Cara Hong bie kauwcu Gan Hong Bie menyamar sesungguhnya sangat istimewa. Dia tidak memakai alat hias untuk merobah wajah mukanya, akan tetapi dia bikin semacam topeng dari bahan plastik yang lembut merupai kulit manusia. Berbagai ujut muka dia bikin memakai semacam cetakan, dan dengan caranya itu dia bahkan dapat meniru muka seseorang yang pernah dilihatnya, sehingga kadang kadang dia bisa menyamar sebagai seorang musuh.
( oooO X O ooo )
SEMENTARA itu waktu Go Hong Lian melihat si tosu Oey Goan Cu mendekati, maka dara yang penyamarannya sudah diketahui orang itu merasa yakin tidak akan dapat dia menghindar dari suatu pertempuran yang harus terjadi.
Go Hong Lian tidak mengenal rasa takut buat menghadapi sedemikian banyaknya lawan yang tangguh, akan tetapi dia berada didalam sarang berandal yang sukar buat dia melarikan diri; apalagi dengan menolong Lauw Lan Nio yang belum diketahui tempat ditahannya.
Setelah berada saling berdekatan dan tangan si pendeta Oey Goan Cu bergerak hendak menyentuh tutup kepalanya, maka Go Hong Lian lompat menghindar sambil dia menyiapkan pedang ku tie kiam ditangan kanannya.
“Suatu pedang yang bagus, , ,!” seru Ho Teng Toan alias Hong bie kauwcu Gan Hong Bie yang berdiri menyaksikan, dan selekas dia berkata begitu, maka selekas itu juga dia lompat mendekati Go Hong Lian.
Tangan kanan Hong bie kauwcu Gan Hong Bie bergerak mengancam bagian dada Go Hong Lian, dan waktu dilihatnya dara dalam penyamaran itu Iompat lagi untuk menghindar, maka tangan kirinya Hong bie kauwcu yang bergerak hendak merampas pedang ku tie kiam.
"Kauwcu, hati-hati, dia lihai , , , !" terdengar Oey Goan Cu berteriak memperingatkan.
"Bagus kalau tangan kau mau buntung, , ,!” Go Hong Lian membentak dan menabas tangan Hong bie kauwcu Gan Hong Bie; memakai gerak tipu 'garuda sakti mementang sayap’.
“Kurang ajar, , ,!” seru Hong bie kauwcu, dan dia sempat menahan gerak tangan kirinya, batal merampas pedang ku tie kiam, akan tetapi kaki kanannya menendang, dan pada ujung sepatunya kelihatan suatu mata pisau yang mengandung bisa racun maut !
Go Hong Lian terkejut. Dia tak menyangka gerak Hong bie kauwcu demikian gesit dan demikian cepatnya ganti berganti serangan! Untung dara ini telah memiliki ilmu ringan tubuh yang sudah mencapai batas kemampuannya. Sekali lagi dia lompat menghindar, sehingga dalam waktu yang sangat singkat itu sudah tiga kali lompat menghindar dari serangan dua orang musuh. Baru saja Go Hong Lian berhasil menyingkir dari tendangan Hong bie kauwcu Gan Hong Bie mendadak dia mendengar bentak suara pemuda Leng Cun Siu:
"Lepaskan pedangmu ..,.!” demikian bentak pemuda itu; lalu pedang dia yang juga merupakan pedang mustika, bergerak cepat dan keras membentur pedang ku tie kiam yang bentuknya lebih pendek dan lebih kecil, sampai terjadi mengeluarkan lelatu anak api, namun tidak berhasil pemuda itu membikin Go Hong Lian melepaskan pedangnya, sebaliknya dara dalam penyamaran itu lagi lagi tetap lompat menyingkir sampai berhasil dia berada dihalaman luar dari ruang pertemuan itu.
“Perempuan jalang, jangan kau coba lari ..,,!” bentak si tosu Oey Goan Cu yang lompat dan menghadang, bahkan langsung dia menyerang memakai goloknya yang juga sudah dia siapkan.
Go Hong Lian sangat gusar terhadap si tosu itu. Sekali lagi dia berkelit dengan menunduk, membiarkan golok lewat dibagian atas kepalanya, lalu pedangaya menikam memakai suatu gerak tipu ‘sang dewi memberikan hadiah', mengarah bagian perut lawan !
Oey Goan Cu terkejut sehingga terpaksa dia harus lompat mundur buat menghindar dari tikaman pedang lawan, dan tempatnya diganti oleh pemuda Leng Cun Siu yang menyerang Go Hong Lian dengan suatu bacokan.
Go Hong Lian putar pedangnya dan menangkis lagi pedang 'ceng liong kiam' yang terkenal tajam dan mengeluarkan sinar hijau, dan sebagai akibat dari benturan itu, pedang Go Hong Lian terpental akan tetapi sengaja diarahkan kepada si tosu Oey Goan Cu yang waktu itu hendak menyerang lagi. Si tosu Oey Goan Cu mengangkat goloknya hendak menangkis pedangnya Go Hong Lian yang sedang menyeleweng kearahnya, akan tetapi gerak pedang ‘ku tie kiam' sangat pesat dan sangat cepat mengganti arah penyerangan; sehingga hampir saja tenggorokan si tosu itu kena tikaman, kalau dia tidak lekas lekas lompat mundur lagi, sedangkan Sie Liu Hwa yang sejak tadi masih terdiam berdiri, saat itu juga telah bantu mengepung Go Hong Lian.
Bukan main marahnya si tosu Oey Goan Cu yang merasa dipermainkan oleh lawannya, padahal lawan itu dikepung oleh pihaknya. Dia hendak mengejar lagi waktu dilihatnya Go Hong Lian sedang lompat ingin meIarikan diri, akan tetapi dia terpaksa harus membatalkan niatnya, sebab dilihatnya Go Hong Lian telah dihadang dan dilibat dalam pertempuran melawan Hong bie kauwcu Gan Hong Bie.
Hong bie kauwcu Gan Hong Bie merasa sangat penasaran waktu melihat kegesitan tubuh Go Hong Lian. Dengan perlihatkan kemahiran ilmu ringan tubuh, dara dalam penyamaran itu selalu dapat menghindar dari beberapa lawan yang menyerang, dari itu Hong-bie kauwcu Gan Hong Bie lalu memegat waktu dia melihat Go Hong Lian menghindar dari serangan Leng Cun Siu berdua Sie Liu Hwa.
Dengan sebuah sabetan memakai senjata cambuk lemas (joan pian) yang sudah disiapkan, maka Hong bie kauwcu Gan Hong Bie menyerang Go Hong Lian. Dara dalam penyamaran itu tidak menangkis memakai pedangnya, akan tetapi lagi lagi dia perlihatkan keIincahan tubuhnya buat berkelit menghindar.
Sekali lagi Go Hong Lian diserang memakai cambuk lemas penuh duri yang mengandung bisa racun itu, namun dara dalam penyamaran itu tetap menghindar dengan suatu lompatan yang indah dan lompatannya itu justeru memilih arah ketempat si tosu Oey Goan Cu yang sedang berdiri mengawasi, akan tetapi tosu itu agak lengah waktu secara diluar dugaan dia diserang pada bagian kepalanya.
"Hayaaa…” teriak Oey Goan Cu yang buru buru berusaha menghindar dengan menangkis, akan tetapi pedang ku tie kiam yang tajam berhasil merobek baju pada bagian pundaknya!
Dua orang lompat hendak menolong Oey Goan Cu.
Mereka adalah dua bersaudara Yo Keng dan Yo Heng.
Yo Keng hendak menangkis pedang ku tie kiam yang mengarah Oey Goan Cu, dan Yo Heng menyerang dengan suatu tikaman memakai goloknya. Tetapi dia jadi kecewa karena lawannya menghilang dari hadapannya, karena Go Hong Lian sudah lompat lagi menyerang hartawan Tan Kim An yang waktu itu sedang mementang suara, memberikan semangat bagi para pengepungnya Go Hong Lian. Hartawan Tan Kim An menjadi sangat terkejut. Dia tidak pandai ilmu silat meskipun lagak dan gayanya seperti seorang ahli. Dia memutar tubuh hendak lari waktu dilihatnya Go Hong Lian lompat kearahnya dengan pedang mengancam hendak menyerang bagian kepalanya.
Dua orang kauwsu atau tukang pukulnya hartawan Tan Kim An bergerak menangkis pedang ‘ku tie kiam’. Mereka bertindak gugup dan cemas karena tidak menduga musuh yang dikepung dapat menyerang majikan mereka, mereka menjadi bertambah gugup dan cemas waktu tiba tiba golok mereka dibabat putus oleh pedang 'ku tie kiam' yang tajam, dan pedang itu bahkan meluncur terus, sampai berhasil melukai pundak dari salah seorang dari kedua kauwsu itu, yang lalu berteriak kesakitan ! Hong-bie kauwcu Gan Hong Bie menjadi bertambah marah. Dia benar benar merasa dipermainkan, merasa belum pernah menghadapi seorang musuh yang selincah dara dalam penyamaran itu, oleh karenanya meskipun dari jarak yang cukup jauh terpisah; dia menyerang memakai sebatang "tok piao" atau piao yang mengandung bisa racun maut.
Disaat 'tok piao' itu melayang kearahnya, maka disaat itu pula Go Hong Lian justeru sedang lompat kearah Sie Liu Hwa yang sedang ada didekat pemuda Leng Cun Siu, sehingga ‘tok piao’ itu meluncur terus dan membenam di bagian dada seorang kauwsu atau tukang pukulnya hartawan Tan Kim An.
Kauwsu atau tukang pukul itu terkejut waktu tiba tiba dia merasakan dadanya terkena senjata rahasia yang dia tidak tahu dari mana datangnya. Dia merasa sakit seperti diantup binatang kala, lalu kepalanya menjadi pusing dan pandangan matanya menjadi samar. Dia berusaha hendak mencabut "tok piao" itu memakai tangan kirinya, akan tetapi dia merasa bahwa seluruh bagian tubuhnya menjadi lemas tidak bertenaga, sehingga dia rubuh dan tewas seketika!
Sia-sia Hong bie kauwcu Gan Hong Bie berteriak karena meluap kemarahannya. Dia tidak berdaya untuk melakukan penyerangan lagi memakai senjata rahasia, sebab waktu itu Go Hong Lian sudah dilibat dalam pertempuran melawan Sie Liu Hwa dan Leng Cun Siu.
Memang adalah menjadi siasatnya Go Hong Lian, bahwa dia akan tempur segenap musuhnya secara bergilir tanpa memberikan kesempatan pihak musuh sekaligus mengepung dia. Dalam hal ini dia dapat bergerak bebas berhubung dengan ilmu ringan tubuh dari Thian hiang siancu yang sejak dulu sangat sukar dicari tandingannya! Dengan ilmu kepandaiannya dara dalam penyamaran itu merasa yakin akan sanggup melawan setiap musuhnya, asal dia jangan dikepung secara rapat. Di dalam hatinya, dara dalam penyamaran itu sedang memikirkan hendak menggunakan senjata rahasia Lian hoan cu bo piao, akan tetapi dia masih ingat dengan pesan gurunya supaya jangan sembarangan menggunakan senjata itu.
Kemudian Go Hong Lian menjadi sengit waktu dia didahulukan oleh Hong bie kauwcu Gan Hong Bie yang menyerang dia memakai senjata rahasia, sehingga tanpa dilihat orang, sebelah tangan kirinya telah menyiapkan sebuah piao induk yang berisi jarum jarum halus itu, lalu sambil masih tetap melayani Sie Liu Hwa berdua Leng Cun Siu, maka secara tiba tiba tubuhnya melesat melepas lian hoan cu bo piao yang dia arahkan kepada Hong bie kauwcu Gan Hong Bie !
“Ha ha ha ha .... !" tawa Hong bie kauwcu Gan Hong Bie. Dia tertawa oleh karena menganggap remeh, karena dia menganggap dirinya sebagai ahli dalam menggunakan berbagai macam senjata rahasia, sekarang dia diserang dengan sebatang piao.
Oleh karena senjata cambuk lemas cukup panjang, maka Hong bie kauwcu Gan Hong Bie memukul selagi piao masih berada diudara dan sedang mengarah dia.
Sebagai akibat dari benturan itu, maka pecah piao induk atau 'cu bo piao’ berikut tabung penyimpanan jarum jarum halus itu yang mengandung bisa racun, dan jarum jarum halus itu berhamburan keberbagai arah, membikin Hong bie Kauwcu Gan Hong Bie menjadi kelabakan lompat kian kemari buat berusaha menghindar, akan tetapi sebatang ‘tok beng oey hong ciam' membenam dibetisnya; membikin dia merasa kesemutan, tidak kuasa berdiri! Dan sebagai akibat dari pecahnya 'cu bo piao' itu yang menjadi korban ternyata tidak melulu Hong bie kauwcu Gan Hong Bie, akan tetapi tidak kurang dari empat belas orang yang terkena jarum jarum ‘tok beng oey hong cam', terhitung Ma Kong Ek, dua bersaudara Yo Keng dan Yo Heng, Ong Bun Kiat dan temannya, sebaliknya si tosu Oey Goan Cu, Leng Cun Siu dan Sie Liu Hwa tidak terkena sebab mereka berada diluar sasaran meluncurnya 'cu bo piao' tadi.
“Itulah cu bo piao dari 'sin kiam' Kiu lie giap ... !” teriak Oey Goan Cu yang mengenali piao induk sebagai miliknya si pedang sakti Kiu Siok Ing!
Dilain pihak Go Hong Lian terpaksa harus membatalkan niatnya yang hendak mengulang serangannya terhadap semua musuhnya, oleh karena secara tiba tiba dia mendengar suatu suara halus tetapi tegas :
"Lian jie, lekas tinggalkan tempat ini !”
Itulah suara gurunya, tayhiap Wei Beng Yam yang tak mungkin dia lupakan. Dari itu dia lompat kearah suara itu terdengar, berbareng dia melihat adanya sesuatu benda yang melayang kearah Oey Goan Cu, disertai dengan suara gurunya:
"Inilah obat buat kalian !"