Tay Hong Hosiang ketawa-tawa. "Nona Ie tidak apa."jawabnya, "memang sepantasnya murid yang tidak berguna itu mendapat pelajaran dari kau."
Saat itu tampil kemuka, Kong Goan Hweshio yang merasa penasaran atas kelakuan Kong Tie, ia berkata pada suhunya. "Suhu Biarlah tecu mau minta pelajarannya beberapa jurus pada nona Ie...."
Tay Hong Hosiang memang tahu bahwa muridnya yang lain, maka ia ingin juga menyaksikan bagaimana Kong Goan akan menandingi Lie lo-sat Ie Ya yang termasyur namanya maka ia menjawab. "Aku tidak keberatan kau maju, harap kau suka hati-hati-" Ie Ya tidak menampik untuk bertanding dengan Kong Goan-
"Silahkan mulai, suhu" katanya, ketika mereka sudah berhadapan satu dengan lain-Kong Goan tak sungkan-sungkan lagi telah turun tangan, Angin pukulannya ternyata ada sangat hebat,jauh bedanya dengan Kong Tie. Lawan yang sekarang lain gerakannya gesit dan lincah juga tenaganya ada jauh lebih kuat, hingga sukar kalau dilawan keras dengan keras, maka Ie Ya telah memberikan perlawanannya dengan sangat hati-hati. Beberapa tipu pukulan dari Siauw-lim-pay telah dikeluarkan oleh Kong Goan-Ie Ya menggunakan ilmu
mengentengi tubuhnya yang mahir, ia setiap kali menghindarkan pukulan Kong Goan yang berat dengan bagus sekali, hingga Tay Hong Hosiang yang melihatnya telah angguk-anggukan kepalanya. Diam-diam dia mengakui bahwa Lie lo sat Ie Ya kepandaiannya tak dapat dipandang enteng.
Beberapa jurus telah dilewati, Ie Ya masih tetap memberikan perlawanan dengan roman yang tenang sekali, hingga Kong Goan Hwesio mengeluh dalam hatinya. Perempuan ini, kepandaiannya tinggi, pantasan banyak orang sungkan mencari urusan dengannya, demikian pikir Kong Goan.
"Nona Ie." tiba-tiba Kong Goan berkata. "Kepandaianmu benar-benar hebat, Nah permisi aku menaruh bungkusan obat dahulu, kemudian kita bertempur lagi...." Kiranya Kong Goan bertempur dengan sebelah tangan yalah tangan kanan, sebab tangan kirinya mencekal bungkusan obat. Ia tadinya memandang sangat enteng pada Ie Ya makanya juga ia menempur dengan satu tangan saja, siapa kiranya wanita yang dijadlkan lawannya itu bukannya wanita sembarangan yang hanya tahu dua tiga jurus saja dari serangannya yang dahsyat. Oleh karena itu ia minta pertandingan sebentar untuk ia menaruh dulu bungkusannya. Ie Ya lompat mundur dan berkata, "Silahkan"
Kong Goan setelah menaruh bungkusan obatnya, lantas menghadapi pula Ie Ya.
"Suhu, sebaiknya kau boleh keluarkan senjatamu untuk bertanding " kata Ie Ya dengan manis bersenyum. Kong Goan mendelik matanya, ia merasa dipandang rendah oleh sinona.
"Baiklah" katanya, "Nah sekarang aku mau mencoba dahulu dengan tangan kosong apakah aku bisa menjatuhkan nona atau tidak?"
Ia berkata berbareng menyerang dengan gaya pukulan yang banyak perubahannya,jari tangannya saban-saban
diulur, hendak menotok jalan darah yang berbahaya pada tubuhnya Ie Ya.
Pelahan-lahan kelihatan Ie Ya seperti di kurung oleh gaya pukulan Kong Goan- Kong Goan seperti yang sudah berlaku nekad akan mengambil jiwanya si nona. Melihat jalannya pertandingan Tay Hong Hosiang diam-diam merasa girang dan kuatir.
Girang karena menyaksikan muridnya benar-benar telah meyakinkan pelajarannya dengan betul, ilmu pukulan pukulan yang diwariskan tidak percuma, sebab Kong Goan dapat menjalankan semua jurus jurus pelajarannya dengan baik sekali-
Kuatir, oleh karena ia sudah lama mensucikan diri untuk menebus dosa, tidak bisa melihat Kong Goan itu membunuh sasarannya, Pantangan membunuh ia sudah pegang lama, selama ia berbalik pikir ingin menjadi orang baik-baik.
Kong Goan diatas angin, tapi karena terus-terusan ia mengeluarkan tenaga keras, maka ia jadi lelah juga. Melihat perubahan itu, Ie Ya mengambil over serangan. Dengan tenaga lunak ia saban-saban menyerang lawannya.
Satu kali kedua kekuatan tenaga beradu, membuat Kong Goan merasa kaget, sedang Ie Ya telah mundur dikiranya kalah tenaga, maka dengan cepat ia memburu dan menyerang dengan hebat.
Ie Ya memutar badannya setengah lingkaran, menangkis perlahan, kemudian berkelit hingga serangannya Kong Goan mendapat tempat kosong.
Kong Goan hweshio tertawa dingin, pikirnya ia pasti menang, maka ia sudah menyimpan separuh tenaganya. Tapi tiba-tiba suhunya berteriak. "Kong Goan awas."
Belum sampai ia engah ternyata sudah teriambat, sebab Lie lo sat sudah menyerang laksana kilat dengan telapakan
tangan, "Api Setan" Kong Goan mundur sempoyongan dua tindak, kesempatan ini tidak disia-siakan oleh si nona, untuk dengan kecepatannya yang luar biasa, ia sudah menyambar obat bubuk tadi dan melesat keluar kuil.
Tapi Kong Goan juga tidak mau tinggal diam, ia melesat menyusul, hingga si nona tidak sampai keburu melewati pintu keluar. "Nona Ie." tegurnya. "Aku Kong Goan masih belum kalah, kenapa kau kabur siang-siang?"
"Hmm." Ie Ya mengeram sambil tolak pinggang. "Aku barusan sudah berlaku murah tidak turun tangan kejam, tapi ternyata kau tidak tahu diri. Aku masih memandang mukanya Taysu, kan tahu?"
"Ha ha ha..." Kong Goan tertawa, "kau jangan omong gede nah lihat aku unjuk kepandaian."
Berbareng ia menyerang dua macam tipu pukulan- Tangan kiri menyerang dengan gelak tipu "Pencarkan bunga dengan cabang liu" dan tangan kanannya menyerang dengan tipu "Orang sakti membunuh naga." Dua macam serangan yang amat lihay dan dilakukan secepat kilat. Ie Ya agak gugup, sebelumnya ia berdaya tahu-tahu bungkusan yang ada ditahannya sudah kena dirampas kembali oleh Kong Goan Hweshio. Si nona merasakan tangannya amat sakit.
Saat itu Ie Ya mundur tiga tindak dan memerikea sikunya yang bertanda bekas tiga jari berwarna biru kehitam-hitaman ia terkejut, kiranya lawannya mahir dengan ilmu pukulan "Telapak tangan hitam", Baik juga lawannya tidak kejam, kalau tidak jiwanya sudah melayang atau sedikitnya, sikunya menjadi putus oleh serangan lawan yang demikian hebatnya.
Tiba-tiba ia mendengar suara tertawanya Tay Hong Hosiang. "Nona Ie, kau tidak begitu merampas obat dari kita." Ie Ya sangat mendongkel hatinya. Ia sudah unjuk kepandaiannya demikian rupa, malah tadi dengan menyolok ia sudah dapat mengampuni jiwanya Kong Goan, tapi
kelihatannya Tay Hong Hosiang tidak rela memberikan obatnya itu. Pikirnya, sulit ia dapat menolong Ho Tiong Jong. Ia periihatkan tertawanya yang manis luar biasa, itulah tandanya Ie Ya sudah sangat marah, ia memandang pada Kong Goan dengan sorot mata halus, tapi tajam dan membuat Kong Goan diam-diam merasa bergidik bulu tengkuknya.
"Aku barusan lengah, lantaran kuatir Taysu turut campur tangan dalam urusan muridmu, sebab dua tangan melawan empat tangan mana bisa menang? Nah sekarang baik kita bertempur satu lawan satu, aku nanti dapat memperlihatkan kepandaianku yang istimewa."
"Kau jangan omong gede." menyelak Kong Goan dengan gusar. "Suhuku tidak nanti turun tangan mengeroyok kau meskipun beliau melihat aku dibinasakan olehmu. Nah, sekarang kau jangan banyak rewel lagi- mari kita bertempur lagi, untuk memastikan siapa yang lebih unggul. Kau boleh turun tangan jangan sungkan-sungkan terhadapku."
Tay Hong Hosiang juga mendongkel mendengar kata-katanya Ie Ya tadi, maka ia berkata pada muridnya, "Ya, Kong Goan, kau boleh bertempar dengannya jangan sungkan-sungkan lagi-"
Kong Goan anggukkan kepalanya dengan pikiran lega suhunya mengijinkan ia turun tangan telengas, ia maju dua tindak dan lantas menyerang pada si nona dengan teIapakan tangannya.
Lie-lo-sat Ie Ya kembali gunakan ilmu mengentengi tubuhnya yang istimewa untuk menyingkir dari serangan lawan- Kemudian, membarengi lawan tangannya menyerang tempat kesong ia menyerang, hingga Kong Goan terpaksa dari menyerang telah membela diri.
Kedua pihak saling menyerang dengan seru, sepuluh jurus dengan cepat telah dilewati, pertandingan selanjutnya makin lama makin menarik hati, Kedua pihak telah mengeluarkan
tipu-tipu pukulan simpanannya dan masing-masing tak mau mengalah terhadap lawannya. Betul mereka ada tandingan yang setimpal sekali-
Dengan sangat hati-hati Kong Goan memberikan perlawanan atas serangan telapakan tangan Api Setan Lie lo-sat Ie Ya yang ampuh. Ia tidak berani sembarangan memandang rendah lagi musuhnya, karena barusan ia sudah dapat pengalaman dan hampir-hampir ia rubuh di tangan si iblis wanita telengas. Si nona mengetahui musuhnya ada sangat gagah dan ulet, maka ia juga tidak segera dengan melakukan serangannya. Kalau tidak pasti- ia tidak melancarkan serangannya, karena itu berarti membuang-buang tenaga percuma saja.
Tay Hong Hosiang duduk dikursi menonton didampingi oleh dua muridnya Kong Ci dan Kong Tie. dua hweshio yang hanya omongnya gede tapi kemampuannya tidak berarti- Mereka menyakeikan sutenya begitu kekeh memberikan perlawanan pada lawannya, bahkan merasa kagum dan diam-diam saja menyesalkannya memandang diri-nya yang sudah berlaku malas tidak belajar dengan sungguh-sungguh dari gurunya, hingga kepandaiannya kalah jauh apabila dibandingkan dengan kepandaiannya sang sute. Tay Hong Hosiang sementara menyaksikan jalannya pertempuran, diam-diam dalam hatinya dak dik dak juga menguatirkan muridnya akan menjadi pecundangnya Ie Ya. Dengan tidak terasa pertandingan sudah berjalan sampai dua ratus jurus.
Betul-betul ada itu pertandingan yang hebat sekali dan mempesonakan dua-dua kelihatan masih kuat dan memperlihatkan perlawanan yang sama baiknya. Entah sampai berapa lama lagi pertandingan itu akan berjalan?
Kong Goan Hweshio tidak percuma menjadi murid kesayangannya Tay Hong Hosiang, sebab seluruh kepandaiannya yang diajarkan oleh gurunya kepadanya, ia sudah dapat membuktikan semua itu telah diyakinkan dengan
sebaik-baiknya, ia bertempur kali ini dengan sangat hati-hati dan tidak mengobral tenaganja dengan percuma oleh sebab mana sebagai lelaki ia ada lebih tahan lama bertempur, sebaliknya dengan Ie Ya kelihatan dengan tentu sudah mulai keteter dan lelah.
XXVII. PENGARUHNYA GELANG BATU KUMALA.
LI LO-SAT IE YA mulai kedesak.
Tiba-tiba terdengar Kong Gosn membentak berbareng tubuhnya Ie Ya kelihatan sempoyongan. Ternyata ia kena pukulan telak. Kong Goan menggejar, satu pukulan keras mampir kena bahunya si nona, Ie Ya menjerit kesakitan, badannya tak tahan berdiri dan lantas rubuh semaput.
"Bagus,bagus Kong Goan, kau betul-beul ada murid ku yang paling jempol" terdengar si hweshio mengalem muridnya sambil unjukkan jari jempolnya. "Tapi lekas-Iekas kau berikan obat padanya, kuatir nanti dia cacat hidupnya, Nah ini ambil sebutir pil dari botol" sambil keluarkan dari sakunya sebotol obat piL. Kong Goan menurut dan lalu menjemput sebutir kemudian diserahkan kepada Ie Ya untuk ditelannya. Bermula Ie Ya menolak, akan tetapi ketika dibujuk dan ia sendiri merasa tidak tahan dengan sakitnya pada bahunya yang barusan kena dipukul oleh Kong Goani maka ia terima juga dan lalu ditelannya.
Ternyata obat pil itu benar benar manjur sebab dalam waktu sedikit saja Ie Ya rasakan rasa sakit dibahunya pelahan lahan telah hilang, hanya tinggal kesemutannya saja. Kemudian dengan roman bengis ia menyapa pada sekalian hweshio yang ada disini, lalu perdengarkan ketawa dingin-
"Hmm..." si nona menggereng, "kalian telah menghinakan aku, bagus,bagus. Satu hinaan yang aku tak dapat melupakannya, Kalau aku masih bernapas ada satu hari aku
akan datang kesini lagi untuk membasmi kalian dan membikin rata ini kuil dari kawanan kepala gundul jahat."
Mendengar perkataannya si nona, bukan main marahnya Kong Goan dan saudara saudara seperguruannya, tidak terkecuali Tay Hong Hosiang sendiri. Kepala kuil itu dengan mata mendelik telah berkata.
"Hei kau ini betul-betul jahat hatimu, Baru saja ditolong jiwamu, lantas sekarang mengeluarkan perkataan yang bukan bukani betul-betul jahat"
Ie Ya tertawa terkekeh kekeh, inilah tanda dari kemarahannya yang meluap luap.
"Bagus, kau hweshio tua," katanya dengan nada dingin, "kau kira dengan kepandaianmu sudah tidak ada yang berani membentur kau Hi hi hi-. kau keliru, Coba Tiong Jong tidak pingsan karena obat pulasmu yang celaka, tentu kalian tidak berani menghinakan aku."
"Tiong Jong kenapa?" memotong si hweshio tua.
"Hi hi hi . . .dengan satu Ho Tiong Jong saja cukup akan membasmi kalian kepala gundul yang jahat"jawab Ie Ya dengan suara mengejek. Tay Hong Hosiang tertawa bergelak-gelak