Dengar baik-baik Cin Cin
Aku ingin menolongmu
Kalau engkau berkeras, bagaimana mungkin dapat lolos dari sini
Kalau engkau tidak mau makan minum tubuhmu akan menjadi le mas, mungkin akan sakit dan mati
Engkau harus makan minum agar kuat dan mencari kesempatan untuk kelak melarikan diri......
Apa......apa maksudmu, bibi....
Senang rasa hati Sui Su
Sepanjang hari Cia Ma hanya marah-marah saja te rutama kepadanya, mengatakan bahwa ia merasa tertipu dengan membeli anak itu
Tentu saja Sui Su merasa tidak enak hati, apa lagi mengingat bahwa ia memperoleh keuntungan banyak dalam jual beli anak itu
Sui Su diam-diam merasa kasihan kepada Cin Cin
I a teringat akan nasibnya sendiri
lapun dahulu dijual oleh ayah ibunya yang melarat kepada Cia Ma, ketika la berusia lima tahun
la dirawat, dipelihara dan dididik menjadi pelacur oleh Cia Ma
Setelah ia dewasa, ia dijual oleh Cia Ma, diperas habis-habis walaupun ia dapat hidup dalam kemewahan
Kini, setelah memperoleh banyak uang karena jual beli Cin Cin, ia ingin berdikari, ingin kembali ke dusun dan dengan modalnya itu la dapat hidup tanpa harus menjual dirinya
Ia merasa kasihan kepada Cin Cin, maka sambil berusaha untuk meredakan kemarahan Cia Ma dengan membujuk Cin Cin, iapun ingin memberi jalan dan nasehat bagi anak itu agar kelak dapat melarikan diri sebelum te rjeblos seertl yang dialaminya
Cin Cin,
kata Sui Su berbisik sambil berlagak mellrik ke luar seolah-olah ia tidak ingin suaranya te rdengar oleh tukang pukul yang berjaga diluar
Engkau harus pura-pura mentaati dan menjadi anak yang baik di sini
Engkau menjaga kesehatanmu dengan makan yang cukup, tidur yang cukup dan seolah-olah menikmati kehidupan di sini
Dengan sikapmu itu, lambat laun tentu Cia Ma akan percaya kepadamu
Nah, kalau engkau sudah mendapat kepercayaan sehingga tidak lagi dikeram, tidak lagi dijaga, dan mendapat kebebasan, pada suatu hari yang baik kalau ada kesempatan engkau te ntu akan dapat melarikan diri dengan mudah
Bukankah ini akal yang baik sekali
Kalau kita tidak dapat menggunakan kekerasan, kita harus menggunakan akal, anak yang manis.
Wajah anak itu semakin cerah dan pun te rsenyum sambil menganggukkan
Engkau benar, bibi, engkau benar, te rima kasih
Aku harus bersabar menggunakan akal itu.....
katanya lirih
Bagus, nak aku akan menyuruh mereka melepaskan ikatan kaki tanganmu dan engkau harus berlagak penurut, superti seekor anak harimau yang memakai bulu domba
'perumpamaan itu menyenangkan hati Cin Cin
Ia anak harimau! Akan te tapipi demi keselamatannya, ia harus mengenakan bulu domba
I a mengangguk-angguk maklum
Sui Su menoleh ke pintu dan berteriak kepada Pek-gu yang kebetulan berjaga di situ, menggantikan He k-gu
heii paman lPek-gu
Tolong kau le paskan rantai-rantai ini
Cin Cin kini sudah mengerti dan ia tidak akan memberontak lagi
Pek-gu memasuki kamar dan memandang kepada Cin Cin
Benarkah
Anak setan ini tidak akan memaki-maki dan meronta lagi ?
Sepasang mata Cin Cin mengandung api kemarahan dan hampir saja ia memaki lagii kalau saja Sui Su tidak cepat merangkulnya
Paman, hati-hatilah dengan omonganmu
Ingat, ia ini adalah Cing Siocia (nona Cing), puteri Cia Ma
Engkau harus menghormatinya kalau tidak ingin dimarahi Cia Ma!
Pek-gu menghampiri Cin Cin dan melepaskan rantai-rantai yang mengikat kaki dan tangan anak itu
Melihat anak itu diam saja tidak meronta dan tidak mengeluarkan suara, Pek-gu yang berwajah putih pucat kekuningan itu te rsenyum
Nah, begini baru anak baik, tidak membikin repot orang
Nona kecil, engkau kelak tentu akan menjadi seorang gadis yang cantik jelita dan hidup serba kecukupan dan senang seperti nona Sui Su
Lihat, nona Sui Su ini cantik sekali, bukan
Eh, nona Sui Su
Sekali-kali perbolehkan aku bermalam di kamarmu! Bukankah kita sudah lama menjadi rekan sekerja di sini?
Sui Su tersenyum mengejek
Sudah terlalu banyakkah uangmu, paman
Setahuku, semua, uangmu kau ha biskan di meja Judi!
Aih, sesama rekan masa pakai uang segala?
Enaknya! Sudah, keluar sana dan jangan ganggu kami
Nona Cin harus makan sekarang.
Sui Su mengusir tukang pukul Itu yang keluar sambil menyeringai, biarpun menjadi pelacur, mereka yang anak angkat Cia Ma menang dihormati orang karena Cia Ma yang galak itu selalu melindungi anak-anaknya
Oleh bujukan Sui Su, Cin Cin mau makan dan minum
Baru te rasa olehnya betapa lapar dan hausnya, sehingga ia makan dengan gembul, dite mani Sul Bu yang melayaninya dengan sabar
Setelah makan kenyang, muncullah Cia Ma
Ia sejak tadi sudah diberitahu dan mengintip
Girang sekali ia melihat Sui Su berhasil membujuk Cin Cin
Tadi, Sui Su berkata kepadanya bahwa ia akan membujuk Cin Cin dengan halus, dan kalau berhasil, la minta diijinkan untuk mengambll cuti selama seminggu karena ia hendak pulang ke dusun menengok keluarga di dusun, walaupun kini ayah dan ibunya sudah tiada
Cia Ma menyanggupi, akan memberi ijin itu kalau benar Sui Su berhasil
Nenek ini sudah terlalu pusing melihat sikap Cin Cin dan ia membayangkan uangnya yang dua ratus tail perak itu! Cin Ma memasuki kamar itu dengan wajah berseri
Aduh, anakku yang baik ana kku yang manis
Cin Cin, engkau sudah suka makan dan minum
Bagus, aku datang membawakan pakaian yang bagus-bagus untukmu, nak!
Cin Cin mengerling kepada Sui Su yang berkedip kepadanya
Biarpun ia merasa tidak senang kepada nenek gembrot itu, namun ia menahan perasaannya, teringat akan nasihat Sui Su tadi
la harus bersikap penurut dan manis memperoleh kepercayaan sehingga kelak dengan mudah ia akan dapat melarikan diri
Maka, ketika buntalan pakaian yang serba indah itu dibuka, Iapun memaksakan diri untuk te rsenyum dan memperihatkan muka girang De mikianlah, Cin Cin yang biar berhati keras namun amat cerdik ia bersikap penurut dan ia mau saja ketika disuruh belajar menulis dan menyulamm, melukis , bahkan bernyanyi , menari, dan menabuh yang-kim (gitar) dan suling
Iapun acuh saja ketika pada suatu hari Sui Su berpamlt kepadanya, katanya hendak cuti seminggu untuk menengok keluarganya di dusun
I ngat, jangan lari sebelum mendapat kesempatan yang baik sekail, karena kalau engkau te rtangkap lagi, tentu akann dlperlakukan dengan buruk ,
demikian nasihatnya kepada Cin Cin
dengan suara bisik bisik Benar saja seperti yang dikatakan Sui Su, setelah Cin Cin bersikap taat dan penurut, Cin Ma bersikap lembut dan manis kepadanya, bahkan memanjakanya
Apa lagi ketika ia melihat betapa Cin Cin amat cerdas
Segala yang diajarkan kepada anak itu, sebentar saja dapat dikuasainya
Dalam waktu setahun saja, anak Itu sudah pandal meniup suing, bermain yang-kim, bahkan menari
Juga dalan hal ilmu baca tulis , karena memang tadinya ia sudah mendapat pelajaran dari orang tuanya, ia maju pesat Pada suatu hari, pagi-pagi sekali Cin Cin sudah menyelinap keluar dari rumah itu
Biarpun ia masih kecil, namun karena setiap hari melihat wanit wanita muda dan cantik bersenda-gurau dengan kaum pria, ia sudah dapat meraba bahwa para wanita itu tidak mengenal rasa malu dan menyebalkan sekali
Ia makin tidak betah dan setelah mendapatkan kepercayaan dan kebebasan, maka pada pagi hari itu iapun menyelinap luar ketika semua orang belum bangun tidur
Malam tadi ia telah mempersiapkan segalanya
Membawa pakaian untuk bekal, dibuntalnya, juga meloloskan perhiasan yang diberikan Cia Ma kepadanya juga dimasukkan ke dalam buntal untuk bekal biaya perjalanannya
Tentu saja ia tidak ingat lagi jalan pulang ke Ta-bun-cung
Yang diingatnya hanyalah bahwa ketika ia melakukan perjalanan bersama Susiok-nya, mereka berjalan te rus ke barat
Maka kini la tahu bahwa ia harus menuju ke timur, menyusuri tepi sebelah utara dari Sungai Hua ho untuk kembali ke dusunnya
Pada waktu itu, pergantian pemerintahan dari dinasti Sui ke dinasti Tang baru berjalan kurang le bih tiga tahun saja
Keamanan belum pulih, te rutama sekali di luar kota raja Lok-yang Pemerintah baru belum sempat mengatur daerah daerah dan belum membentuk pasukan keamanan untuk mengamankan kota-kota dan dusun-dusun
Biarpun kota Ji-goan masih termasuk daerah Lokyang, namun pemerintahan di daerah itupun belum lancar benar sehingga keamanannya masih buruk
Para penjahat masih merajalela, melakukan pemerasan di sana sini, perampokan dan gangguan te rhadap rakyat
Jaminan keamanan dari pemerintah belum lancar benar dan hampir setiap hari terjadi kejahatan
Cin Cin sama sekali tidak tahu akan hal ini
Selama ini ia merasa aman semenjak melakukan perjalanan bersama susioknya karena Susioknya adalah murid He k houw-pang yang memiliki kepandaian cukup tangguh
Apa lagi ketika ia berada dalam rumah besar Cia Ma, la tidak pernah keluar tanpa pengawalan
Di dalam rumah itu yang ada hanya kemewah dan pesta, maka ia selalu merasa aman
Dalam pikiran anak berusia enam tahun itu te ntu saja belum mengerti tentang kejahatan manusia yang kadang melebihi kekejaman mahluk apapun juga binatangpun tidak sekejam manusia, dan hukum yang berlaku adalah siapa kuat dia menang dan siapa menang dia berkuasa, lalu siapa berkuasa dia selslu benar ! Sepagi itu selagi kota Ji-goan belum bangun,seorang anak perempuan berusia enam tahun melakukan perjalanan seorang diri, membawa buntalan besar tentu saja segera menarik perhatian orang yang kebetulan bertemu dengan Cin Cin
Kalau yang bertemu dengannya itu orang atau penduduk biasa, tentu orang itu hanya merasa heran saja
Akan tetapi, sebelum ia keluar dari pintu gerbang kota Ji-goan, di sebuah lorong yang membelok, tiba-tiba saja ia berhadapan dengan seorang laki-laki kurus kering yang pakaiannya penuh tumbalan seperti je mbel
Lakilaki itu berusia sekitar tiga puluh tahun dan matanya liar seperti mata maling
Ketika ia melihat Cin Cin, anak perempuan yang membawa buntalan besar, sedangkan di sekitar situ belum ada rumah yang membuka daun pintu, belum nampak ada orang di jalan
dia lalu menyeringai dan menghadang di depan Cin Cin
Aih, anak manis, engkau hendak kemanakah seorang diri di pagi buta ini ?
Tanpa menyangka buruk, Cin Cin menjawab,
Aku hendak keluar kota dan pergi ke timur......
Sebelum anak itu habis bicara, tahu-tahu orang itu sudah menyambar dan merenggut le pas buntalan di punggung Cin Cin
Tentu saja anak itu te rkejut dan marah sekali
Hei! Kembalikan buntalanku!
teriaknya dan Cin Cin mencoba untuk meraih dan merampas kembali