Toa yang sedang dikepung oleh orang-orang Ong kee po; akan tetapi Yo Sam berpikir sebaiknya dia tidak membikin pihak musuh mengetahui niat dan kehadirannya, sehingga dia hanya membantu Yo Toa dari suatu serangan membokong, dengan menggunakan mata uang cie yang sedang dia pegang.
Jelas bahwa pada saat itu Yo Sam tidak mengetahui kalau Yo Toa adalah kakaknya yang pertama, dan dia bahkan tidak mengetahui bahwa ada seorang dara jelita yang sedang memperhatikan dia.
Setelah pertempuran itu berakhir dan Yo Toa menghilang, maka Yo Sam memasuki sebuah rumah makan; namun dia menjadi sangat tersinggung waktu pelayan menolak kedatangannya, dengan mengatakan hari itu tidak menerima tamu umum, berhubung katanya sudah diborong oleh rombongan orang orang yang sedang mengadakan pesta.
Berhubung dengan cara penolakan si pelayan yang menyinggung perasaannya, serta suara ribut ribut yang terdengar dari rombongan orang-orang yang katanya sedang mengadakan pesta makan maka Yo Sam memaksa masuk lalu dia memilih tempat duduk tanpa menghiraukan ada Coa Wie Tong yang sedang merangkul dua perempuan lacur sedangkan adiknya, Coa Wie Go waktu itu sedang asik minum arak bersama sama kawan-kawan mereka yang lain, sambil mereka tertawa dan perlihatkan lagak yang tidak sopan.
Kehadiran Yo Sam yang bukan menjadi rombongan mereka, sudah tentu mengakibatkan Coa Wie Tong jadi marah-marah. Dia memanggil seorang pelayan yang langsung dia tendang dan maki.
Waktu pelayan itu mengatakan bahwa Yo Sam justru yang memaksa masuk, maka Coa Wie Go mendahulukan kakaknya untuk mendekati tempat Yo Sam duduk :
“Tukang obat bedebah apakah kau tak tahu bahwa kami orang-orang Ong kee po sudah memborong tempat ini .. ?" demikian maki Coa Wie Go dengan lagak seorang jagoan tengik.
Didalam hati Yo Sam menjadi terkejut. Dia memang tak menduga bahwa lagi-lagi dia telah berhadapan dengan orang orang Ong kee po, yang rupanya sudah sangat merajalela. Akan tetapi waktu itu dia diam ditempatnya.
Waktu itu Coa Wie Go sedang memegang mangkok arak yang sudah kosong isinya. Karena marahnya, dari jarak yang cukup dekat itu dia menimpuk.
Dengan tenang dan tangkas, Yo Sam mengangkat sebelah tangan kirinya menangkis mangkok arak itu yang lalu terpental jauh kearah lain, dan membenam sangat dalam pada tiang kayu rumah makan itu.
"Orang ini boleh juga !” kata Coa Wie Go dengan nada suara mengejek. Dia langsung saja membacok dengan gerak 'gunung tay san menindih' dan Yo Sam yang masih duduk ditempatnya, secara mendadak tubuhnya lompat menghindar sehingga golok Coa Wie Go membenam dikursi bekas tempat duduk Yo Sam,
Sebelum Coa Wie Go sempat mencabut goloknya yang masih membenam dikursi itu, maka bagian pantatnya kena ditendang oleh Yo Sam, sampai Coa Wie Go terlempar jatuh tengkurep !
Serentak beberapa orang Ong kee po hendak mengepung Yo Sam, akan tetapi mereka batal menyerang sebab mereka mendengar teriakan suara Coa Wie Go,
"Tunggu ! biarlah aku sendiri yang menghadapi tabib kurang ajar itu , .. !”
Coa Wie Go yang pada saat itu sudah bangun berdiri, lalu melangkah mendekati dengan golok ditangannya serta dengan lagak yang tetap seperti seorang jagoan tengik.
Dilain pihak, Yo Sam juga sudah siap dengan senjatanya yang istimewa yakni berupa sepasang siang pit atau semacam alat tulis yang masing-masing berukuran setengah meter, akan tetapi dibuat dari bahan logam. Dengan gerak tipu 'ular belang keluar dari liang', maka Coa Wie Go membuka serangan dengan suatu tikaman; akan tetapi waktu Yo Sam berkelit menyamping, maka sambil memutar tubuh Coa Wie Go mengulang serangannya dengan suatu tabasan memakai gerak tipu 'ular belang melingkar.'
Yo Sam menangkis memakai senjata yang ditangan kiri sehingga terjadi suatu benturan membikin golok Coa Wie Go hampir lepas dari pegangannya, dan selagi Coa Wie Go terkejut karena tidak menduga lawannya memiliki tenaga besar, maka senjata Yo Sam yang di tangan kanan menusuk bagian pundak.
Untuk menolong diri terpaksa Coa Wie Go harus berkelit dengan suatu lompatan jauh, akan tetapi ternyata baju pada bagian pundaknya robek kena senjata lawan, sebab tanpa dia mengetahui, senjata istimewa dari lawannya secara tiba-tiba bertambah panjang, dengan munculnya suatu benda tajam semacam mata tombak dan yang secepat itu pula sudah menghilang lagi !
Coa Wie Tong yang ikut menyaksikan keistimewaan senjata Yo Sam yang bahkan hampir berhasil merebut nyawa adiknya; lompat berdiri dengan terkejut bercampur marah.
Cepat cepat Coa Wie Tong menyiapkan goloknya dan secepat itu pula dia lompat menerjang dengan suatu bacokan, dengan menggunakan jurus 'tay san ap teng' atau gunung tay san menindih.