Naga Sakti Sungai Kuning Chapter 25

NIC

dengan suara lirih dan jantung berdebar tegang.

“Aku ingin anaknya merasakan penderitaan seperti yang kurasakan Selma berpuluh tahun ini! Dengar baik-baik, muidku. Laki-laki yang kepalanya tergantung disana itu bernama Coa Kun Tian, putera ketua Hek-houw-pang di dusun Tai-bun-cung dekat Po-yang, dan isteriku bernama Phang Bi Cu, adik kandung dari ban-to Mo-li Phang Bi Cu. Engkau masih ingat nenek cantik pesolek yang memperebutkanmu di sungai itu dan yang kemudian melarikan teman perempuanmu itu? nah, ia itulah ban-tok Mo-li atau dulu pernah menjadi enci dari isteriku. Coa Kun Tian dan Phang Bi Cu sudah mati kubunuh, akan tetapi ternyata Coa Kun Tian mempunyai seorang putera! Dan akulah yang mengawinkan puteranya itu! puteranya bernama Coa Siang Lee, tampan dan mukanya mirip ayahnya. Lihat baik-baik muka kepala itu! Coa Siang Lee telah kuperdaya sehingga dia menikah dengan seorang gadis yang menjadi puteri ban-to Mo-li, keponakan isteriku yang wajahnya mirip wajah isteriku yang kepalanya berada di dalam botol ini. Nama gadis itu Sim Lan Ci. Nah, kepada kedua orang itulah aku ingin engkau mebalaskan sakit hatiku, Han Beng. Sanggupkah engkau?”

“Suhu, pembalasan yang bagaimanakah harus teecu lakukan?” tanpa mejawab pertanyaan gurunya, Han Beng bertanya karena dia merasa bingung sekali, juga ngeri melihat gurunya yang gagah perkasa itu ternyata mabuk oleh dendam yang amat mendalam.

“Mereka telah menjadi suami isteri, han Beng. Mereka mirip benar denganisteriku dan kekasihnya, seolah-olah isteriku dan kekasihku hidup kembali berbahagia dan saling mencinta. Nah, aku ingin engkau menghancurkan kebahagiaan mereka itu, Han Beng, seperti mereka dahulu menghancurkan kebahagiaanku!”

“Bagaimana caranya, suhu? Sungguh teecu tidak

mengerti ”

“Kelak engkau tentu menjadi seorng pria yang gagah perkasa dan tampan. Engkau harus merayu dan menjatuhkan hati SIm Lan Ci, seperti dulu isteriku dirayu dan dijatuhkan hatinya, engkau dapat menggunakan akal apa saja, dengan obat kalau perlu dan aku akan mengajarkan semua itu, sampa Si Lan Ci terjungkal dalam rayuanmu dan engkau harus menggaulinya, menodaianya agar suaminya, putera Coa Kun Tian, melihatnya dan kebahagiaan hidupnya akan lenyap karena isterinya telah menghianatinya seperti isteriku menghianatiku.

Nah, biarkan suami isteri itu merana dan saling membenci, dan noda penuh aib itu akan terus mengejar mereka samapai mati. Engkau tidak perlu membunuh kebahagiaan mereka seperti orang tua mereka pernah membunuh kebahagiaanku!” Han Beng tertegun, mukanya menjadi merah. Dia masih belum dewasa akan tetapi dia sudah dapat mengerti apa yang dimaksudkan gurunya dan dia merasa ngeri membayangkan tugasnya itu. akan tetapi, dia sudah berjanji, bahkan bersumpah untuk mentaati perintah gurunya!

“bagaimana, Han Beng. Sanggupkah engkau?” Liu Bhok Ki mendesak sambil menatap tajam wajah muridnya yang menunduk.

“Teecu Sanggup,” kata Han Beng yang tidak

mempunyai pilihan lain. Betapun juga, tadinya dia mengira bahwa dia ditugaskan membunuh orang dan hal ini sungguh amat tidak disukainya, akan tetapi ternyata perintah gurunya itu bukan untuk membunuh, melainkan untuk menjatuhkan hati seorang wanita, hal yang sama sekali asing baginya, bahkan membayangkan bagaimana saja dia pun tidak mampu.

Girang sekali Liu Bhok Ki mendengar ini. Amat girang sehingga dia merangkul anak itu dengan air mata basah.

“Han Beng, muridku yang baik, ketahuilah bahwa itu merupakan satu-satunya harapanku dalam hidup ini. Kalau aku melihat mereka menderita seperti yang pernah kurasakan, maka biar mati pun aku akan dapat memejamkan mata dengan hati tenang. Aku akan mewariskan seluruh ilmu kepandaianku kepadamu, muridku, sebagai balas jasa atas usahamu menghancurkan mereka kelak.”

Demikianlah, mulai hari itu, Han Beng menerima gemblengan dari Liu Bhok Ki. Anak ini memang telah memiliki tenaga dasyat sebagai akibat minum darah ular itu, dan dengan bimbingan yang amat bijaksana dan ahli dari Liu Bhok Ki, dia akhirnya mampu menguasai tenaga dasyat itu dan mengendalikaannya sehingga kalau dia mengerahkan tenaga itu, ketika dia berusia lima belas tahun, gurunya sendiri tidak mampu menandingi kekuatan sin-kang (tenaga sakti) yang terkandung dalam tubuhnya! Cemburu merupakan satu di antara nafsu-nafsu yang dapat menghancurkan manusia itu sendiri dan orang-orang lain. Cemburu merupakan akibat daripada penonjolan si-aku merasa dirugikan, dihina, miliknya, yaitu orang yang dicintainya, diambil oran-orang yang dicintainya, berpaling kepada orang lain. Si-aku merasa diabaikan, merasa dikecilkan dan diremehkan maka timbullah cemburu yang disusul dengan kemarahan dan dendam kebencian!

Api cemburu bisa bernyala besar sekali dan membakar segalanya. Api cemburu dapat mendatangkan kebakaran dalam batin, dan kalu cemburu sudah beranakkan dendam kebencian, maka mata akan menjadi buta dan segala pertmbangan akan lumpuh. Yang ada hanya nafsu membalas, membikin sengsara orang yang dibencinya itu. kalau sudah begini, muncullah perbuatan-perbuatan yang kejam dan tidak berprikemanusian, perbuatan yang hanya merupakan pelampiasan nafsu amarah dan dendam kebencian.

Kepandaian, kekayaan besar, kedudukan tinggi, tidak akan melindungi manusia daripada nafsu-nafsu ini, bahkan seringkali kelebihan-kelebihan itu memperbesar nyala nafsu. Satu-satunya pemadam nafsu apa pun hanyalah kesadaran, kewaspadaan yang akan memungkinkan datangnya sinar cinta kasih dan kebijaksanaan.

Sadar dan waspada akan segala hal yang terjadi di dalam dan di luar lahir batin, waspada akan semua gerak-gerik lahir batin, gerakan jasmani, gerakan panca indera, gerakan hati dan pikiran. Tidak lengah sebentar pun sehingga apabila pikiran berceloteh lalu menghidupkan si-aku yang semakin menjadi-jadi dan merajalela sehingga membangkitkan nafsu- nafsu, maka hal ini pun akan berada dalm pengamatan yang penuh kesadaran dan kewaspadaan.

oooOOooo Pembuatan terusan besar yang menyambung dua sungai besar Huang-ho dan Yang-ce, makin lama semakin terasa berat bagi rakyat jelata.. Karena pekerja¬an besar itu membutuhkan tenaga manusia yang sebanyak-banyaknya dan juga membutuhkan biaya besar yang keluar dari kantung pemerintah, maka timbulah hal-hal yang meresahkan rakyat, mana ada banyak uang yang dipermainkan, tentu timbul kecurangan-kecurangan.

Para pembesar yang mendapat tugas mencari tenaga baru dan membayar tenaga itu setelah melihat kesempatan lalu timbul kecurangan mereka dan banyak sekali uang yang sebetulnya diperuntukkan para tenaga pembuat terusan masuk ke kantung para pembesar. Rak yat yang takut terhadap pemerint mudah digertak. Hanya sebagian saja upah yang menjadi hak mereka itu di terima oleh para pekerja. Upah ya sudah dikebiri oleh para pejabat, dan yang kecil sampai yang besar.

Pembesar yang kecil mencatut sedikit, yang besar mencatut semakin banyak dan rakyat pekerja hanya menerima sisanya saja. Bahkan banyak pula yang tidak dibayar seperti kerja rodi. Namun, mereka it hanya dapat menangis dan mengelu tidak berani melawan. Mula-mula, yang menjadi pekerja paksa tanpa dibayar adalah orang-orang hukuman yang di¬manfaatkan tenaganya. Akan tetapi, me¬lihat lubang ini, para pembesar dan pengurus pekerjaan besar itu lalu mempergunakan akal mereka yang busuk, memperlakukan rakyat seperti orang hu¬kuman, memaksa rakyat bekerja tanpa ijihayar, dan uangnya masuk ke dalam kantung mereka sendiri.

Posting Komentar