Naga Beracun Chapter 29

NIC

Bibi Sui Su, le paskan aku! Aku mau pergi dan siapapun tidak boleh menahan dan menghalangiku!

Cin Cin membentak marah

Cin Cin, engkau tidak boleh pergi sebelum paman gurumu kembali! Dia menitipkan engkau di sini

Kami bertanggung-jawab dan harus menahanmu di sini sampai dia kembali

Engkau tidak boleh pergi!

kata Sui Su dan pegangan pada le ngan anak itu semakin kuat

Bibi Sui Su, sekali lagi

lepaskan aku

Engkau sudah bersikap baik jangan membuat aku marah dan menganggap engkau Jahat!

Cin Cin, engkaulah yang jahat kalau memaksa pergi

Kami bertanggung-jawab dan harus menahanmu di sini.

Kini Cin Cin memandang marah

Bagus! Agaknya bibi bersekutu dengan susiok untuk menahanku di sini, ya?

Tiba-tlba Cin Cin menarik tangannya yang memegang kuat sehingga Sui Su mengerahkan tenaga menahan dan menarik

Mendadak Cin Cin memutar le ngannya dan mendorong! Karena-saat Itu

Sui Su sedang mempertahankan dan menarik, maka dorongan yang tiba-tiba itu membuat ia te rje ngkang dan te rhuyung, pegangannya terlepas! Cin Cin yang sejak kecil sudah dilatih I lmu silat oleh mendiang ayahnya itu, segera meloncat ke arah pintu untuk melarikan diri

Akan te tapi tibatiba di pintu muncul Cia Ma

Tubuhnya yang gembrot memenuhi pintu sehingga Cin Cin tidak dapat keluar

Eh, anak manis

Engkau hendak pergi ke manakah?

tanya Cia Ma sambil mengembangkan kedua le ngannya sehingga makin penuhlah lubang pintu itu

Cia Ma, biarkan aku pergi dari sini! Susiok Lai Kun menipuku!

kata Cin Cin dengan sabar karena sejak kemarin nenek gendut itu bersikap amat baik dan ramah kepadanya

Cia Ma, tahan anak itu! Ia hendak memaksa melarikan diri!

Sui Su yang tadi terjatuh dan pantatnya te rbanting agak keras di atas lantai sehingga terasa nyeri, kini merangkak bangun dan berte riak kepada Cia Ma

Ehh

Cin Cin, engkau tidak boleh pergi dari sini! Engkau sudah menjadi anak angkatku

De ngar, engkau sudah jadi anakku

Tempat tinggalmu disini dan engkau tidak boleh pergi dari sinl!

kata Cia Ma, kini tidaklagi manis dan lembut melainkan keras karena la tahu bahwa sekarang saatnya menggunakan kekerasan untuk menakutnakuti Cin Cin

Akan te tapi ia salah besar kalau hendak menakut-nakuti anak perempuan berusia lima tahun itu

Melihat sikap dan mendengar ucapan Cia Ma, Cin Cin membelalakkan matanya dan mengepal tinjunya

Ah, kiranya engkaupun bersekongkol dengan suslok, nenek gendut Siapapun tidak boleh menahanku disini!

Dan lapun menerjang nenek itu, kakinya menendang

Tukk!

Sepatunya menendang te pat mengenai tulang kering kaki kiri Cia Ma

Aduh h.....aduh, aduhh......

anak setan ......aduhh.....!

Cia Ma berjingkrak dengan kaki kanannya sambil berusaha mengelus atau memegang kaki kiri dengan kedua tangannya yang agaknya terlalu pendek

Minggir kau!

Cin Cin membentak dan ia menyeruduk ke depan, menggunakan pundaknya untuk menerjang nenek yang sedang berjingkrak dengan sebelah kaki itu

Aughhh....

brukkk.....!

tentu saja Cia Ma te rjatuh, terpelanting dan pinggulnya yang besar itu menimpa meja tepat pada ujung meja segi empat yang runcing

Melihat kesempatan ini, Cin Cin lari keluar dari dalam kamar itu

Cin Cin, jangan lari!

teriak Sui Su sambil mengejar

Dari ruangan luar menerobos masuk dua orang laki-laki yang usianya sekitar empatpuluh tahun, bertubuh tinggi besar dan bersikap garang

Mereka adalah dua orang tukang pukul yang dipelihara oleh Cia Ma

Mereka mendengar teriakan majikan mereka, maka mereka la-i l ke dalam

Melihat mereka, Cia Ma berteriak-teriak

Tangkap anak itu! Tangkap, jangan sampai ia lari!

Dua orang laki-laki itu segera menghadang di te ngah jalan

Mlnggir!

te riak Cin Cin berani dan menerjang di antara dua orang laki-laki itu

Akan tetapi, dua orang tukang pukul itu te rtawa, Disangkanya ada bahaya, tidak tau hanya hanya seorang anak perempuan kecil yang hendak melarikan diri! Seorang di antara mereka, yang brewok dan bermuka hitam, menggerakkan tangan kiri dan sekali cengkeram, dia sudah menangkap punggung baju Cin Cin dan begitu tangannya diangkat keatas, tubuh Cin Cin tergantung di udara!

Lepaskan aku, kau babi hitam! Lepaskan aku!

Cin Cin meronta-ronta dan memaki-maki, kakinya mencoba untuk menendang-nendang, kedua tangannya mencakar dan memukul

Ha-ha-ha-ha-ha!

Laki-laki ke dua yang bermuka bersih dan pucat kekuningan te rtawatawa melihat anak perempuan itu memaki-maki te mannya dengan sebutan babi hitam! Si muka hitam mulai marah

Bukannya karena makian itu, akan te tapi juga karena Cin Cin menendang, mencakar memukul, bahkan mencoba untuk menggiglt le ngnnnya dan meludah ke arah mukanya!

Eh-eh, anak setan, anak liar

Engkau minta ditampar, ya?

Tangan kanannya yang le bar sudah siap untuk memukul dengan tamparan

Heii, Hek-gu (Kerbau Hitam), Jangan pukul anakku! Awas kau, kalau berani memukulnya!

Cia Ma mengancam muka hitam sambil terseok-seok la menghampiri karena pinggulnya te rasa nyeri

Ah, tidak

Cia Ma, aku hanya menakut-nakuti Habis , ia liar sekali

kata si muka hitam yang berjuluk Kebau Hitam itu

Kau, Kerbau Hitam, Anjing Hitam, Babi Hitam, le paskan aku!

kembali Cin Cin meronta-ronta dengan marah

Anak ini memang memiliki keberanian luar biasa

Melihat ini, Cia Ma mengerutkan alisnya

Celaka, pikirnya

Ia sudah mengeluarkan uang duaratus tali perak dan memang anak ini mungil sekail, kelak pasti menjadi seorang gadis cantik yang menjadi sumber keuangan besar baginya

Akan te tapi sungguh tidak disangka, anak ini memiliki watak yang demikian keras dan bandel, sukar diurus

Harus dipergunakan kekerasan untuk anak sebengal ini

Sekap ia dalam kamarnya

Jaga jangan sampai dapat lari

Kalau perlu, Ikat kakinya dengan rantai!

Cin Cin tidak dapat meronta pula karena kedua kaki tangannya diikat dengan sabuk dan ia dilempar ke atas pembaringan dalam kamarnya

Ia melotot, memakl-maki, akan te tapi tidak mampu meronta lagi

Anak ini memang bandel bukan main dan juga amat tabah

Dalam keadaan seperti itu, la tidak pernah menangis, hanya marah-marah dan memaki-maki! Kalau Cia Ma tidak berpesan kepada dua orang tukang pukulnya agar Jangan memukul anak itu, tentu Hek-gu (Kerbau Hitam) dan Pek-gu (Kerbau Putih) sudah menamparnya karena mereka dimaki-maki

Sampai habis suara Cin Cin dipakai memaki dan berte riak-te riak

Juga kedua kaki tangannya terasa nyeri dan lelah

Ia haus sekali, juga lapar, akan tetapi ia tidak mau mengatakan penderitaannya ini

Setelah tubuhnya le maa, ia mendiamkan diri dan mencoba untuk tidur

Sementara itu, dua orang tukangi pukul menjaga di luar pintu

Ketika siang hari itu seorang wanita pelayan datang mengantar makanan, Cin Cin tidak mau makan, tidak mau minum dan tidak mau bicara, hanya rebah dengan muka cemberut

Sebetulnya ia menangis, akan tetapi tangisnya ditahan! dan hanya kedua matanya saja basah, tidak ada keluhan keluar dari mulutnya

Ia merasa haus bukan main, dan lapar, dan lelah

Akan tetapi semua itu ditahannya dan iapun mengenangkan semua peristiwa yang terjadi dengan diri nya

Biarpun ia baru berusia lima tahun akan tetapi la seorang anak cerdas

Ia kini yakin bahwa Susioknya, Lai Kun, telah menipunya

Ia memang oleh Susioknya diberikan kepada Cia Ma, dan kini entah ke mana perginya Susiok itu

Ia marah kepada Susioknya

Akan te tapi iapun tidak berdaya

Andaikata ia dapat kembali ke Ta-buncung, kepada siapa ia akan melaporkan perbuatan susioknya itu

Kakek Coa Song telah tiada, demikian pula ayah dan ibunya

Supeknya, Coa Siang Lee juga te was dan isteri supeknya bersama Thian Ki lenyap pula

Tidak, ia tidak dapat melaporkan kepada siapapun

Akan tetapi yang te rpenting sekarang adalah mencari jalan untuk membebaskan diri dari kurungan ini

Akan te tapi, sampai terasa pening kepalanya, anak itu tidak dapat menemukan jalan

Ia disekap dalam kamar, kaki tangannya diikat rantai, dan di depan kamarnya ada dua orang jahat dan kejam itu melakukan penjagaan secara bergiliran

Ia sungguh tidak berdaya

Ingin rasanya ia menangis, akan te tapi ditahannya

Ia demikian benci kepada mereka semua sehingga tidak ingin menyenangkan hati mereka dengan memperlihatkan kelemahannya! Sejak kecil, ayahnya menekankan perlunya sikap gagah bagi seorang calon pendekar! ' Beberapa kali dalam sehari itu, Cia Ma menjenguknya dari pintu dan bicara lirih dengan penjaga

Dan nenek itu mengerutkan alis, menarik napas panjang dan menggeleng-geleng kepala

Melihat nenek itu marah-marah dan kecewa, ada perasaan lega yang merupakan hiburan di hati Cin Cin

Setidaknya, ia mampu membalas dengan membuat orang itu kecewa, pikirnya

Malam itu, yang datang mengantar makanan, selain seorang pelayan wanita itu juga ikut masuk ke kamar itu Sui Su

Melihat wanita ini, Cin Cin membuang muka

Biarpun selama ini Sui Su memperlihatkan sikap baik kepadanya, namun mengingat bahwa pertama kali susioknya membawanya ke situ yang menerima adalah Sui Su, maka la menduga bahwa tentu wanita genit ini ikut pula menjadi komplotan yang menipunya

Sui Su duduk di te pi pembaringan Cin Cin menggulingkan tubuhnya, menghadap dinding membelakanginya

Sstt......Cin Cin, aku mau bicara denganmu

Penting untuk kebaikanmu sendiri........

Cin Cin tidak perduli, atau setidaknya mengambil sikap tidak perduli walaupun kedua telinganya dipasang baik-baik untuk memperhatikan apa yang akan dikatakan wanita itu

Anak baik, Jangan engkau bersikap seperti ini

Engkau menyiksa dirimu sendiri

Susiokmu bermaksud baik, menitip engkau di sini, dan kalau engkau taat, tentu engkau akan diperlakukan dengan baik, engkau akan dapat makan enak setiap hari, dapat pakaian yang bagus-bagus, dan engkau akan dihormati semua orang karena engkau telah menjadi anak angkat Cia Ma.

Aku tidak sudi! Lebih baik aku mati!

kata Cin Cin ketus, akan tetapi kini ia membalikkan tubuhnya untuk memandang kepada wanita itu

Hussh, Cin Cin, jangan begitu bodoh,

bisik Sui Su,

kalau engkau mati, berarti engkau akan membikin gembira hati mereka yang membencimu

Bodoh sekail

Kata-kata ini tepat sekali dan membuat Cin Cin te rbelalak memandang kepada wanita itu

Tapi.......

aku tidak mau di sini

Aku tidak mau menjadi anak Cia Ma

Aku ingin pulang, mencari ibuku!

Sssst ..jangan berteriak-teriak

bisik lagi Sui Su

Posting Komentar