"Taysu," menyelak si nona, "kau bermaksud hendak memindahkan tenaga dalammu kedalam tubuhnya Tiong Jong ?"
Tay Hong Taysu bersenyum dan anggukkan kepalanya.
"Taysu.,." kata pula ie Ya dengan mata di buka lebar, "itulah ada pengorbanan tenaga dalam, Setelah kau habiskan tenaga dalammu untuk kebaikannya Tiong Jong, kau sendiri akan menjadi sangat lelah dan tidak bertenaga. Ah, Taysu, kupikir sebaiknya kau jangan lakukan pengorbanan sedemikian itu."
"Kenapa tidak, nona Ie?"jawab Tay Hong Hosiang dengan suara mantap. Li-losat ie Ya bungkam.
"Nona Ie," kata pula Tay Hong Hosiang, "Tiong Jong ada utusan dari susiokcow, aku berdosa telah melukai utusan yang mulia maka aku sudah mengambil keputusan untuk memberikan tenaga dalamku yang telah aku latih banyak tahun, supaya Tiong Jong merupakan bintang yang cemeriang dalam dunia persilatan."
"Kalau begitu, biariah aku dengan Kong Goan suhu menjaga bersama-sama pada kamar kedua, kamar kesatu boleh dijaga oleh lima suhu lainnya."
"Bagus itulah yang saya harapkan-" kata Tay Hong Hosiang.
Kemudian ia panggil berkumpul Kong Goan dan lima sutenya, untuk mendengar pesannya, Mereka telah ditetapkan melakukan penjagaan seperti yang dikatakan nona Ie tadi,
diberikan kebebasan untuk membunuh sesuatu orang yang hendak mengacau kedalam kamar dimana ia dengan Tiong Jong berada.
Setelah beres mengatur orang-orangnya Tay Hong Hosiang menutup diri dalam kamar operasi bersama-sama Ho Tiong Jong kamar mana memang ada tempat bersemedi orang kuil dari Siauw-lim pay itu.
Kamar ini berdinding batu yang kuat, pintunya meski dari kayu, tapi lebar dan kuat sekali, hingga apa yang terjadi diluar tak dapat kedengaran kedalam.
Untuk sampai kekamar ini, orang harus melewati dahulu dua kamar lainnya, yang dijaga oleh lima hweshio muda, kamar kedua oleh Ie Ya dan Kong Goan- Dua orang yang tersebut belakangan telah mengambil keputusan akan membela mati-matian tempat jagaannya itu.
Telah dimupakati oleh keduanya, Ie Ya akan melawan musuh dari jarak jauh dengan menggunakan senjata ikat pinggangnya, sedang Kong Goan dapat menempur musuh dengan jarak dekat, sebab ilmunya menggunakan telapakan tangan ada hebat sekali.
Kalau pada beberapa saat berselang mereka menjadi musuh, kini telah menjadi sahabat yang akrab sekali, bersatu hati untuk melindungi Tay Hong Hosiang dan Ho Tiong Jong dalam kamar ketiga.
Diluar tiga kamar itu masih ada penjagaan terdiri dari beberapa hweshio yang ilmu silatnya lumayan juga ialah mereka ditugas-kan untuk menyambut tetamu. Kalau ketemu orang jahat jika tidak sangat perlu, dilarang turun tangan karena ilmu kepandaiannya belum sempurna.
Pada saat Tay Ho Hosiang menutup diri, jam mengunjukan sudahjam enam pagi tadi, tiga hari kemudian pada jam demikian Tay Hong Hosiang sudah selesai menyempurnakan tenaga dalamnya Ho Tiong Jong.
Demikianlah, penjagaan yang diatur dengan sangat kuatnya itu, melewatkan dengan saat-saat dengan sangat tegang, Dua hari telah di lewatkan sampai jam dua belas tengah malam telah berjalan dengan tidak ada apa-apa. Mereka merasa lega hatinya.
Hanya tinggal melewatkan malam besok, pada jam enam pagi, tugas mereda sudah beres dan Ho Tiong Jong sudah sempurna di gembleng tenaga dalam oleh Tay Hong Ho siang.
Apa mau, pada besok malamnya kira2 jam sepuluh kelenteng itu mendapat kunjungan tetamu yang tidak diingini yang hendak mencari Ho Tiong Jong.
Tamu itu sangat galak. Ketika dirintangi jalan masuknya, beberapa hweshio yang menghadang didepannya dengan mudah saja dirubuhkan oleh karenanya dalam kelenteng sebentar saja sudah menjadi gempar.
Ie Ya curiga hatinya, bahwa tamu yang datang itu tentu ia ada dikirim oleh Perserikatan Benteng Perkampungan, untuk mencari Ho Tiong Jong.
Teriakan-teriakan dari beberapa hweshio memperingati kawannya supaya berjaga-jaga, Kiranya tamu yang masuk itu telah menggunakan senjata gelap untuk mencelakakan orang. Yang menjadi sasaran senjata gelap-nya itu ada orang punya paha, hingga sang korban harus bergulingan menahan kesakitan-
Tamu itu sudah maju sampai kepenjagaan kesatu, dimana dua diantara lima hweshio yang menjaga disitu sudah kena dilukai sang tamu yang tidak diundang.
Mereka menghadang dengan gagahnya, tiba-tiba tamu tidak diundang itu telah perdengarkan ketawanya yang dingin.
"Kalian jangan coba menghadang, karena kalian bukan tandinganku, aku tidak mau membikin celaka orang yang tidak tersangkut, aku datang hanya untuk mencari Ho Tiong Jong.
Lekas kasih tahu dimana orang she Ho itu?" Salah satu tiga hweshio itu bernama Seng ceng telah menjawab.
"kedatanganmu sungguh tidak beraturan, telah membuat orang bergelimpangan karena senjata rahasiamu,.Hmm.... mencari orang kenapa begitu caranya?"
"Aku tidak perduli, siapa saja yang menghalangi akan maksudku. mesti tahu sendiri akibatnya, jangan banyak rewel, lekas kasih keluar Ho Tiong Jong"
Seng ceng dengan dua saudaranya tidak banyak rewel lagi, ketiganya lantas menyerang berbareng, Mereka menggunakan golok, pedang dan pentungan, Tapi ternyata tamu itu betul-betul lihay, Sebab setiap kali menggunakan telapakan tangannya, senjata kawanan hweshio itu satu demi satu dapat dipukul jatuh, ia tidak bersenjata, hanya menggunakan angin pukulan saja yang dahsyat, cukup membuat senjata lawan terpental dari cekatannya,
KETiKA melihat tiga hweshio pada jatuh senjatanya, tamu itu tertawa bergelak- gelak. "Hm... kalian kenali aku ini Khoe cong dari Perserikatan Benteng Perkampungan, Lekas keluarkan Ho Tiong Jong, barulah aku dapat mengampuni kalian..."
Suara tertawa dan bicaranya Khoe cong, sampai didengar oleh Ie Ya dan Kong Goan Hweslo, duanya sangat kaget. Ie Ya Paling sungkan ketemu Khoe cong justeru yang datang ia sendiri. Khong Goan pikir lima saudaranya yang menjaga kamar pertama bukan rendah-rendah kepandaiannya, akan tetapi mereka kena dijatuhkan demikian mudahnya, tentu kepandaiannya sang tetamu ini ada tinggi dan ia sendiri mungkin tak dapat mengatasinya.
Mereka jadi kebingungan, sebab Ho Tiong Jong masih memeriukan waktu delapan jam lagi baru dapat keluar dari kamarnya, Kini gangguan ada dari Perserikatan Benteng Perkampungan yang terkenal banyak orang kuatnya.
Tentu Seng Eng bukan hanya mengirim Khoe cong seorang, tapi disusul oleh beberapa orang kuat lainnya yang sukar diusir pergi dari rumah berhala itu. Mereka agaknya putus asa mengingat akan keadaan itu Ho Tiong Jong yang masih dalam gemblengan Tay Hong Hosiang, sedang sihweshio tua sendiri tentunya sudah buang tenaganya dan tak dapat membantu mereka bertempur dengan gerombolan orang jahat itu.
Khoe cong yang melihat tiga hweshio di hadapannya tidak mau memberi jalan dan kelihatannya hendak berlaku nekad membela penjagaannya, ia telah membentak keras dengan maksud supaya bentakannya itu kedengaran oleh Ho Tiong Jong.
"Kalian lekas minggir, aku akan bikin hancur itu kamar pasti didalamnya ada bersembunyi si maling cilik."
"Kau tak perlu nebak-nebak dalam kamar itu siapa didalamnya, kau lewati dahulu kami, barulah ada bicara lagi." kata Seng Hay tenang bicaranya meskipun barusan dengan angin pukulannya Khoe cong, senjatanya sudah dibikin terpental, ia tampak berani sekali. Khoe cong menjadi tidak sabaran.
"Baik." katanya." lihat aku menerjang kau."
Berbareng ia menerjang dengan ganas. Si muka jelek Khoe cong telah menggunakan pukulan dengan ilmu Telapakan tangan dewa, untuk membukakan tiga hweshio itu. Hebat ia mainkan ilmunya yang sangat di andalkan itu sebab buktinya tiga hweshio itu kewalahan melayaninya.
Satu kali Seng- Hay lengah, Khoe cong sudah menerobos dari arah sini dan menerjang ke kamar jagaannya Ie Ya dan Kong Goan hweshio.
"celaka," kata Ie Ya dalam hati. "ini biang keladi sudah menerobos masuk." Ie Ya cepat-cepat menyelinap kebelakang kerai.
Khoe cong tampak bengis wajahnya, betul-betul menakuti, ia mengawasi pada Kong Goan hweshio yang berdiri tidak bergerak didepan pintu kamar yang ada Ho Tiong Jong dan gurunya.
Kedua tangan dipalangkan didepan dadanya, seakan-akan yang sudah bUip untuk menjaga serangan musuh.
Koe cong tertawa bergelak-gelak. Tapi ia tak berani sembarangan menerjang kepada Kong Goan, karena ia menduga Kong Goan ini ilmu silatnya tinggi.
Meskipun demikian ia sudah terlanjur masuk kesitu, bagaimana juga ia harus menerjang masuk ke kamar ketiga itu, yang didalamnya pasti ada Ho Tiong Jong.
Demikian sewaktu ia mau bergerak. mendadak ia diserang dengan golok oleh hweshio Seng Hay dan Seng Kok. Hatinya sangat mendongkol, kembali ia menggunakan ilmunya "Telapak tangan dewa" untuk membubarkan mereka.
Betul-betul hebat ilmunya itu, sebab hanya beberapa gebrakan saja, senjata dari kedua hweshio itu sudah pada terbang dan nancap dipenglari rumah.
Seng Kok dan Seng Hay mundur dan menyender pada dinding dengan mata dibuka lebar lantaran merasa kagum akan ketangkasan sang lawan-
Tiga hweshio lawannya, dengan menggunakan tangan kosong coba datang mengeroyok pa ia Khoe cong, ternyata mereka jugabukan tandingannya sipocu muda Khoe cong. Hanya dalam beberapa jurus saja mereka juga sudah dapat ditolak mundur.
Kong Goan hweshio yeug menyaksikan kekalahan dari saudaranya diam-diam merasa sangat sedih menjadi serba salah, Kalau ia meninggaikan jagaannya dan menandingi ilmu lihay itu, dikuatir pintu yang dijaga-jaganya sangat kuat itu akan bobol oleh serbuan kawannya si tamu lihay.
Kalau ia tidak turun tangan, bagaimana nasibnya lima saudaranya ini, entahlah. Mereka kelihatannya bukan tandingan si tamu lihay, sebab dengan hanya bertangan kosong saja, pukulannya sudah dapat menerbangkan dua senjata golok lawan sehingga nancap pada tiang penglari.