Kisah si Bangau Putih Chapter 34

NIC

"Orang muda, katakanlah siapa engkau sebenarnya,"

Kata Kwee-piauwsu.

"Tidak salah dugaanmu tadi, Paman Kwee. Aku adalah Tan Sin Hong, dan yang menyebabkan aku malam ini datangmenyelundup seperti seorang pencuri adalah karena aku hendak menyelidiki tentang kematian ayahku dan kematian paman Tang Lun."

"Sungguh aneh,"

Kata Ci Hwa yang sejak tadi diam saja.

"Menyelidiki kematian mereka, kenapa harus mencari disini? Apakah pembunuh mereka berada di sini?"

Kwee-piauwsu mengeluh panjang dan pada saat itu, terdengar suara berisik dan ternyata ada beberapa orang anggauta piauwkiok yang meronda dan agaknya mereka merasa heran dan curiga melihat betapa ada suara orang bicara di lian-bu-thia yang juga nampak terang.

"Ci Hwa, engkau keluarlah dan tenangkan mereka. Aku hendak bicara berdua dengan Tan Sin Hong."

Biarpun gadis itu memandang kecewa karena ia pun ingin sekali mengetahui kelanjutan dari munculnya pemuda itu, namun ia tidak membantah ayahnya, dan ia pun segera keluar dan tak lama kemudian, para anggauta piauwkiok pergi meninggalkan tempat itu, melanjutkan perondaan.

"Sin Hong, sudah dua kali ini orang mencurigai aku sebagai pembunuh ayahmu dan Tang-piauwsu. Padahal, aku sama sekali tidak tahu menahu tentang peristiwa itu. Ketahuilah, bahwa dahulu persaingan yang terjadi antara aku dan ayahmu adalah persaingan sehat dua orang yang memiliki perusahaan yang sama. Kami sama-sama bersaing untuk memperoleh kepercayaan langganan dengan pelayanan sebaiknya, bukan persaingan dengan saling menjatuhkan. Pernah Ciu Hok Kwi, piauwsu muda yang belum lama menjadi piauwsu itu pun menuduh aku yang membunuh Tang-piauwsu sehingga dia datang ke sini dan mendatangkan keributan. Dan sekarang engkau sendiri, putera Tan-piauwsu datang ke sini tentu mempunyai dugaan pula bahwa aku yang telah membunuh ayahmu dan Tang-piauwsu. Sungguh membuat aku merasa penasaran sekali!"

Kakek itu mengeluh dan mengepal tinju.

"Tidak kusangkal bahwa aku dan ayahmu bersaingan dalam memajukan perusahaan masing-masing, akan tetapi aku, Kwee Tay Seng, selama hidupku belumlah demikian rendah untuk menggunakan cara-cara kotor, apalagi sampai melakukan pembunuhan dengan curang!"

Sejak tadi Sin Hong menatap wajah kakek itu dengan penuh perhatian dan melihat sikap dan suara Kwee-piauwsu, memang sukar dipercaya orang segagah ini melakukan kecurangan seperti itu, membunuh dengan sembunyi-sembunyi. Akan tetapi masih ada sesuatu yang membuat Sin Hong penasaran, maka dengan terus terang dia berkata,

"Paman Kwee, selain persaingan dalam perusahaan, aku pernah mendengar dari Tang-piauwsu bahwa dahulu, antara mendiang ibuku dan engkau...."

"Aihhhhh....!"

Kwee Tay Seng menghela napas panjang dan meng-angguk-angguk, mukanya berubah lesu.

"Inilah sebabnya mengapa aku menyuruh Ci Hwa pergi meninggalkan kita. Aku memang hendak membicarakan hal ini, karena aku sudah menduga bahwa tentu ini merupakan satu di antara sebab mengapa aku yang dicurigai. Tadi pun, ketika melihatmu, aku sudah dapat menduga bahwa engkau tentulah putera Bwee Hwa, wajahmu demikian mirip dengannya. Sin Hong, tidak perlu kusangkal lagi. Memang di waktu kami muda, terdapat pertalian cinta antara aku dan ibumu, akan tetapi sungguh sayang, orang tua kedua pihak tidak setuju sehingga kami terpaksa saling berpisah. Namun, kemudian aku melihat betapa ia, ibumu yang dulu pernah menjadi kekasihku itu, hidup dengan bahagia bersama Tan Hok, ayahmu. Aku cinta kepada ibumu, maka, lebih tak masuk di akal lagi kalau aku ingin membikin ia sengsara dengan membunuh suaminya! Aku belumlah gila, dan cintaku adalah cinta suci, bukan cinta nafsu belaka yang menimbulkan iri. Tidak, Sin Hong, aku tidak akan mengganggunya, seujung rambut pun, akan tetapi aku mendengar bahwa ketika menyusul suaminya ke utara, rombongannya dihadang perampok dan ia meninggal...."

Sunyi sejenak dan Sin Hong termangu-mangu. Dia sedikit pun tidak meragukan kebenaran Kwee-piauwsu. Yang mencelakakan dia dan ibunya, yang melakukan penghadangan terhadap rombongan ibunya, juga orang-orang berkedok. Tidak mungkin Kwee-piauwsu yang memimpin penghadangan itu dan membikin celaka ibunya, wanita yang dicintanya. Keterangan dan perasaan hatinya itu melegakan hatinya, akan tetapi juga mendatangkan rasa kecewa dan penasaran. Hatinya lega karena dia yakin orang tua gagah ini bukan pembunuh ayahnya dan Tang-piauwsu, akan tetapi dia penasaran dan kecewa karena kini putuslah sudah jalur penyelidikannya. Setelah Kwee-piauwsu terlepas dari daftar orang yang dicurigai, maka tidak ada lagi orang yang dapat dicurigainya! Pada saat itu terdengar suara Ci Hwa dari luar.

"Ayah, bolehkah aku masuk?"

Gadis itu masih ingin melihat bagaimana kelanjutan dari urusan dengan pemuda she Tan itu. Karena cerita tentang Bwee Hwa, ibu Sin Hong, sudah mereka bicarakan dan tidak akan diulang lagi, maka Kwee Tay Seng lalu menjawab.

"Masuklah, Ci Hwa."

Gadis itu masuk dan duduk di dekat ayahnya.

"Bagaimana urusannya dengan dia ini, Ayah?"

Sin Hong memandang kepada gadis itu dan membungkuk.

"Nona, akulah yang bersalah. Ayahmu tidak tahu apa-apa tentang kematian ayahku dan Paman Tang, karena itu maafkan aku. Paman Kwee, maafkan aku...."

Melihat sikap pemuda itu yang nampak kecewa, Kwee-piauwsu berkata,

"Sin Hong, aku dapat merasakan kekecewaanmu. Engkau kehilangan ayah ibu, tentu saja engkau ingin membalas dendam kepaca mereka yang telah membunuhnya."

"Ibu, bukan dibunuh orang, melainkan meninggal karena badai di gurun pasir, Paman"

Dengan singkat dia pun lalu menceritakan betapa rombongan ibunya yang dikawal oleh mendiang Tang-piauwsu diserang oleh orang-orang berkedok dan dia bersama ibunya menunggang onta melarikan diri memasuki gurun pasir sampai ibunya meninggal di gurun pasir. Sampai di sini dia menghentikan ceritanya karena dia tidak ingin bercerita tentang guru-gurunya hanya menyambung dengan kata-kata yang tegas.

"Dan aku sama sekali tidak ditekan dendam Paman. Kalau aku mencari pembunuh-pembunuh itu, bukan terdorong dendam pribadi, melainkan karena perbuatan yang sedemikian jahatnya itu harus kuselidiki. Apa sebabnya ayah dibunuh, dan kalau pembunuhnya memang melakukannya karena kejahatan, maka kejahatan harus ditentang dan dihukum, Paman."

Kwee-piauwsu mengangguk-angguk.

"Akan tetapi, sampai sejauh mana penyelidikanmu? Aku.... aku ingin membantumu, orang muda, karena aku pun merasa penasaran sekarang, apalagi karena akulah yang dituduh melakukan perbuatan kejam itu."

Suara Kwee-piauwsu terdengar penuh kesedihan dan memang dia merasa berduka sekali mendengar tentang kematian Bwee Hwa, bekas kekasihnya dan biarpun Bwee Hwa tidak mati dibunuh, namun sama saja, ada orang yang menyebabkan ia sampai lari ke gurun pasir dan menemui kematiannya di sana. Dengan singkat Sin Hong bercerita tentang penyelidikannya terhadap Lay-wangwe, orang yang dia curigai karena hartawan itulah yang mula-mula menemui ayahnya dan mengirim barang berharga itu.

"Kurasa hanya dialah satu-satunya orang yang mengetahui persoalan ini, Paman, karena dia yang mengirim emas itu, dan dia pula yang menuntut ganti rugi sehingga perusahaan ayah berikut rumah dan seisinya disita. Akan tetapi, penyelidikanku gagal. Di kota raja tidak pernah ada seorang Lay-wangwe yang berkepala botak dan berperut gendut seperti itu."

Kwee-piauwsu mengangguk-angguk.

"Aku juga mendengar tentang penyitaan itu dan menurut anak buahku, kini Peng-an Piauwkiok telah menjadi perusahaan pengawal yang baru, dengan rumah dan kantornya sudah dibetulkan menjadi cukup megah. Dan kabarnya, Ciu-piauwsu yang kini menjadi pengurusnya."

Sin Hong mengangguk.

"Memang benar, Paman. Paman Ciu yang telah mencarikan seorang sahabat, atau keluarganya yang kaya untuk memberi pinjaman uang untuk membayar sebagian kerugian itu, dan kini karena perusahaan mundur dan tidak mampu bayar pinjaman, semua rumah dan kantor terjatuh ke tangan orang yang memberi pinjaman uang. Dan agaknya perusahaan itu diperbarui, dilanjutkan dan Ciu-piauwsu yang menjadi pemimpinnya, mengingat bahwa majikannya adalah keluarganya."

"Orang yang kau sebutkan tadi, Lay-wangwe itu, pernah datang ke sini...."

"Ah, benarkah, Paman? Harap Paman ceritakan....!"

Sin Hong memotong, mendapatkan harapan baru.

"Hal itu terjadi beberapa hari sebelum dia menyerahkan angkutan barang berharga yang harus dikawal ke Tuo-lun itu kepada ayahmu. Dia datang dan membawa peti besar yang tertutup rapat, minta kepadaku untuk mengawal ke Tuolun dengan janji upah besar. Aku menerimanya dengan syarat bahwa isi peti itu harus dibuka dan dihitung lebih dahulu. Dia menolak dan marah-marah karena aku dianggap tidak percaya kepadanya. Akhirnya aku mendengar dia mengirim barangnya itu melalui pengawalan Peng-An-piauwkiok."

"Akan tetapi, apakah Paman mengetahui di mana dia tinggal?"

Seperti yang telah dikhawatirkannya, piauwsu itu menggeleng kepala.

"Kami semua tidak ada yang tahu, akan tetapi karena ada beberapa orang anak buahku pernah melihatnya, biarlah aku membantumu dengan menyebar mereka agar suka mencarinya. Seorang di antara mereka, baru dua hari yang lalu pernah mengatakan kepadaku bahwa si gendut botak itu nampak berkeliaran di kota ini."

Sin Hong merasa girang sekali dan anak buah itu segera dipanggil.

"Memang saya melihatnya dua hari yang lalu, ia gaknya masih seperti dulu, seperti seorang hartawan besar, dengan pakaian mewah dan royal dengan uangnya."

"Sekarang juga, ajak teman-temanmu yang pernah melihatnya untuk melakukan pencarian secara berpencar dan kalau menemukannya, cepat memberi kabar ke sini!"

Setelah orang itu pergi, Kwee Ci Hwa juga bangkit berdiri.

"Aku dulu juga melihatnya biar aku membantu mencarinya!"

Tanpa menanti jawaban, gadis itu lalu meloncat keluar. Sin Hong merasa tidak enak sekali.

"Ah, aku ternyata selain membikin ribut di sini, juga membikin repot saja, Paman Kwee"

"Jangan berkata begitu, Sin Hong. Sudah semestinya dalam hal seperti ini kita saling bantu."

"Akan tetapi sampai nona....eh, adik Kwee sendiri ikut repot...."

"Aku mengerti isi hatinya tentu ia merasa tidak enak karena tadinya aku yang disangka sehingga ia ingin sekali membantu untuk membersihkan nama ayahnya. Engkau tunggu saja di sini malam ini sampai ada berita dari mereka tentang hasil penyelidikan mereka."

"Terima kasih, Paman. Akan tetapi aku tidak berani mengganggu lebih lama lagi malam ini. Biarlah besok pagi saja aku datang lagi untuk mendengar keterangan hasil penyelidikan itu. Sekarang saya lebih baik pergi saja dulu."

"Tidak ada yang terganggu, Sin Hong. Setelah terjadinya peristiwa ini, aku pun tidak akan dapat tidur lagi. Biarlah kita bercakap-cakap di sini sambil menanti mereka. Karena kota ini kecil saja kiranya tidak akan lama mereka mencari."

Karena ditahan-tahan, Sin Hong merasa tidak enak juga kalau tidak mau menerimanya dan ketika mereka bercakap-cakap,

Dia mendengar kenyataan bahwa orang she Kwee ini memang memiliki sikap yang amat menyenangkan. Dia gagah dan jujur dan Sin Hong merasa tertarik sekali, juga semakin percaya karena orang seperti ini tidak mungkin melakukan kejahatan yang keji dan curang. Juga Kwee Tay Seng mempunyai pengalaman yang luas di dunia kang-ouw, mengenal tokoh-tokoh kang-ouw yang pandai. Dalam ilmu kepandaian, pernah dia melihat ketika Kwee-piauwsu menghadapi amukan Ciu Hok Kwi dan dia tahu bahwa dalam hal ilmu silat, agaknya sukar dicari orang di daerah Ban-goan yang akan mampu menandingi piauwsu ini. Karena mereka asyik bercakap-cakap, tak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan menjelang pagi, muncullah Kwee Ci Hwa dan dua orang anak buah piauwkiok.

"Ayah, kami telah menemukan dia!"

Kata gadis itu. Sin Hong merasa berterima kasih sekali, apalagi melihat betapa gadis itu nampak kedinginan dan lelah.

Posting Komentar