Golok Sakti Chapter 90

NIC

"Nona Ie." katanya, "kalau kau sendiri, biarpun kau belajar lagi dua puluh tahun masih bukan tandinganku, Nah, kau barusan bilang Ho Tiong Jong yang dengan seorang diri dapat membasmi kuilku, aku kepingin lihat apa betul omonganmu?"

"Tidak percaya? Kau boleh buktikan sendiri kalau Ho Tiong Jong siuman dari pingsan." jawab Ie Ya dengan mantap.

"Kong Goan- panggil sang suhu. "Ambil obat pemunah yang aseli- kasihkan pada Ho Tiong Jong supaya dia siuman dari pingsannya. Biarlah dia mengadu tenaga dengan aku apa benar seperti katanya nona Ie dan sangat gagah dan dapat membasmi kita semua. Lekas jalan."

Kong Goan masih ragu-ragu karena kuatir ditipu oleh Ie Ya.

Tapi gurunya melotot kepadanya dan berkata lagi. "Lekas pergi, kenapa? Apa kau takut? Kita malang melintang didunia kang-ouw tidak takut akan segala orang, masa oleh satu Ho Tiong Jong saja takut?"

Kong Goan terpaksa menurut perintah, sebentar lagi ia sudah kembali dan atas pengunjukan Ie Ya, Kong Goan pergi ke tempat Ho Tiong Jong digeletaki. Di sana ia telah memberikan obat pemunah itu dicekeki kemulutnya. Tidak lama, Ho Tiong Jong sudah mendusin dan bebangkis beberapa kali- semangatnya pulih kembali- rasa mabok hilang. Matanya menyapu kesekitarnya dan melihat ada Kong Goan tidak jauh berdiri dari padanya. Cepat Ho Tiong Jong melompat bangun, Kong Goan kaget dan lompat mundur.

Ho Tiong Jong mengawasi pada si kepala gundul. Pikirnya, barusan sudah kena ditipu Kong Cie Hweshio, maka kepala gundul yang berdiri didepannya ini tentu juga ada kambratnya dan kuil disitu diberdirikan bukan tempat orang mensucikan diri, tapi dipakai untuk melakukan kejahatan.

dalam beberapa tahun ini entah berapa banyak korban sudah terjatuh dalam kuil busuk ini? Demikian ia menanya pada dirinya sendiri. Seketika itu matanya melotot mengawasi pada Kong Goan-

"Kepala gundul," bentaknya "Sudah berapa banyak kalian menjebak orang dan dibikin susah? sekarang kau disini berjumpa dengan aku si orang she Ho. jangan harap bisa berlalu lagi dari tempat ini sebelumnya mendapat persen tendanganku"

Pemuda menutup bicaranya dengan satu serangan hebat. Kong Goan Hweshio miringkan badannya danpasang kuda-kuda yang dinamai Cit-seng.poo, (tindakan tujuh bintang)jarinya berbareng diulur untuk memotong sikunyu Ho Tiong Jong,

"Bagus." kata Ho Tiong Jong, "ilmu silatmu baik sekali- sayang kau gunakan untuk kejahatani" sambil berkata ia menyodorkan sikunya dengan sengaja untuk ditotok Kong Goan Hweshio ada murid tersayang dari Tay Hong Hosiang, kepandaiannya sudah tinggi- ia mahir dalam ilmu Telapakan tangan hitam "Cengkeraman Rajawali dan Dengan jari menaklukan naga. Pikirnya salah satu saja ilmu ini ia gunakan pasti akan dapat merubuhkan musuhnya. Maka ketika ia melihat Ho Tiong Jong menyodorkan sikunya yang diarah, dalam hatinya pikirnya, "Kau cari mati sendiri." Tapi ternyata tidak begitu gampang Kong Goan dapatkan makeudnya karena begitu -jarinya hampir menyentuh siku lawan, Ho Tiong Jong dengan gesit menarik pulang dan berbareng ia menyerang dengan telapakan tangannya. Kakinya juga tak tinggal nganggur dan melayang kepada Kong Goan-Serangan secepat kilat itu diluar dugaannya si kepala gundul, hingga saat itu ia rasakan pahanya sangat sakit dan tubuhnya terbang sampai dua tumbak jauhnya. Hebat tendangan Ho Tiong Jong, sebab Kong Goan terdengar merintih kesakitan tulang pahanya patah.

Ho Tiong Jong mengawasi hweshio yang ia tendang terbang tadi dengan mata beringas "Kau bukankah kepala gundul yang membikin aku pingsan tadi kemana dia perginya, hayo kau lekas kasih tahu."

Kong Goan Hwesho tidak menjawab, ia terus merintih- rintih kesakitan-

"Hei- kau diam saja? Lekas kasih tahu, ada siapa lagi kepala gundul jahat dalam kuil ini- boleh panggil keluar supaya dapat membalas sakit hatimu?"

"Tiong Jong," katanya Kong Goan dengan sangat gusar "Kau jangan pergi dahulu, sebentar kalau guruku datang kau boleh rasakan pembalasan atas perbuatanmu yang sudah melukai aku..."

"Tidak perduli kau punya guru atau su-couwmu sekali aku si orang she Ho tidak akan gentar barang seujung rambut dan-.." Ho Tiong Jong berhenti bicaranya karena mendengar suara orang ketawa panjang, itulah suara ketawa dari seorang yang mempunyai tenaga dalam yang mahir sekali-Pemuda biar bagaimana juga agak terkejut mendengarnya.

Cepat ia menoleh kebelakang, disitu ternyata sudah berdiri Tay Hong Hosiang tengah bersenyum-senyum kepadanya.

Kong Goan Hweshio saat itu sudah menelan pil untuk menghilangkan rasa sakit, ia berkata pada gurunya "Suhu, maafkan tecu yang tidak berguna, barusan dijatuhkan oleh Ho Tiong Jong."

"Tidak apa. memang kau bukan tandingannya. Biarlah aku yang akan membalas kekalahanmu," demikian kata si hweshio tua kemudian ia berpaling kepada Ho Tiong Jong dan berkata, "Tiong Jong kau terlalu kejam terhadap muridku yang telah menolong kau dari pingsanmu."

Ho Tiong Jong agak kaget mendengar perkatannya Tay Hong Hosiang.

"Aku tidak tahu dia telah menolong aku, karena dia tidak mau omong ketika aku menyerang padanya?"jawab Ho Tiong Jong.

"IHmm... kau memang satu pemuda sombong." kata Tay Hong Hosiang^

"Aku bukan sombong. aku benci kepada kalian yang membokongku dengan obat tidur. Kalau benar kalian laki-laki boleh maju satu demi satu atau sekaligus menghadapi aku siorang she Ho, jangan membokeng orang."

"Tutup mulut" bentak Tay Hong Hosiang yang mendongkel hatinya. "Mari mari, ikut aku ketempat yang lebar. Aku memang hendak menjajal kepandaianmu yang disohorkan sangat jempolan"

Ho Tiong Jong tidak takut, "Baiklah dimana saja kau menantang aku berkelahi aku akan iringi dengan senang hati."

Sesampainya disatu tempat yang cukup lebar untuk berkelahi, tampak tidak jauh dari Ho Tiong Jong ada Li-lo sat yang sedang berdiri dengar muka marah, karena masih merasa ngilu bekas luka tadi bertanding dengan Kong Goan-

"Hei- enci Ie Ya ada disini?" kata Ho Tiong Jong ketika matanya menyapu kearah-nya.

Perkataannya sipemuda disambut dengan anggukkan kepala, pikirnya malam itu pasti Ho Tiong Jong dapat menghajar si hweshio tua dan anak buahnya.

Hatinya Nona Ie girang melihat si pemuda dalam keadaan segar, Matanya lalu melirik pada Kong Goan Hweshio, sambil tertawa geli ia berkata.

"Kong Goan suhu, apa aku bilang? Kau kini rasakan kelihayannya Tiong Jong, bukan saja kau merasakan kesakitan, tapi tulang-tulang pahamu sudah remuk Rasakan sendiri enak tidak dalam keadaan begitu Hi hi hi" Kong Goan sangat g usar, matanya mendelik.

"Budak hina, kau jangan banyak bacot, Kau juga boleh merasakan hadiahku barusan bukan?"

Ho Tiong Jong kaget, Pikirnya, apa Ie Ya telah mendapat luka? ia mengawasi lebih teliti pada Ie Ya, lantas ia dapat kepastian bahwa Ie Ya tentu mendapat luka parah tulangnya, karena tampak telah mengucurkan banyak keringat disebabkan menahan rasa sakit pada lukanya itu.

"Enci Ie, apa kau terluka oleh mereka?" tanyanya dengan hati gelisah. Ie Ya pake akan bersenyum, kepalanya dianggukkan.

Ho Tiong Jong menggereng. "Enci Ie, kau jangan banyak berjalan- Tunggu aku disitu, aku akan membalaskan sakit hatimu" ia berkata dengan gagah.

"jangan jumawa Ho Tiong Jong," kata Tay Hong Hosiang sambil tertawa dingini "Kau tidak perlu membuang banyak tempo bercakap-cakap dengan budak jahat itu. Nah. bersiaplah untuk menerima seranganku"

"Hweshio tua,"jawab Ho Tiong Jong "kau yang jahat, tapi mengatakan orang lain jahat, sebenarnya api artinya perkataanmu itu?"

"Dia budak jahat, seperti juga dengan kau. Sudah ditolong masih berani mengeluarkan perkataan yang bukan-bukan...."

"Hwesio tua, Keluarkan kepandaianmu. Kau jangan banyak membusuki orang" menantang Ho Tiong Jong dengan gagah.

Tay Hong Hosiang yang selama malang melintang dalam kalangan Kangouw belum pernah mendapat hinaan seperti itu, bukan main marahnya. Dalam hatinya berpikir, malam ini ia harus membuka pantangan membunuh, ia harus mengambil jiwanya anak muda didepannya yarg sangat sombong itu. Kalau tidak diberi rasa, tentu ia akan mengelunjak terus-terusan kepada orang yang lebih tua. Memikir ini lantas ia salurkan tenaga dalamnya ke telapakan tangannya.

Berbareng dengan bentakan "awas" ia menyerang hebat sekali- Angin pukulannya ada begitu dahsyat, apa lagi kalau orang kena pukulan telapakan tangannya yang dahsyat itu. Disekitar satu tumbak terasa sekali menyambarnya angin pukulan hweshio itu.

Ho Tiong Jong terperanjat, ia tidak menduga kalau lawan tuanya ini ada mempunyai kepandaian demikian tinggi- pikirnya ini tidak boleh sembarangan.

Serangan Tay Hong Hosiang tadi disambut dengan ilmu Kim ci Gin-ciang yang ia dapat pelajari dari Kho Kie, si orang aneh yang bisa masuk kedalam tanah.

Tay Hong Hosiang tidak menduga sianak muda dapat memunahkan serangannya begitu mudah, diam-diam ia

Posting Komentar